Ular King Kobra (Ophiophagus hannah) Raja Ular Berbisa

Ular king kobra atau Ophiophagus hannah sering dianggap sebagai raja ular berbisa yang paling mematikan. Padahal bisa ular king kobra yang di Indonesia disebut juga ular tedung atau ular anang, menurut beberapa sumber yang dilansir Alamendah, dianggap tidak sebahaya gigitan ular kobra atau ular sendok (Naja sp.) dan ular welang (Bungarus fasciatus). Penamaan king kobra (raja kobra) lebih kepada ukurannya yang merupakan ular berbisa terpanjang dan jumlah bisa terbanyak di dunia.

Ular king kobra di Indonesia dikenal juga sebagai ular tedung, ular anang, ular lanang (Jawa), oray totog (Sunda), ular tedung abu, tedung selor (Kalimantan). Nama hewan ini dalam bahasa Inggris selain king kobra disebut juga sebagai hamadryad.

Dalam bahasa latin ular king kobra dinamai Ophiophagus hannah (Cantor, 1836) dengan berbagai sinomin diantaranya Dendraspis bungarus (Schlegel), Dendraspis hannah (Cantor), Hamadryas elaps Günther, Hamadryas hannah Cantor, Hamadryas ophiophagus Cantor, Naja bungarus Schlegel, Naja hannah (Cantor), Naja ingens Van Hasselt, Naja vittata Elliott, dan Ophiophagus elaps(Günther).

Ular King Kobra (Ophiophagus hannah)

Ular King Kobra (Ophiophagus hannah) saat menegakkan lehernya

Diskripsi, Ciri, dan Perilaku. Ular king kobra merupakan ular berbisa terpanjang dengan panjang tubuh hingga mencapai 5 meter, meskipun umumnya hanya sekitar 3-4 meter saja. Ciri khas ular ini adalah saat terancam mampu menegakkan dan memipihkan lehernya, meskipun kemampuan ini juga dipunyai oleh ular sejenis dari genus Naja sp. yang di Indonesia sering disebut ular sendok.

Di Indonesia king kobra memiliki ciri umum berwarna hitam atau coklat tua dengan bagian kepala yang cenderung berwarna lebih terang. Sisik bawah tubuh berwarna keabuan atau kecoklatan, kecuali dada dan leher yang berwarna kuning cerah atau krem dengan pola belang hitam tak teratur, yang nampak jelas ketika ular ini mengangkat dan membentangkan lehernya.

Makanan ular king kobra atau anang adalah berbagai jenis ular baik yang berbisa maupun tidak dan kadal. Ular ini berburu dengan mengandalkan indera penciuman dan penglihatannya yang tajam. Konon dengan kedua indera itu ular king kobra mampu mengawasi mangsanya dari jarak 100 meter.

Ular king kobra merupakan ular berbisa yang memiliki racun berjenis haemotoxcin dan neurotoxcin. Racun ini menyerang sistem saraf dan menimbulkan rasa sakit yang amat sangat, pandangan yang mengabur, vertigo, dan kelumpuhan otot. Kemudian korban akan mengalami kegagalan sistem kardiovaskular, yang jika dibiarkan dapat mengakibatkan kematian. Namun berbeda dengan ular sendok (Naja sp.) ular king kobra tidak dapat menyemburkan bisanya.

Kemampuan mengeluarkan bisa ular king kobra atau tedung juga sangat besar dan jauh lebih banyak dari ular sejenis. Dalam satu kali gigitan ular ini dapat mengeluarkan sejumlah bisa yang cukup untuk membunuh hingga 10 orang sekaligus bahkan seekor gajah sekalipun. Meskipun biasanya jarang mengeluarkan kesemua bisanya dalam sekali gigitan.

Persebaran, Habitat, dan Konservasi. Sebagaimana dilansir Alamendah’s Blog dari situs IUCN Redlist, ular king kobra tersebar mulai dari India di barat, Bhutan, Bangladesh, Burma, Kamboja, Cina selatan, Laos, Thailand, Vietnam, Semenanjung Malaya, Kepulauan Andaman, Indonesia dan Filipina. Di Indonesia, ular king kobra atau ular tedung dapat dijumpai di Sumatera, Kalimantan, Jawa, Bali, dan Sulawesi).

Ular king kobra menghuni aneka habitat, mulai dari hutan dataran rendah, rawa-rawa, semak belukar, hutan pegunungan, lahan pertanian, perkebunan, persawahan, dan daerah pemukiman. Mampu hidup mulai dari daerah dekat pantai hingga ketinggian 1.800 m dpl.

