Gerakan Nasional Hemat Energi (BBM dan Listrik)

Gerakan Nasional Penghematan Energi atau Gerakan Hemat Nasional dicanangkan oleh Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) Selasa (29/5/2012) malam. Dalam pidatonya, presiden menghimbau agar gerakan hemat BBM dan listrik diikuti seluruh elemen masyarakat, termasuk unsur pemerintah pusat dan daerah.

Penghematan ini dirasa perlu setelah DPR RI menolak rencana pemerintah untuk segera menaikkan harga BBM serta guna memperkecil defisit anggran tahun ini yang diperkirakan akan mencapai Rp 190 triliun.

Dalam melaksanakan Gerakan Nasional Penghematan Energi, presiden mengemukaan lima kebijakan dan tindakan yang akan dilakukan pemerintah. Kelima kebijakan dan tindakan penghematan itu yaitu:

  • Pengendalian sistem distribusi di setiap SPBU.
  • Pelarangan BBM bersubsidi untuk kendaraan pemerintah, baik Pusat maupun Daerah, juga untuk BUMN dan BUMD.
  • Pelarangan BBM bersubsidi untuk kendaraan perkebunan dan pertambangan.
  • Konversi BBM ke Bahan Bakar Gas (BBG) untuk transportasi.
  • Penghematan penggunaan listrik dan air di kantor-kantor pemerintah.

Presiden meyakini kelima tindakan itu akan berhasil secara siginifikan untuk menurunkan penggunaan BBM dan listrik. Seperti yang telah terlaksana pada tahun 2008 dan 2009 dimana dengan kondisi yang relatif sama, gerakan penghematan listrik dan air ini berjalan dengan sangat sukses.

Hemat BBM

Gerakan Nasional Hemat Energi

Saatnya Menceraikan BBM. Kita semuanya tentunya setuju dengan Gerakan Nasional Hemat Energi yang dicanangkan Presiden. Namun tampaknya, gerakan penghematan seperti ini haruslah diikuti dengan rencana besar untuk mulai meninggalkan ketergantungan kepada BBM dan beralih pada sumber-sumber energi nonmigas.

Satu dari lima kebijakan hemat energi memang konversi BBM ke Bahan Bakar Gas (BBG). Pun dalam pidatonya disinggung-singgung pula tentang penggunaan mobil hybrid (dua sumber energi; BBM dan listrik), pengembangan mobil listrik, dan pemanfaatan energi terbarukan untuk pembangkit listrik. Namun tampaknya, masih diperlukan konsep dan rencana aksi yang lebih jelas dan berani untuk mewujudkannya.

Kebijakan Energi Nasional (PP No. 5 Tahun 2006) yang hanya menargetkan pemanfaatan energi terbarukan di Indonesia sebesar 15% dari total konsumsi energi nasional pada tahun 2025. Pemerintah tampaknya masih belum berani ‘menceraikan’ BBM sehingga Indonesia masih akan terus bergantung pada BBM.

Di samping tidak ramah lingkungan, ketergantungan pada BBM membuat Indonesia akan selalu diributkan dengan pilihan klasik; menaikkan harga BBM atau berhemat. Padahal, dengan potensi sumber energi terbarukan yang sangat melimpah seharusnya keberanian Indonesia bukan hanya sekedar hemat BBM namun harus berani ‘menceraikan BBM’.

Referensi dan gambar:

  • nasional.kompas.com/read/2012/05/29/20365773/Ini.5.Kebijakan.SBY.soal.Hemat.Energi
  • alamendah.wordpress.com/2012/03/07/energi-terbarukan-di-indonesia

Baca artikel tentang hemat energi dan lingkungan hidup:

avatar Tidak diketahui

About alamendah

Panggil saja saya Alamendah, tinggal di Pati, Jawa Tengah, Indonesia. Seorang biasa yang ingin berbagi dengan sobat.
Pos ini dipublikasikan di lingkungan hidup dan tag , , , , , , , , . Tandai permalink.

48 Responses to Gerakan Nasional Hemat Energi (BBM dan Listrik)

  1. avatar Accel World Accel World berkata:

    semoga benar-benar bisa diterapkan

  2. avatar madjongke madjongke berkata:

    Hmm. Bicara soal bbm nih. DI kalimantan trnyata bensin nyampe 10ribu lebih

  3. avatar yadi yadi berkata:

    ikut nyimak artikelnya gan,.,.,. iyan ini bbm sekarang jadi langka, telat datang pasoknnya

  4. avatar ichaawe ichaawe berkata:

    kalau sedang membahas BBM yang makin mahal dan langka di Indonesia. Saya jadi bersyukur tinggal disini. Yang justru BBM murah sekali. mungkin kalau di kurskan hanya 1500 rupiah perliternya. Dan kualitas pertamax pula, bahkan lebih baik. Karena memang pemerintah menjaga agar tidak menimbulkan polutan.
    Pertanyaannya… bukannya negara kita penghasil minyak ya? heran… kok malah justru mahal. Logikaku jadi makin ga sampai 😦

  5. avatar Noer Noer berkata:

    Kunjungan siang-siang sobat, untuk mbaca tulisannya. Sukses selalu ya …

  6. avatar Dewi Fatma Dewi Fatma berkata:

    Ada kalanya ‘bercerai’ itu baik ya, Kang? 🙂

  7. Ping-balik: Lima Gerakan Penghematan Nasional | BPM Kota Banda Aceh

  8. bagus Juga yak Rencana presiden….Gue dukung deh…karna batubara di indonesia sendiri semakin hari semakin menipis….indonesia terus mengexspor batu bara keluar negri kenapa ya indonesia gak pake tuh batu bara buat negara sendiri kan lebih hemat???malah exspor ke negri orang 😦

  9. avatar Dunia Ely Ely Meyer berkata:

    setuju dgn gerakan ini

  10. avatar Nurudin Abi Sabila berkata:

    Sempat melihat pidato Pak SBY sekilas, tak menyimak sampai tuntas. sebuah gerakan yang semestinya kita dukung karena selain pemerintah kita juga bakal untung, bukankah hemat energi hemat biaya?

  11. avatar arif arif berkata:

    hemat BBM dan listrik semoga makin banyak dicontohkan nyata oleh para pemimpin kita :). lha klo pergi ke daerah pake konvoi dan selalu kelas 1

  12. avatar Ridho Maulana Ridho Maulana berkata:

    Semoga kebijakan ini bisa terwujud cepat dengan disertai tindakan yang nyata…

  13. avatar maylani maylani berkata:

    semoga bisa cepat diterapkan…..

  14. avatar ekstra herbal ekstra herbal berkata:

    untuk masa depan yang lebih baik, generasi ini harus berhemat 🙂

  15. Bagaimanapun kita tdk bisa lepas dengan urusan bbm ini..so, setiap langkah penghematan tentu harus kita support

Tinggalkan Balasan ke alamendah Batalkan balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.