Daftar 400+ Burung Endemik Indonesia

BAGIAN KEEMPAT (301 – 425)

Lanjutan (Halaman Keempat) dari daftar burung endemik Indonesia. Untuk memperingan pemuatan (loading) halaman, artikel ini dibagi dalam beberapa halaman. Klik tulisan “Halaman Sebelumnya” atau “Halaman Berikutnya” di bagian bawah artikel ini.

  1. Pitta maxima (Paok Halmahera atau Ivory-breasted Pitta), endemik pulau Halmahera, Morotai, Bacan, Kasiruta, Bisa, Obi (Maluku Utara)
  2. Pitta schneideri (Paok Schneider atau Schneider’s Pitta), endemik pulau Sumatera
  3. Pitta venusta (Paok Topi-hitam atau Graceful Pitta), endemik pulau Sumatera
  4. Polyplectron chalcurum (Kuau-kerdil Sumatera atau Bronze-tailed Peacock-pheasant), endemik pulau Sumatera
  5. Prinia familiaris (Perenjak Jawa atau Bar-winged Prinia), endemik pulau Sumatera, Jawa, Bali
  6. Prioniturus flavicans (Kring-kring Dada-kuning atau Yellowish-breasted Racquet-tail), endemik pulau Sulawesi, Kep. Togian
  7. Prioniturus mada (Kring-kring Buru atau Buru Racquet-tail), endemik pulau Buru (Maluku)
  8. Prioniturus platurus (Kring-kring Bukit atau Golden-mantled Racquet-tail), endemik pulau Sulawesi, Karangetang, Karangkelong, Kep. Togian, Kep. Banggai, Muna, Buton (Sulawesi), Mangoli, Taliabu (Maluku Utara)
  9. Psaltria exilis (Cerecet Jawa atau Pygmy Tit), endemik pulau Jawa
  10. Psilopogon armillaris (Takur Tohtor atau Flame-fronted Barbet), endemik pulau Jawa, Bali
  11. Psilopogon australis (Takur Telinga-kuning atau Yellow-eared Barbet), endemik pulau Jawa, Bali
  12. Psilopogon corvinus (Takur Bututut atau Brown-throated Barbet), endemik pulau Jawa
  13. Psilopogon javensis (Takur Tulung-tumpuk atau Black-banded Barbet), endemik pulau Jawa, Bali
  14. Psittaculirostris desmarestii (Nuri-ara Besar atau Large Fig-parrot), endemik pulau Papua, Misool, Salawati (Papua)
  15. Psittaculirostris salvadorii (Nuri-ara Salvadori atau Salvadori’s Fig-parrot), endemik pulau Papua
  16. Ptilinopus dohertyi (Walik Rawamanu atau Red-naped Fruit-dove), endemik pulau Sumba (NTT)
  17. Ptilinopus fischeri (Walik Ruping-merah atau Red-eared Fruit Dove), endemik pulau Sulawesi
  18. Ptilinopus granulifrons (Walik Benjol atau Carunculated Fruit-dove), endemik pulau Obi (Maluku Utara)
  19. Ptilinopus hyogastrus (Walik Kepala-kelabu atau Grey-headed Fruit-dove), endemik pulau Morotai, Halmahera, Ternate, Tidore, Bacan, Kasiruta (Maluku Utara)
  20. Ptilinopus monacha (Walik Topi-biru atau Blue-capped Fruit-dove), endemik pulau Halmahera, Morotai, Bacan, Obi, dan pulau sekitar (Maluku Utara)
  21. Ptilinopus porphyreus (Walik Kepala-ungu atau Pink-headed Fruit-dove), endemik pulau Jawa, Sumatera, Bali
  22. Ptilinopus subgularis (Walik Malomiti atau Maroon-chinned Fruit Dove), endemik pulau Sulawesi, Kep. Banggai, Kep. Sula (Sulawesi)
  23. Ptilinopus wallacii (Walik Wallacea atau Wallace’s Fruit-dove), endemik pulau Kep. Kai, Kep. Tanimbar, Babar (Maluku)
  24. Ptiloprora erythropleura (Isap-madu Panggul-merah atau Rufous-sided Honeyeater), endemik pulau Papua
  25. Psittacella lorentzi (Snow Mountain Tiger-parrot), endemik pulau Papua
  26. Psittinus abbotti (Nuri Simeulue atau Simeulue Parrot), endemik pulau Simeulue, Siumat (Sumatera)
  27. Ptilinopus ornatus (Walik Buma atau Western Ornate Fruit-dove), endemik pulau Papua
  28. Ptilinopus speciosus (Geelvink Fruit-dove), endemik pulau Biak, Numfoor (Papua)
  29. Ptilinopus temminckii (Western Superb Fruit-dove), endemik pulau Sulawesi, Kep. Togean, Kep. Banggai Buton, Muna, Kabaina, Wowoni, Selayar (Sulawesi)
  30. Pycnonotus bimaculatus (Cucak Gunung atau Orange-spotted Bulbul), endemik pulau Sumatera, Jawa, Bali
