Daftar 400+ Burung Endemik Indonesia

BAGIAN KEDUA (101 – 200)

Lanjutan (Halaman Kedua) dari daftar burung endemik Indonesia. Untuk memperingan pemuatan (loading) halaman, artikel ini dibagi dalam beberapa halaman. Klik tulisan “Halaman Sebelumnya” atau “Halaman Berikutnya” di bagian bawah artikel ini.

  1. Corvus fuscicapillus (Gagak Kepala-Coklat atau Brown-headed Crow ), endemik pulau Papua, Kep. Aru, Kep. Waigeo
  2. Corvus typicus (Gagak Sulawesi atau Piping Crow), endemik pulau Sulawesi, Kabaina, Muna, Buton, Wowoni
  3. Corvus unicolor (Gagak Banggai atau Banggai Crow), endemik pulau Peleng (Sulawesi Tengah)
  4. Corvus validus (Gagak Paruh-panjang atau Long-billed Crow), endemik pulau Morotai, Halmahera, Kayoa, Kasiruta, Bacan, Obi (Maluku Utara)
  5. Crocias albonotatus (Cica Matahari atau Spotted Crocias), endemik pulau Jawa
  6. Cryptophaps poecilorrhoa (Merpati Murung atau Sombre Pigeon), endemik pulau Sulawesi
  7. Cuculus crassirostris (Kangkok Sulawesi atau Sulawesi Cuckoo), endemik pulau Sulawesi
  8. Cyclopsitta gulielmitertii (Nuri-ara Dada-jingga atau Blue-fronted Fig-parrot), endemik pulau Papua
  9. Cyornis hoevelli (Sikatan Dahi-biru atau Blue-fronted Flycatcher), endemik pulau Sulawesi
  10. Cyornis omissus (Sikatan Sulawesi atau Sulawesi Blue-flycatcher), endemik pulau Sulawesi, Kep. Togian, Peleng, Kabaina, Muna, Buton, Wowoni, Wangiwangi, Selayar
  11. Cyornis ruckii (Sikatan Aceh atau Rueck’s Blue-flycatcher), endemik pulau Sumatera
  12. Cyornis sanfordi (Sikatan Matinan atau Matinan Flycatcher), endemik pulau Sulawesi
  13. Dicaeum annae (Cabai Emas atau Golden-rumped Flowerpecker), endemik pulau Sumbawa (NTB), Flores (NTT)
  14. Dicaeum aureolimbatum (Cabai Panggul-kuning atau Yellow-sided Flowerpecker), endemik pulau Sulawesi, Kep. Togian, Peleng, Kabaina, Muna, Buton, Wowoni, Wangiwangi, Selayar
  15. Dicaeum celebicum (Cabai Panggul-abu atau Grey-sided Flowerpecker), endemik pulau Sulawesi, Sangihe, Karakelong, Kep. Togian, Peleng, Banggai, Kabaina, Muna, Buton, Kep. Wakatobi (sulawesi), Taliabu, Mangoli (Maluku Utara)
  16. Dicaeum erythrothorax (Cabai Dada-api atau Flame-breasted Flowerpecker), endemik pulau Halmahera, Morotai, Kasiruta, Bacan, Mandioli, Bisa, Obi (Maluku Utara), Buru (Maluku)
  17. Dicaeum igniferum (Cabai Dahi-hitam atau Black-fronted Flowerpecker), endemik pulau Sumbawa NTB), Flores, Sumba, Lembata, Alor dan pulau kecil di sekitarnya (NTT)
  18. Dicaeum nehrkorni (Cabai Sulawesi atau Crimson-crowned Flowerpecker), endemik pulau Sulawesi
  19. Dicaeum trochileum (Cabai Jawa atau Scarlet-headed Flowerpecker), endemik pulau Sumatera, Bangka, Jawa, Bawean dan Kangean (Jawa), Bali, Lombok (NTB), Kalimantan
  20. Dicaeum vulneratum (Cabai Kelabu atau Ashy Flowerpecker), endemik pulau Seram (Maluku)
  21. Dicrurus montanus (Srigunting Sulawesi atau Sulawesi Drongo), endemik pulau Sulawesi
  22. Dicrurus sumatranus (Srigunting Sumatera atau Sumatran Drongo), endemik pulau Sumatera
