Ibis Karau (Pseudibis davisoni) Si Botak Berbando Putih

Salah satu burung paling langka adalah Ibis Karau atau Pseudibis davisoni. Saking langkanya, populasi burung Ibis Karau hanya tersisa 670 ekor saja. Karena itu, tidak mengherankan jika kemudian burung dari famili Threskiornithidae ini dimasukkan sebagai spesies berstatus Critically Endangered (Kritis) oleh IUCN (International Union for Conservation of Nature). Ciri khas burung ini adalah kepalanya yang botak dengan bagian tengkuk berwana putih atau terang layaknya mengenakan bando.

Ibis Karau adalah burung air di lahan basah. Dalam bahasa Inggris dikenal dengan sebutan White-shouldered Ibis atau Black Ibis. Nama latin hewan ini adalah Pseudibis davisoni (Hume, 1875).

Burung Ibis Karau berukuran sedang dengan panjang sekitar 75-78 cm. Bulunya didominasi oleh warna hitam. Burung langka yang hidup di lahan basah ini memiliki ciri khas yang unik yaitu kepalanya yang botak dan bagian belakang kepala (tengkuk) hingga pangkal leher yang berwarna putih atau biru terang, layaknya mengenakan bando. Ciri khas lainnya adalah ukuran paruhnya yang panjang bengkok ke bawah. Terdapat tanda putih pada bagian pangkal sayap yang kemudian menjadikannya disebut sebagai “White-shouldered Ibis“.

Diskripsi lainnya adalah sayap dan ekornya yang memiliki bagian berwarna hitam mengkilat. Pada bagian bawah terdapat sedikit warna coklat berangan. Tungkai dan kaki merah, paruh hitam, dan iris mata berwarna gelap.

Ibis Karau (Pseudibis davisoni)

Ibis Karau (Pseudibis davisoni). Gambar: Jonathan C. Eames / www. arkive.org

Suara burung Ibis Karau (Pseudibis davisoni) mirip bunyi “kyii-akh” bernada tinggi. Saat menjaga daerah teritorinya mengeluarkan teriakan keras yang serak serupa bunyi “errrrrrh” atau “errrrrroh”. Memakan subtrat lembut yang dijumpai di lantai hutan, hewan-hewan air kecil, hingga amfibi dan inverteberata. Hidup di lahan basah yang berupa hutan rawa atau daerah aliran sungai di sekitar hutan. Kebiasaan lainnya seperti Ibis Rokoroko (Plegadis falcinellus) yakni hidup dalam kelompok kecil dan menusuk-nusukkan paruhnya dalam lumpur.

Diduga dahulu burung air yang langka ini mendiami daerah Cina bagian barat dan sebagian besar Asia Tenggara. Namun kini daerah sebarannya hanya tersisa di Kamboja bagian utara dan Pulau Kalimantan, Indonesia. Di Kalimantan pun, Ibis Karau (Pseudibis davisoni) hanya bisa dijumpai di sekitar aliran Sungai Mahakam dengan daerah yang terpisah-pisah.

Populasi secara global diyakini kurang dari 1000 ekor dengan jumlah individu dewasa tidak lebih dari 670 ekor saja (2013). Sebagian besar populasi tersebut terdapat di Kamboja, sedang di Kalimantan Indonesia diperkirakan jumlahnya antara 30-100 ekor saja.

Populasi ini diyakini terus mengalami penurunan. Penyebabnya terutama diakibatkan oleh hilangnya habitat berupa lahan basah, perubahan hidrologi, dan perburuan untuk diambil dagingnya.

Ibis Karau (Pseudibis davisoni) Terbang

Ibis Karau (Pseudibis davisoni) Terbang. Gambar : © Ulrich Weber / orientalbirdimages.org

Daerah Sebaran Ibis Karau (Pseudibis davisoni)

Daerah Sebaran Ibis Karau (Pseudibis davisoni). Gambar: maps.iucnredlist.org

Oleh karena itu tidak mengherankan jika kemudian Daftar Merah IUCN (IUCN Redlist) memasukkan Ibis Karau sebagai spesies dengan status keterancaman Critically Endangered (Kritis) sejak tahun 2000. Sedang di Indonesia, hewan bernama latin Pseudibis davisoni ini termasuk burung yang dilindungi berdasarkan UU Nomor 5 Tahun 1995 dan Peraturan pemerintah Nomor 7 Tahun 1999 tentang pengawetan Jenis Tumbuhan dan Satwa.

Klasifikasi Ilmiah Ibis Karau. Kerajaan: Animalia. Filum: Chordata. Kelas: Aves. Ordo: Pelecaniformes. Famili: Threskiornithidae. Genus: Pseudibis. Spesies: Pseudibis davisoni (Hume, 1875).

Referensi dan gambar:
 www.iucnredlist.org/details/22697531/0
 www.birdlife.org/datazone/speciesfactsheet.php?id=3799
 www.kutilang.or.id/2015/07/13/ibis-karau
 www.mongabay.co.id/2014/02/04/ibis-karau-burung-langka-lahan-basah-indonesia
 gambar : maps.iucnredlist.org; www. arkive.org; orientalbirdimages.org

Baca artikel tentang burung Indonesia dan lingkungan hidup lainnya:

Tentang alamendah

Panggil saja saya Alamendah, tinggal di Pati, Jawa Tengah, Indonesia. Seorang biasa yang ingin berbagi dengan sobat.
Pos ini dipublikasikan di burung, satwa dan tag , , , , , . Tandai permalink.

2 Balasan ke Ibis Karau (Pseudibis davisoni) Si Botak Berbando Putih

  1. informasihewans berkata:

    Burungnya unik, tapi sedikit kaya burung pemakan bangkai,haha

  2. techno site berkata:

    Justru karena langkah seharusnya bagi para pemburu tidak usah mengejar burung seperti ini . baiknya cari burung liar yang lain saja yah…

Tulis Komentar Sobat

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s