  31. Pycnonotus leucogrammicus (Cucak Kerinci atau Cream-striped Bulbul), endemik pulau Sumatera
  32. Pycnonotus tympanistrigus (Cucak Mutiara atau Spot-necked Bulbul), endemik pulau Sumatera
  33. Rallina leucospila (Mandar-gunung Garis-putih atau White-striped Forest-rail), endemik pulau Papua
  34. Ramphiculus epius (Walik Dagu-maroon atau Maroon-chinned Fruit-dove), endemik pulau Sulawesi
  35. Ramphiculus fischeri (Walik Telinga-merah atau Red-eared Fruit-dove), endemik pulau Sulawesi
  36. Ramphiculus mangoliensis (Walik Sula atau Sula Fruit-dove), endemik pulau Mangoli, Taliabu (Sulawesi)
  37. Ramphiculus meridionalis (Walik Lompobattang atau Lompobattang Fruit-dove), endemik pulau Sulawesi
  38. Ramphiculus subgularis (Walik Banggai atau Banggai Fruit-dove), endemik pulau Kep. Banggai (Sulawesi)
  39. Rhabdotorrhinus exarhatus (Kangkareng Sulawesi atau Sulawesi Hornbill), endemik pulau Sulawesi, Muna, Buton, Wowoni
  40. Rhamphococcyx calyorhynchus (Kadalan Sulawesi atau Yellow-billed Malkoha), endemik pulau Sulawesi, Kep. Togian, Buton
  41. Rhinomyias additus (Sikep-madu Buru atau Streaky-breasted Jungle-flycatcher), endemik pulau Buru (Maluku)
  42. Rhinomyias colonus (Sikatan-rimba Sula atau Henna-tailed Jungle-flycatcher), endemik pulau Sulawesi, Kep. Banggai (Sulawesi), Kep. Sula (Maluku Utara)
  43. Rhinomyias oscillans (Sikatan-rimba Coklat-muda atau Russet-backed Jungle-flycatcher), endemik pulau Sumbawa (NTB), Flores, Sumba (NTT)
  44. Rhipidura dedemi (Kipasan Seram atau Streaky-breasted Fantail), endemik pulau Seram (maluku)
  45. Rhipidura diluta (Kipasan Flores atau Brown-capped Fantail), endemik pulau Sumbawa (NTB), Flores (NTT)
  46. Rhipidura euryura (Kipasan Bukit atau White-bellied Fantail), endemik pulau Jawa
  47. Rhipidura fuscorufa (Kipasan Ekor-coklat atau Cinnamon-tailed Fantail), endemik pulau Kep. Tanimbar, Babar (Maluku)
  48. Rhipidura opistherythra (Kipasan Tanimbar atau Long-tailed Fantail), endemik pulau Kep. Tanimbar (Maluku)
  49. Rhipidura phoenicura (Kipasan Ekor-merah atau Rufous-tailed Fantail), endemik pulau Jawa
  50. Rhipidura superflua (Kipasan Buru atau Tawny-backed Fantail), endemik pulau Buru (Maluku)
  51. Rhipidura teysmanni (Kipasan Sulawesi atau Rusty-bellied Fantail), endemik pulau Sulawesi, Taliabu, Mangoli (Maluku)
  52. Rhyticeros cassidix (Julang Sulawesi atau Knobbed Hornbill), endemik pulau Sulawesi, Togian, Muna, Butung
  53. Rhyticeros everetti (Julang Sumba atau Sumba Hornbill), endemik pulau Sumba
  54. Rimator albostriatus (Berencet sumatera atau Sumatran Wren-babbler), endemik pulau Sumatera
  55. Scissirostrum dubium (Jalak Tungging-merah atau Finch-billed Myna), endemik pulau Sulawesi, Kep. Togian, Kep. Banggai, Buton, Wowoni
  56. Scolopax celebensis (Berkik-gunung Sulawesi atau Sulawesi Woodcock), endemik pulau Sulawesi
  57. Scolopax rochussenii (Berkik-gunung Maluku atau Moluccan Woodcock), endemik pulau Obi, Bacan (Maluku Utara)
  58. Scolopax saturata (Berkik-gunung Merah atau Javan Woodcock), endemik pulau Jawa, Sumatera
  59. Seicercus grammiceps (Cikrak Muda atau Sunda Warbler), endemik pulau Sumatera, Jawa, Bali
  60. Semioptera wallacii (Bidadari Halmahera atau Standardwing), endemik pulau Halmahera, Kasiruta, Bacan (maluku Utara)
  61. Sericornis rufescens (Sericornis Vogelkop atau Vogelkop Scrubwren), endemik pulau Papua Barat
  62. Sphecotheres hypoleucus (Burung-ara Wetar atau Wetar Figbird), endemik pulau Wetar (NTT)
  63. Spilornis rufipectus (Elang-ular Sulawesi atau Sulawesi Serpent-eagle), endemik pulau Sulawesi, Sangihe, Kep. Togian, Kep. Banggai, Muna, Buton, Selayar (Sulawesi), Kep. Sula (Maluku Utara)