  23. Ducula basilica (Pergam Boke atau Cinnamon-bellied Imperial-pigeon), endemik pulau Halmahera, Morotai, Kasiruta, Bacan (Maluku Utara)
  24. Ducula concinna (Pergam Tarut atau Blue-tailed Imperial-pigeon), endemik pulau Kep. Selayar, Kep. Tukangbesi, Sangihe (Sulawesi), Kep. Tanimbar, Kep. Kai, Kep. Aru (Maluku)
  25. Ducula forsteni (Pergam Tutu atau White-bellied Imperial-pigeon), endemik pulau Sulawesi, Peleng, Taliabu
  26. Ducula geelvinkiana (Pergam Penenun atau Geelvink Imperial-pigeon), endemik pulau Biak (Papua)
  27. Ducula lacernulata (Pergam Punggung-hitam atau Dark-backed Imperial-pigeon), endemik pulau Jawa, Bali, Lombok dan Sumbawa (NTB), Flores (NTT)
  28. Ducula luctuosa (Pergam Putih atau White Imperial-pigeon), endemik pulau Sulawesi, Kep. Togian, Muna, Buton
  29. Ducula myristicivora (Pergam Rempah atau Spice Imperial-pigeon), endemik pulau Kep. Raja Ampat (Papua Barat)
  30. Ducula neglecta (Pergam Seram atau Seram Imperial-pigeon), endemik pulau Seram, Saparua, Ambon, Boano (Maluku)
  31. Ducula obiensis (Pergam Pinon atau Rusty Imperial-pigeon), endemik pulau Obi (Maluku Utara)
  32. Ducula oenothorax (Pergam Enggano atau Enggano Imperial-pigeon), endemik pulau Enggano (Bengkulu)
  33. Ducula perspicillata (Pergam Mata-putih atau Spectacled Imperial-pigeon), endemik pulau Halmahera, Morotai, Kasiruta, Bacan, Obi (Maluku Utara), Buru (Maluku)
  34. Ducula radiata (Pergam Kepala-kelabu atau Grey-headed Imperial-pigeon), endemik pulau Sulawesi
  35. Enicurus velatus (Meninting Kecil atau Sunda Forktail), endemik pulau Sumatera, Jawa
  36. Enodes erythrophris (Jalak Alis-api atau Fiery-browed Myna), endemik pulau Sulawesi
  37. Eos bornea (Nuri Maluku atau Red Lory), endemik pulau Buru, Seram, Kep. Kai (Maluku)
  38. Eos cyanogenia (Nuri Sayap-hitam atau Black-winged Lory), endemik pulau Biak, Numfor (Papua)
  39. Eos histrio (Nuri Talaud atau Red-and-blue Lory), endemik pulau Karakelong (Kep. Talaud, Sulawesi Utara)
  40. Eos reticulata (Nuri Tanimbar atau Blue-streaked Lory), endemik pulau Kep. Tanimbar (Maluku)
  41. Eos semilarvata (Nuri Telinga-biru atau Blue-eared Lory), endemik pulau Seram (Maluku)
  42. Eos squamata (Nuri Kalung-ungu atau Violet-necked Lory), endemik pulau Halmahera, Morotai, Bacan, Kasiruta, Obi (Maluku Utara), Kep. Raja Ampat (Papua Barat)
  43. Eulipoa wallacei (Gosong Maluku atau Moluccan Scrubfowl), endemik pulau Buru, Seram, Haruku, Ambon (Maluku), Bacan, Halmahera, Ternate (Maluku Utara), dan Misool (Kep. Raja Ampat, Papua Barat)
  44. Eurostopodus diabolicus (Taktarau Iblis atau Heinrich’s Nightjar), endemik pulau Sulawesi
  45. Eurystomus azureus (Tiong-lampu Ungu atau Azure Dollarbird), endemik pulau Halmahera, Ternate, Tidore, Kasiruta, Bacan (Maluku Utara)
  46. Eutrichomyias rowleyi (Seriwang Sangihe atau Cerulean Paradise-flycatcher), endemik pulau Sangihe (Sulawesi Utara)