Populasinya semakin hari semakin menurun akibat kerusakan habitat utamanya yang disebabkan oleh berkurangnya luas hutan. Karena itu king kobra terdaftar dalam status vulnerable IUCN Redlist dan Apendiks II CITES.

Satu yang pasti, meskipun ular king kobra, tedung, anang, lanang, oray totog, ataupun hamadryad namanya, meskipun memiliki bisa mematikan dan cenderung agresif, tetapi Alamendah yakin ular bernama latin Ophiophagus hannah ini hanya akan mennyerang manusia jika merasa terganggu, terancam, dan terpojok. Makanya tidak usah bermain-main dengan ular dan biarkan mereka bercumbu di alam liar dengan bebas.

Klasifikasi ilmiah: Kerajaan: Animalia; Filum: Chordata; Kelas: Reptilia; Ordo: Squamata; Famili: Elapidae; Genus: Ophiophagus; Spesies: Ophiophagus hannah.

Referensi dan gambar:

Baca artikel tentang hewan dan alam lainnya:

avatar Tidak diketahui

About alamendah

Panggil saja saya Alamendah, tinggal di Pati, Jawa Tengah, Indonesia. Seorang biasa yang ingin berbagi dengan sobat.
Pos ini dipublikasikan di satwa dan tag , , , , , , , . Tandai permalink.

59 Responses to Ular King Kobra (Ophiophagus hannah) Raja Ular Berbisa

  1. avatar Adi Nugroho Adi Nugroho berkata:

    huwee serem, tapi kok di jawa namanya ular lanang? Di daerahku ya bilangnya ular kobra atau ular sendok..

    • avatar alamendah alamendah berkata:

      Ular kobra atau ular sendok lebih merujuk pada jenis ular dari genus >i>Naja (di Indonesia yang umum adalah spesies Naja sumatrana, Naja sputatrix). Seperti King kobra, ular sendok atau kobra juga bisa memipihkan dan menegakkan lehernya.
      Bedanya, jenis ular dari genus Naja bisa menyemburkan bisanya dan makanannya adalah binatang2 kecil seperti binatang pengerat dan burung.
      Kalau King kobra tidak menyemburkan bisa dan makanannya adalah ular yang lebih kecil.

  2. avatar Bang Iwan Bang Iwan berkata:

    Baru lihat gambarnya aja sudah takut, apalagi aslinya.

  3. ini binatang yang saya takuti. :mrgreen:

  4. avatar Republican Wasp Republican Wasp berkata:

    Ularnya sih keren, saya suka bentuknya. Tapi tetep aja saya takut klo dah hadap-hadapan langsung ma ularnya 😛

  5. avatar afmahmuda afmahmuda berkata:

    kaya’nya kalo digigit sakit ya. . . ngga mau deket deket ah. . . kaboooooor

  6. avatar Asop Asop berkata:

    Hehehe, saya yakin racunnya bermanfaat. 😀

  7. avatar unyil unyil berkata:

    biarpun si ular gigitnya pas terpojok dan terganggu. tp kalo ngeliat langsung pasti kaget banget dan reflek mas. hehehehehe

  8. avatar Mabruri Sirampog Mabruri Sirampog berkata:

    Semua jenis ular, saya taaakkuuuutttt……
    Makasih mas infonya ttg ular kobra ini…

  9. avatar omiyan omiyan berkata:

    mas bedanya ma ular sendok selain masalah nyemburin bisanya apalagi…jadi penasaran nih

  10. avatar HALAMAN PUTIH HALAMAN PUTIH berkata:

    saya paling alergi dengan ular, meskipun ularnya gak berbisa

  11. avatar Ahmad Ahmad berkata:

    numpang absen pak dosen… maaf saya telat mendengarkan ceramahnya tentang ular cobra.. pertanyaannya nanti menyusul aja pak..

  12. avatar webpages webpages berkata:

    sebenernya semua jenis ular pada hakikat baik,cuma karena tangan manusia seperti kita yang membuat mereka buas & king cobra salah satu’a

  13. avatar Iksa Iksa berkata:

    Wah dekat rumahku ada restoran ular judulnya King Cobra … sampai sekarang belum berani mampir disana … Tapi kalau aku ikut memakannya nanti makin cepat pindah dari Appendix II ke Appendix I di CITES lagi …

  14. avatar ikariesta bundamahes berkata:

    paling geli dengan binatang yang bernama ular (dan kodok) 😥

  15. avatar dewifatma dewifatma berkata:

    aduh..aduh..aduhh…. aku paling geli dengan segala jenis dan bentuk ular dan yang melata-melata lainnya, Mas. iiiiiiiiyyyyy…!!

    Aku mbaca tanpa liat gambar aja deh…. *mrinding*

Tinggalkan Balasan ke Mabruri Sirampog Batalkan balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.