  64. Stachyris grammiceps (Tepus Dada-putih atau White-breasted Babbler), endemik pulau Jawa
  65. Stachyris melanothorax (Tepus Pipi-perak atau Crescent-chested Babbler), endemik pulau Jawa, Bali
  66. Stachyris thoracica (Tepus Leher-putih atau White-bibbed Babbler), endemik pulau Jawa, Bali
  67. Streptocitta albertinae (Blibong Sula atau Bare-eyed Myna), endemik pulau Kep. Sula (Maluku Utara), Kep. Banggai (Sulawesi)
  68. Streptocitta albicollis (Blibong Pendeta atau White-necked Myna), endemik pulau Sulawesi, Kep. Togian, Muna, Buton
  69. Sturnus melanopterus (Jalak Putih atau Black-winged Starling), endemik pulau Jawa, Bali, Lombok (NTB)
  70. Surniculus musschenbroeki (Kedasi Maluku atau Moluccan Drongo-cuckoo), endemik pulau Sulawesi, Buton (Sulawesi), Halmahera, Bacan, Obi (Maluku Utara)
  71. Talegalla cuvieri (Maleo Kamur atau Red-billed Brush-turkey), endemik pulau Papua Barat dan pulau sekitar
  72. Tanygnathus gramineus (Betet-kelapa Buru atau Black-lored Parrot), endemik pulau Buru (Maluku)
  73. Tanysiptera carolinae (Cekakak-pita Numfor atau Numfor Paradise-kingfisher), endemik pulau Numfor (Papua)
  74. Tanysiptera ellioti (Cekakak-pita Kofiau atau Kofiau Paradise-kingfisher), endemik pulau Kofiau (Kep. Raja Ampat, Papua)
  75. Tanysiptera riedelii (Cekakak-pita Biak atau Biak Paradise-kingfisher), endemik pulau Biak (Papua)
  76. Tephrozosterops stalkeri (Opior Dwi-warna atau Bicoloured White-eye), endemik pulau Seram (maluku)
  77. Tesia everetti (Tesia Timor atau Russet-capped Tesia), endemik pulau Jawa
  78. Tesia superciliaris (Tesia Jawa atau Javan Tesia ), endemik pulau Jawa
  79. Todirhamphus diops (Cekakak Putih-biru atau Blue-and-white Kingfisher), endemik pulau Halmahera, Morotai, Ternate, Tidore, Bacan, Obi (Maluku Utara)
  80. Todirhamphus enigma (Cekakak Talaud atau Talaud Kingfisher), endemik pulau Karakelong, Saliabu (Kep. Talaud, Sulawesi Utara)
  81. Todirhamphus funebris (Cekakak Murung atau Sombre Kingfisher), endemik pulau Halmahera (Maluku Utara)
  82. Todirhamphus lazuli (Cekakak Lazzuli atau Lazuli Kingfisher), endemik pulau Seram, Ambon, Haruku (Maluku)
  83. Treron aromaticus (Punai Buru atau Buru Green-pigeon), endemik pulau Buru (Maluku)
  84. Treron floris (Punai Flores atau Flores Green-pigeon), endemik pulau Lombok, Sumbawa, Flores, Besar, Solor, Lembata, Pantar, Alor (Nusa Tenggara)
  85. Treron griseicauda (Punai Penganten atau Grey-cheeked Green-pigeon), endemik pulau Jawa, Bali, Sulawesi (dan pulau kecil sekitarnya), Kep. Sula (Maluku Utara)
  86. Treron oxyurus (Punai Salung atau Sumatran Green-pigeon), endemik pulau Jawa, Sumatera
  87. Treron teysmannii (Punai Sumba atau Sumba Green-pigeon), endemik pulau Sumba (NTT)
  88. Trichastoma buettikoferi (Pelanduk Sumatera atau Sumatran Babbler), endemik pulau Sumatera
  89. Trichastoma celebense (Pelanduk Sulawesi atau Sulawesi Babbler), endemik pulau Sulawesi, Kep. Togian, Muna, Buton, Wowoni, Kabaina, Selayar
  90. Trichoglossus flavoviridis (Perkici Kuning-hijau atau Yellow-and-green Lorikeet), endemik pulau Taliabu, Mangoli (Maluku Utara)
  91. Trichoglossus forsteni (Perkici Dada-merah atau Scarlet-breasted Lorikeet), endemik pulau Bali, Lombok, Sumbawa (NTB), Jampea, Kalaotoa (Sulawesi)
  92. Trichoglossus meyeri (Mustard-capped Lorikeet), endemik pulau Sulawesi
  93. Trichoglossus ornatus (Perkici Dora atau Ornate Lorikeet), endemik pulau Sulawesi, Kep. Togian, Kep. Banggai, Muna, Buton, Wangiwangi
  94. Trichoglossus rosenbergii (Perkici Biak atau Biak Lorikeet), endemik pulau Biak, Supiori (Papua)