  47. Ficedula bonthaina (Sikatan Lompobattang atau Lompobatang Flycatcher), endemik pulau Sulawesi Selatan
  48. Ficedula buruensis (Sikatan Buru atau Cinnamon-chested Flycatcher), endemik pulau Seram, Buru, Kep. Kai (Maluku)
  49. Ficedula harterti (Sikatan Sumba atau Sumba Flycatcher), endemik pulau Sumba (NTT)
  50. Ficedula henrici (Sikatan Damar atau Damar Flycatcher), endemik pulau Damar (NTT)
  51. Ficedula rufigula (Sikatan Leher-merah atau Rufous-throated Flycatcher), endemik pulau Sulawesi
  52. Gallicolumba tristigmata (Delimukan Sulawesi atau Sulawesi Ground-dove), endemik pulau Sulawesi, Kep. Togian
  53. Gallus varius (Ayam-hutan Hijau atau Green Junglefowl), endemik pulau Jawa, Nusa Tenggara
  54. Garrulax rufifrons (Poksai Kuda atau Rufous-fronted Laughingthrush), endemik pulau Jawa
  55. Geomalia heinrichi (Anis Geomalia atau Geomalia), endemik pulau Sulawesi
  56. Gerygone dorsalis (Remetuk Panggul-merah atau Rufous-sided Gerygone), endemik pulau Kep. Kai, Kep. Tanimbar, Romang, Leti, Kisar, Damar, Babar (Maluku)
  57. Gerygone hypoxantha (Remetuk Biak atau Biak Gerygone), endemik pulau Biak
  58. Glaucidium castanopterum (Belukwatu atau Javan Owlet), endemik pulau Jawa, Bali
  59. Goura cristata (Mambruk Ubiaat atau Western Crowned-pigeon), endemik pulau Papua, Misool, Waigeo, Salawati, Batanta
  60. Gymnocrex rosenbergii (Mandar Muka-biru atau Blue-faced Rail), endemik pulau Sulawesi, Peleng, Kep. Togian
  61. Gymnocrex talaudensis (Mandar Talaud atau Talaud Rail), endemik pulau Karakelong (kep. Talaud)
  62. Gymnophaps mada (Merpati-gunung Mada atau Buru Mountain-pigeon), endemik pulau Buru (Maluku)
  63. Gymnophaps stalkeri (Merpati-gunung Seram atau Seram Mountain-pigeon), endemik pulau Seram (Maluku)
  64. Habroptila wallacii (Mandar Gendang atau Drummer Rail), endemik pulau Halmahera (Maluku Utara)
  65. Halcyon cyanoventris (Cekakak Jawa atau Javan Kingfisher), endemik pulau Jawa, Bali
  66. Heinrichia calligyna (Cingcoang Sulawesi atau Great Shortwing), endemik pulau Sulawesi
  67. Heleia crassirostris (Opior Paruh-tebal atau Thick-billed White-eye), endemik pulau Sumbawa (NTB), Flores (NTT)
  68. Hylocitrea bonensis (Kancilan Buah atau Olive-flanked Whistler), endemik pulau Sulawesi
  69. Hypsipetes virescens (Brinji Gunung atau Green-winged Bulbul), endemik pulau Sumatera, Jawa
  70. Lalage aurea (Kapasan Halmahera atau Rufous-bellied Triller), endemik pulau Halmahera, Morotai, Kasiruta, Bacan, Obi (Maluku Utara)
  71. Lalage leucopygialis (Kapasan Sulawesi atau White-rumped Triller), endemik pulau Sulawesi, Kep. Peleng, Muna, Buton (Sulawesi) Kep. Sula (Maluku Utara)
  72. Lalage moesta (Kapasan Tanimbar atau White-browed Triller), endemik pulau Kep. Tanimbar (Maluku)
  73. Leucopsar rothschildi (Jalak Bali atau Bali Starling ), endemik pulau Bali
  74. Lichmera argentauris (Isap-madu Zaitun atau Olive Honeyeater), endemik pulau Halmahera (Maluku Utara), Kep. Raja Ampat (Papua Barat), Seram (Maluku)
