Caladi Batu (Meiglyptes tristis) Burung Pelatuk Endemik Jawa

Caladi Batu atau Meiglyptes tristis merupakan burung Pelatuk endemik pulau Jawa. Daerah sebarannya hanya ada di pulau Jawa bagian barat. Caladi Batu pun menjadi salah satu diantara puluhan jenis Burung Pelatuk yang hidup di Indonesia. Selain menyandang sebagai burung endemik, Caladi Batu pun menjadi spesies burung pelatuk paling langka di Indonesia.

Nama latin burung endemik ini adalah Meiglyptes tristis (Horsfield, 1821). Sebelumnya, burung pelatuk ini dianggap terdiri atas dua subspesies yaitu M. t. grammithorax (Malherbe, 1862) dan M. t. tristis (Horsfield, 1821). Namun kemudian masing-masing dianggap sebagai jenis tersendiri meliputi Meiglyptes tristis (Horsfield, 1821) atau White-rumped Woodpecker (Caladi Batu) dan Meiglyptes grammithorax (Malherbe, 1862) atau Buff-rumped woodpecker.

Burung Pelatuk Caladi Batu (White-rumped Woodpecker) berukuran kecil. Panjang tubuhnya berkisar antara 17-18 cm. Ekor pendek bergaris hitam dan putih. Bulu tubuh pun hitam dengan garis-garis putih rapat, kecuali bulu di bagian tunggir yang berwarna putih kekuningan. Kepala dan leher hingga dada bagian atas berwarna abu-abu-coklat. Kepala burung jantan bernuansa merah tua, daerah malar kemerahan. Bulu mahkota kadang-kadang diangkat seperti jambul.

Burung Caladi Batu merupakan burung asli dan burung endemik Indonesia. Daerah sebarannya terbatas di Jawa baian barat yang meliputi Banten, Jawa Barat, Jakarta, dan Jawa Tengah bagian barat. Habitatnya terutama di daerah hutan dataran rendah dengan ketinggian di bawah 1500 meter dpl. Di temukan mendiami hutan primer maupun sekunder hingga daerah pesisir. Persebarannya jauh lebih sempit dibanding saudara dekatnya, Meiglyptes grammithorax, yang dapat ditemukan di Sumatera, Kalimantan, hingga Malaysia, Thailand, dan Myanmar.

Caladi Batu Meiglyptes tristis

Spesimen Caladi Batu Meiglyptes tristis

Meiglyptes grammithorax

Meiglyptes grammithorax, dulunya dianggap spesies yang sama dengan Caladi Batu (Meiglyptes tristis)

Populasi burung dari famili Picidae (Pelatuk) ini diperkirakan berkisar antara 1.000 – 2.500 ekor burung dewasa. Populasi ini terus mengalami penurunan karena kerusakan habitat yang terus berlangsung. Di Jawa habitat burung pelatuk paling langka ini banyak berubah menjadi lahan pertanian, pertambangan, dan pemukiman. Bahkan burung ini sudah sangat jarang sekali ditemukan.

Daerah Sebaran Caladi Batu

Daerah Sebaran Caladi Batu

Dengan daerah sebaran yang terbatas dan ancaman terhadap kelestariannya yang terus berlangsung membuat Bird Life Internasional dan IUCN memasukkannya sebagai spesies berstatus konservasi Endangered (Terancam, EN). Dengan status ini membuat Caladi Batu sebagai spesies burung pelatuk Indonesia yang paling terancam punah. Baca : Daftar Jenis Burung Pelatuk Indonesia.

Burung Pelatuk merupakan burung dari famili Picidae. Di seluruh dunia terdapat hingga 216 spesies burung pelatuk yang biasa disebut sebagai Woodpeckers, Flameback, Yellownape, Goldenback, atau Piculet. Indonesia sendiri memiliki hingga 30-an jenis burung pelatuk. Di Indonesia, beberapa jenis burung pelatuk disebut sebagai Caladi. Salah satunya adalah Caladi Batu, burung Pelatuk endemik Jawa sekaligus burung pelatuk paling langka di Indonesia.

Klasifikasi Ilmiah Caladi Batu: Kerajaan: Animalia. Filum: Chordata. Kelas: Aves. Order. Piciformes; Famili: Picidae. Genus: Meiglyptes. Spesies: Meiglyptes tristis (Horsfield, 1821).

Referensi dan gambar :
www.birdlife.org/datazone/species/factsheet/22727198
www.iucnredlist.org/details/22727198/0
www.catalogueoflife.org/col/details/species/id/11912682
www.kutilang.or.id/burung/konservasi/caladi-batu
www.birdlife.org/globally-threatened-bird-forums/2013/09/buff-rumped-woodpcker-meiglyptes-tristis-is-being-split-list-m-tristis-as-endangered

Baca artikel tentang burung Indonesia lainnya :

Iklan

Tentang alamendah

Panggil saja saya Alamendah, tinggal di Pati, Jawa Tengah, Indonesia. Seorang biasa yang ingin berbagi dengan sobat.
Pos ini dipublikasikan di burung, satwa dan tag , , , , , , . Tandai permalink.

Tulis Komentar Sobat

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s