  95. Trichoglossus weberi (Perkici Flores atau Flores Lorikeet), endemik pulau Flores (NTT)
  96. Turacoena manadensis (Merpati-hitam Sulawesi atau White-faced Cuckoo-dove), endemik pulau Sulawesi, Kep. Togian, Peleng, Muna, Buton (Sulawesi), Kep. Sula (Maluku Utara)
  97. Turdinus rufipectus (Berencet Dada-karat atau Rusty-breasted Wren-babbler), endemik pulau Sumatera
  98. Turnix everetti (Gemak Sumba atau Sumba Buttonquail), endemik pulau Sumba (NTT)
  99. Tyto almae ( Serak Seram atau Seram Masked-owl ), endemik pulau Seram (maluku)
  100. Tyto inexspectata (Serak Minahasa atau Minahassa Masked-owl), endemik pulau Sulawesi
  101. Tyto nigrobrunnea (Serak Taliabu atau Taliabu Masked-owl), endemik pulau Kep. Sula (Maluku Utara)
  102. Tyto rosenbergii (Serak Sulawesi atau Sulawesi Masked-owl), endemik pulau Sulawesi, Kep. Banggai, Buton
  103. Vanellus macropterus (Trulek Jawa atau Javan Lapwing), endemik pulau Jawa
  104. Zoothera dumasi (Anis Maluku atau Buru Thrush), endemik pulau Buru (Maluku)
  105. Zoothera erythronota (Anis Punggung-merah atau Red-backed Thrush), endemik pulau Sulawesi, Buton, Kabaina
  106. Zoothera joiceyi (Anis Seram atau Seram Thrush), endemik pulau Seram (maluku)
  107. Zoothera leucolaema (Anis Enggano atau Enggano Thrush), endemik pulau Enggano (Bengkulu)
  108. Zoothera machiki (Anis Larat atau Fawn-breasted Thrush), endemik pulau Jamdena, Larat (Kep. Tanimbar, Maluku)
  109. Zoothera mendeni (Anis Menden atau Red-and-black Thrush), endemik pulau Peleng (Kep. Banggai, Sulawesi), Taliabu (Maluku Utara)
  110. Zoothera schistacea (Anis Tanimbar atau Slaty-backed Thrush), endemik pulau Jamdena, Larat (Kep. Tanimbar, Maluku)
  111. Zosterops anomalus (Kacamata Makasar atau Lemon-throated White-eye), endemik pulau Sulawesi
  112. Zosterops atriceps (Kacamata Halmahera atau Creamy-throated White-eye), endemik pulau Halmahera, Morotai, Bacan, Obi (Maluku Utara)
  113. Zosterops atrifrons (Kacamata Dahi-hitam atau Black-crowned White-eye), endemik pulau Sulawesi dan Kep. Banggai, Kep. Sula (Maluku Utara)
  114. Zosterops buruensis (Kacamata-kuning Buru atau Buru Yellow White-eye), endemik pulau Buru (Maluku)
  115. Zosterops chloris (Kacamata Laut atau Lemon-bellied White-eye), endemik pulau Bangka (Sumatera), Bawean, Kangean (Jawa), Lombok, Sumbawa NTB), Flores dan sekitar (NTT), Sulawesi, Kep. Selayar, Kep. Tukang Besi (Sulawesi), Seram, Kep. Kai, Gorong, (Maluku), Kofiau (Raja Ampat, Papua)
  116. Zosterops consobrinorum (Kacamata Sulawesi atau Pale-bellied White-eye), endemik pulau Sulawesi, Buton, Kabaina
  117. Zosterops grayi (Kacamata Kai-besar atau Pearl-bellied White-eye), endemik pulau Kai Besar (Kep. Kai, Maluku)
  118. Zosterops kuehni (Kacamata-kuning Ambon atau Ambon Yellow White-eye), endemik pulau Ambon (Maluku)
  119. Zosterops mysorensis ( Kacamata Biak atau Biak White-eye), endemik pulau Biak (Papua)
  120. Zosterops nehrkorni (Kacamata Sangihe atau Sangihe White-eye), endemik pulau Sangihe (Sulawesi Utara)
  121. Zosterops salvadorii (Kacamata Enggano atau Enggano White-eye), endemik pulau Enggano (Bengkulu)
  122. Zosterops somadikartai (Kacamata Togian atau Togian White-eye), endemik pulau Kep. Togean (Sulawesi Tengah)
  123. Zosterops stalkeri (Kacamata Seram atau Seram White-eye), endemik pulau Seram (maluku)
  124. Zosterops uropygialis (Kacamata Kai-kecil atau Golden-bellied White-eye), endemik pulau Kai Kecil, Tual (kep. Kai, Maluku)
  125. Zosterops wallacei (Kacamata Wallacea atau Yellow-spectacled White-eye), endemik pulau Sumbawa (NTB), Komodo, Rinca, Flores, Sumba, Solor, Adohara, Lembata (NTT)

