Daftar Burung Endemik Jawa Bali

Daftar burung endemik Jawa Bali ini memuat daftar burung endemik pulau Jawa dan Bali. Spesies endemik sendiri mempunyai arti terbatas mendiami daerah tertentu. Sehingga burung dalam daftar ini merupakan burung-burung yang hanya bisa ditemui secara alami di pulau Jawa dan Bali sehingga tidak ditemukan di daerah lain. Pembahasan mengenai spesies endemik silakan baca artikel: Pengertian Spesies Asli, Endemik, dan Introduksi.

Pulau Jawa dan Bali merupakan bagian paling selatan dari Dangkalan Sunda yang telah terisolasi cukup lama sehingga memungkinkan berbagai jenis baru berevolusi. Dengan luas daratan mencapai 138 ribu km2, kawasan ini mempunyai dua Daerah Burung Endemik (DBE) yang meliputi DBE Pesisir Pulau Jawa dan DBE Hutan Jawa Bali.

Pulau Jawa dan Bali dihuni oleh 498 spesies burung yang 59 diantaranya merupakan burung endemik Indonesia, dan 29 diantaranya merupakan endemik Jawa dan Bali. Ini artinya ke-29 spesies burung tersebut hanya dapat ditemui (hidup secara alami) di pulau Jawa dan Bali. Jumlah ini bahkan lebih besar dibandingkan jumlah burung endemik di pulau Sumatera yang hanya memiliki 20 spesies endemik Sumatera.

Daftar Burung Endemik Jawa Bali

Tingkat keanekaragaman dan endemisme burung di pulau Jawa dan Bali inilah yang coba saya hadirkan dalam artikel ini. Dalam pembahasannya burung-burung endemik Jawa Bali ini saya kelompokkan dalam tiga kelompok yaitu:

  1. Burung yang hanya ditemukan di pulau Jawa (endemik Jawa) sebanyak 19 spesies
  2. Burung yang hanya ditemukan di pulau Bali (endemik Bali) sebanyak 1 spesies
  3. Burung yang hanya ditemukan baik di pulau Jawa maupun pulau Bali sebanyak 9 spesies.

Dan karena panjangnya daftar, artikel ini kemudian saya bagi dalam tiga halaman. Untuk melanjutkan ke halaman selanjutnya atau halaman tertentu silakan klik pilihan angka di paling bawah artikel ini.

Burung Endemik Jawa

Burung endemik Jawa Bali namun hanya ditemukan di pulau Jawa saja terdiri atas 19 spesies. Spesies tersebut yaitu:

  • Elang jawa (Nisaetus bartelsi) atau Javan Hawk-eagle; Burung berukuran 60 cm ini ditetapkan sebagai Satwa Langka Indonesia. Merupakan salah satu burung langka yang dilindungi di Indonesia yang oleh IUCN Red List diberikan status Endangered. Populasinya antara 300-500 burung dewasa. Selengkapnya baca artikel: Elang Jawa
  • Puyuh gonggong jawa (Arborophila javanica) atau Chestnut-bellied Partridge; Burung berukuran 27 cm yang mendiami hutan pegunungan di Jawa Barat dan Jawa Tengah. Di Indonesia belum termasuk hewan yang dilindungi dan oleh IUCN Red List diberikan status Least Concern.
  • Trulek jawa (Vanellus macropterus) atau Javan Lapwing; Menjadi salah satu burung paling langka di Jawa yang keberadaannya tidak pernah ditemukan lagi semenjak tahun 1940. Burung yang dilindungi di Indonesia ini oleh IUCN Red List diberikan status Critically Endangered. Selengkapnya baca: Trulek Jawa.
  • Bubut jawa (Centropus nigrorufus) atau Javan Coucal; Berukuran 45 cm. Bukan burung dilindungi di Indonesia meskipun oleh IUCN Redlist ditetapkan sebagi spesies Vulnerable dengan taksiran populasi antara 2500-10.000 burung dewasa.
  • Celepuk jawa (Otus angelinae) atau Javan Scops Owl; Berukuran sekitar 20 cm yang mendiami daerah hytan pegunungan dengan ketinggian antara 1.000 – 2.000 mdpl. Populasi diperkirakan antara 2500-10.000 burung dewasa dan terdaftar sebagai spesies Vulnerable oleh IUCN Red List.
  • Takur bututut (Megalaima corvina) atau Brown-throated Barbet; Burung endemik Jawa yang terbatas mendiami pegunungan di Jawa Barat. Burung berukuran 26 cm ini berstatuskan Least Concern.
  • Cerecet jawa (Psaltria exilis) atau Pygmy Tit; Merupakan burung endemik jawa yang berukuran kecil (8 cm) dan mendiami pegunungan Jawa Barat dan Jawa Tengah. Status konservasinya adalah Least Concern.
  • Tepus dada-putih (Stachyris grammiceps) atau White-breasted Babbler; Burung berukuran 15 cm yang mendiami daerah dataran rendah. Oleh IUCN Red List diberikan status Near Threatened.
  • Ciuang-air jawa (Macronous flavicollis) atau Grey-cheeked Tit-babbler; Adalah spesies burung pengicau endemik Jawa. Status konservasinya Least Concern.

Masih ada sepuluh spesies burung lagi yang merupakan endemik Jawa Bali namun hanya ditemukan di pulau Jawa. Juga Spesies burung endemik Jawa Bali yang hanya terdapat di Bali serta terdapat baik di pulau Bali maupun Jawa.

Kelanjutan daftar burung endemik ini dapat disimak di halaman selanjutnya. Untuk membacanya silakan klik angka setelah kalimat “Halaman-halaman” yang terdapat di akhir artikel ini.

Tentang iklan-iklan ini

Tentang alamendah

Panggil saja saya Alamendah, tinggal di Pati, Jawa Tengah, Indonesia. Seorang biasa yang ingin berbagi dengan sobat.
Tulisan ini dipublikasikan di burung, satwa dan tag , , . Tandai permalink.

10 Balasan ke Daftar Burung Endemik Jawa Bali

  1. Pencerah berkata:

    saia leboh suka elja aliyas elang jawa

  2. vie_three berkata:

    ach, burung-burung yang bernama Bubut Jawa sama Cerecet Jawa itu pernah kulihat, kadang sering diburu sama tetangga-tetanggaku. sungguh kasihan, ini masuk burung langka juga kan ya?

  3. Rina berkata:

    semoga burung endemik dari Jawa Bali ini tidak akan punah agar bisa tetap dinikmati oleh anak cucu nantinya

  4. mesin kasir berkata:

    bentuknya mirip buruk gelatik yaaa….

  5. mesin kasir berkata:

    waooooww burungnya gagahhhh

  6. Irwan berkata:

    abang boleh minta acuan pustakanya???

  7. Ping balik: Daftar Burung Endemik Kalimantan dan Gambar | Alamendah's Blog

  8. Ping balik: Cerecet Jawa Burung Terkecil di Jawa | Alamendah's Blog

  9. Ping balik: Luntur Jawa atau Luntur Gunung Burung Langka Jawa Barat | Alamendah's Blog

  10. Ping balik: Daftar dan Gambar Burung Langka Sumatera | Alamendah's Blog

Tulis Komentar Sobat

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s