  75. Lichmera deningeri (Isap-madu Buru atau Buru Honeyeater), endemik pulau Buru (Maluku)
  76. Lichmera limbata (Sedap-madu Cocklat atau Indonesian Honeyeater), endemik pulau Bali, Nusa Tenggara
  77. Lichmera lombokia (Isap-madu Lombok atau Scaly-crowned Honeyeater), endemik pulau Lombok, Sumbawa (NTB), Flores (NTT)
  78. Lichmera monticola (Isap-madu Seram atau Seram Honeyeater), endemik pulau Seram (Maluku)
  79. Lichmera notabilis (Isap-madu Wetar atau Black-chested Honeyeater), endemik pulau Wetar (NTT)
  80. Lichmera squamata (Isap-madu Babar atau White-tufted Honeyeater), endemik pulau Wetar (NTT), Romang, Leti, Damar, Babar, Kep. Tanimbar, Kep. Kai (Maluku)
  81. Lonchura ferruginosa (Bondol Oto-hitam atau White-capped Munia), endemik pulau Jawa, Bali
  82. Lonchura leucogastroides (Bondol Jawa atau Javan Munia), endemik pulau Jawa, Sumatera, Bali, Lombok
  83. Lonchura teerinki (Bondol Dada-hitam atau Black-breasted Munia), endemik pulau Papua
  84. Lonchura vana (Bondol Arfak atau Grey-banded Munia), endemik pulau Papua Barat
  85. Lophozosterops dohertyi (Opior Flores atau Crested White-eye), endemik pulau Sumbawa (NTB), Flores, Lembata (NTT)
  86. Lophozosterops javanicus (Opior Jawa atau Javan Grey-throated White-eye), endemik pulau Jawa, Bali
  87. Lophozosterops pinaiae (Opior Kepala-abu atau Grey-hooded White-eye), endemik pulau Seram
  88. Lophozosterops squamiceps (Opior Sulawesi atau Streaky-headed White-eye), endemik pulau Sulawesi
  89. Lophozosterops superciliaris (Opior Flores atau Yellow-browed White-eye), endemik pulau Sumbawa (NTB), Flores (NTT)
  90. Lophura hoogerwerfi (Sempidan Aceh atau Hoogerwerf’s Pheasant), endemik pulau Sumatera
  91. Lophura inornata (Sempidan Sumatera atau Salvadori’s Pheasant), endemik pulau Sumatera
  92. Loriculus amabilis (Serindit Maluku atau Moluccan Hanging-parrot), endemik pulau Halmahera, Morotai, Bacan, Kasiruta (Maluku Utara)
  93. Loriculus catamene (Serindit Sangihe atau Sangihe Hanging-parrot), endemik pulau Sangihe (Sulawesi Utara)
  94. Loriculus exilis (Serindit Paruh-merah atau Pygmy Hanging-parrot), endemik pulau Sulawesi, Buton
  95. Loriculus flosculus (Serindit Flores atau Flores Hanging-parrot), endemik pulau Flores dan pulau sekitar (NTT)
  96. Loriculus pusillus (Serindit Jawa atau Yellow-throated Hanging-parrot), endemik pulau Jawa, Bali
  97. Loriculus sclateri (Serindit Sula atau Sula Hanging-parrot), endemik pulau Peleng, Banggai (Sulawesi Tengah), Taliabu, Mangoli, Sulabes (Kep. Sula, Maluku Utara)
  98. Loriculus stigmatus (Serindit Sulawesi atau Sulawesi Hanging-parrot), endemik pulau Sulawesi, Kep. Togian, Muna, Buton
  99. Lorius domicella (Kasturi Tengkuk-ungu atau Purple-naped Lory), endemik pulau Seram, Ambon, Saparua, Haruku (Maluku)
  100. Lorius garrulus (Kasturi Ternate atau Chattering Lory), endemik pulau Morotai, Rau, Halmahera, Widi, Ternate, Bacan and Obi (Maluku Utara)