Itulah daftar burung endemik Indonesia.

<< HALAMAN SEBELUMNYA | HALAMAN BERIKUTNYA >>

Tentang alamendah

Panggil saja saya Alamendah, tinggal di Pati, Jawa Tengah, Indonesia. Seorang biasa yang ingin berbagi dengan sobat.
Pos ini dipublikasikan di burung, satwa dan tag , , , , , . Tandai permalink.

6 Balasan ke Daftar 400+ Burung Endemik Indonesia

  1. LAJUPU berkata:

    saya punya kacer, kok disini ga nemu ya

    • alamendah berkata:

      Kacer bukan burung endemik Indonesia, Bos. Meskipun asli Indonesia namun secara alami juga tersebar di negara-negara lain seperti Bangladesh, Bhutan, Brunei Darussalam, China, India, Kambodia, Laos, Malaysia, Myanmar, Nepal, Pakistan, Philippines, Singapura, Srilanka, Thailand, dan Vietnam.

  2. Gunung Cikuray berkata:

    Banyak ternyata burung endemik di Indonesia. Semoga terus lestari

  3. toldovangoughk@gmail.com berkata:

    Pada bagian ini Black-and-white Laughingthrush atau Poksai Sumatra (Garrulax bicolor) tidak ada di dalam list, dan untuk Indonesian Honeyeater atau Sedap-madu Coklat (Lichmera limbata) bukan endemik Indonesia lagi karena penyebarannya masuk ke wilayah Timor Timur…Trims

  4. toldovangoughk berkata:

    Tambahan…Dusky Scrubfowl (Megapodius freycinet), Forsten’s Scrubfowl (Megapodius forstenii), Black-billed Koel (Eudynamys melanorhynchus), Javan Flameback (Chrysocolaptes strictus), Javan Yellownape (Chrysophlegma mentale), Red-crested Woodpecker (Hemicircus concretus), Sumatran Woodpecker (Picus dedemi), Foja Parotia (Parotia berlepschi), Sulawesi Leaf Warbler (Phylloscopus sarasinorum), dan Sulawesi Streaked Flycatcher (Muscicapa sodhii) tidak ada dalam daftar. Great-billed Parrot (Tanygnathus megalorynchos) menurut saya merupakan burung endemik Indonesia juga karena tidak masuk ke wilayah Timor Timur dan mungkin juga hasil intruoductions pada Pulau Balut dan Sarangani, dekat Pulau Mindanao, Filipina dan Silvery Pigeon (Columba argentina) kemungkinan menjadi endemik Indonesia karena tidak ditemukan kembali jenis burung ini di Malaysia dan sekarang hanya dapat dijumpai pada P. Simeulue; P. Bojo (Kep. Batu) dan P. Masokut dan P. Simaimu (Siberut Selatan). Selanjutnya, pada bagian 4 Ptilinopus subgularis (22) dan Ramphiculus subgularis (38) merupakan spesies burung yang sama…

Tulis Komentar Sobat

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.