Anggrek Kalajengking (Arachnis flos-aeris) Si Unik Pembawa Sial

Namanya Anggrek Kalajengking atau Arachnis flos-aeris. Bentuknya unik karena memiliki bunga yang mirip hewan kalajengking. Dan mitosnya, anggrek unik dan harum ini mampu membawa sial dan kesusahan hidup bagi setiap orang yang memeliharanya. Benarkah?

Di Indonesia anggrek ini dikenal dengan nama anggrek kalajengking atau anggrek ketonggeng. Dalam bahasa Inggris dikenal sebagai scorpion orchid. Nama latin tanaman hias ini adalah Arachnis flos-aeris (L.) Rchb.f. dengan beberapa nama sinonim seperti Aerides arachnites Sw., Aerides matutina Willd., Arachnanthe flos-aeris (L.) J.J.Sm., Arachnanthe moschifera (Blume) Blume, Arachnis flos-aeris var. gracilis Holttum, Arachnis moschifera Blume, Epidendrum aerosanthum St.-Lag., Epidendrum flos-aeris L., Limodorum flos-aeris (L.) Sw., Renanthera arachnites (Sw.) Lindl., Renanthera flos-aeris (L.) Rchb.f., Renanthera moschifera (Blume) Knuth, dan Renanthera moschifera (Blume) Hassk.

Baca lebih lanjut

Dipublikasi di flora | Tag , , , | 6 Komentar

Apa Perbedaan Kera dan Monyet?

Banyak yang bingung dan mengajukan pertanyaan, apa perbedaan kera dan monyet? Apakah antara keduanya, kera dan monyet, memiliki perbedaan atau justru sama? Hasilnya, tidak sedikit yang kebingungan dan saling tertukar dalam menyebut keduanya.

Monyet dan kera memang sama-sama hewan mammalia (menyusui) dari ordo Primata (Primates). Ordo ini termasuk hewan lemur, tarsius, monyet, kera, dan manusia. Untuk tarsius dan lemur memang lebih gampang dibedakan, baik dari ukuran tubuh maupun bentuk fisiknya. Namun untuk kera dan monyet sering kali saling tertukar dalam penggunaannya.

Baca lebih lanjut

Dipublikasi di primata, satwa | Tag , , | 9 Komentar

Kuskus Tutul Biak (Spilocuscus wilsoni) Si Mata Biru Langka

Satu lagi binatang paling langka di Indonesia, Kuskus Tutul Biak atau Kuskus Tutul Bermata Biru (Spilocuscus wilsoni). Hewan marsupial (hewan berkantung) ini merupakan satu diantara hewan-hewan paling langka dan terancam punah di Indonesia. Status konservasinya berdasarkan IUCN Red List adalah Critically Endangered (CR, Kritis). Kuskus Tutul Biak yang memiliki mata biru ini pun merupakan hewan endemik Indonesia yang hanya bisa dijumpai di pulau Pulau Biak dan Pulau Supiori di daerah Teluk Cenderawasih di Papua Barat.

Kuskus Tutul Biak atau kerap disebut juga sebagai Kuskus Tutul Bermata Biru dalam bahasa Inggris dinamai sebagai Blue-eyed Spotted Cuscus atau Biak Spotted Cuscus. Nama latin hewan dari famili Phalangeridae ini adalah Spilocuscus wilsoni Helgen & Flannery, 2004. Masih bersaudara dekat dengan Kuskus tutul hitam (Spilocuscus rufoniger) yang sama-sama terancam punah.

Baca lebih lanjut

Dipublikasi di satwa | Tag , , , , , | 3 Komentar

Peringatan Hari Konservasi Alam Nasional

Tanggal 10 Agustus diperingati sebagai Hari Konservasi Alam Nasional. Peringatan Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN) ini pertama kali diselenggarakan pada tanggal 10 Agustus 2009. Presiden RI kala itu, Soesilo Bambang Yudhoyono, menetapkannya dengan Keppres No. 22 tahun 2009. Hingga pada tahun 2015 ini, Hari Konservasi Alam Nasional akan diperingati untuk yang keenam kalinya.

Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN) merupakan salah satu hari peringatan lingkungan hidup di Indonesia. Penyelenggaan hari peringatan ini sebagai upaya kampanye kepada masyarakat akan pentingnya konservasi alam bagi kesejahteraan masyarakat. Pelaksanaan peringatan ini dikoordinir oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Baca lebih lanjut

Dipublikasi di lingkungan hidup | Tag , | 3 Komentar