Itulah 100 burung endemik kedua (Halaman Kedua) dalam daftar burung endemik Indonesia. Untuk melihat daftar selengkapnya, klik tulisan “Halaman Sebelumnya” atau “Halaman Berikutnya” di bawah ini.

<< HALAMAN SEBELUMNYA | HALAMAN BERIKUTNYA >>

Iklan

Tentang alamendah

Panggil saja saya Alamendah, tinggal di Pati, Jawa Tengah, Indonesia. Seorang biasa yang ingin berbagi dengan sobat.
Pos ini dipublikasikan di burung, satwa dan tag , , , , , . Tandai permalink.

6 Balasan ke Daftar 400+ Burung Endemik Indonesia

  1. LAJUPU berkata:

    saya punya kacer, kok disini ga nemu ya

    • alamendah berkata:

      Kacer bukan burung endemik Indonesia, Bos. Meskipun asli Indonesia namun secara alami juga tersebar di negara-negara lain seperti Bangladesh, Bhutan, Brunei Darussalam, China, India, Kambodia, Laos, Malaysia, Myanmar, Nepal, Pakistan, Philippines, Singapura, Srilanka, Thailand, dan Vietnam.

  2. Gunung Cikuray berkata:

    Banyak ternyata burung endemik di Indonesia. Semoga terus lestari

  3. toldovangoughk@gmail.com berkata:

    Pada bagian ini Black-and-white Laughingthrush atau Poksai Sumatra (Garrulax bicolor) tidak ada di dalam list, dan untuk Indonesian Honeyeater atau Sedap-madu Coklat (Lichmera limbata) bukan endemik Indonesia lagi karena penyebarannya masuk ke wilayah Timor Timur…Trims

  4. toldovangoughk berkata:

    Tambahan…Dusky Scrubfowl (Megapodius freycinet), Forsten’s Scrubfowl (Megapodius forstenii), Black-billed Koel (Eudynamys melanorhynchus), Javan Flameback (Chrysocolaptes strictus), Javan Yellownape (Chrysophlegma mentale), Red-crested Woodpecker (Hemicircus concretus), Sumatran Woodpecker (Picus dedemi), Foja Parotia (Parotia berlepschi), Sulawesi Leaf Warbler (Phylloscopus sarasinorum), dan Sulawesi Streaked Flycatcher (Muscicapa sodhii) tidak ada dalam daftar. Great-billed Parrot (Tanygnathus megalorynchos) menurut saya merupakan burung endemik Indonesia juga karena tidak masuk ke wilayah Timor Timur dan mungkin juga hasil intruoductions pada Pulau Balut dan Sarangani, dekat Pulau Mindanao, Filipina dan Silvery Pigeon (Columba argentina) kemungkinan menjadi endemik Indonesia karena tidak ditemukan kembali jenis burung ini di Malaysia dan sekarang hanya dapat dijumpai pada P. Simeulue; P. Bojo (Kep. Batu) dan P. Masokut dan P. Simaimu (Siberut Selatan). Selanjutnya, pada bagian 4 Ptilinopus subgularis (22) dan Ramphiculus subgularis (38) merupakan spesies burung yang sama…

Tulis Komentar Sobat

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.