Cara hemat air di rumah merupakan salah satu solusi dalam menghadapi krisis air bersih yang semakin hari semakin kita rasakan terutama di kota-kota besar.
Dengan menghemat pemakaian air di rumah selain hemat uang juga menjadi langkah bijak bagi lingkungan hidup terutama demi ketersediaan air bersih yang semakin sulit dan berkurang karena semakin tingginya tingkat pencemaran air dan berkurangnya air yang terserap kembali ke dalam tanah.
Untuk daerah yang masih mengandalkan air tanah sebagai sumber utama air bersih, hemat air berarti juga mengurangi konsumsi air tanah yang jika dieksploitasi berlebihan dapat mengakibatkan penurunan permukaan tanah sebagai mana terjadi di Jakarta.
Ada beberapa cara mudah yang dapat dilakukan untuk menghemat air di rumah. Kiat-kiat hemat air itu diantaranya adalah:
- Matikan keran saat sedang menggosok gigi. Membiarkan keran terbuka 1 menit sama saja dengan membiarkan 9 liter air terbuang percuma. Akan lebih hemat lagi jika menggunakan gelas sehingga air tidak mengucur terus menerus.
- Jika mungkin, mandilah dengan menggunakan shower. Mandi dengan shower 3 kali lebih hemat air daripada mandi dengan gayung.
- Segera perbaiki keran yang bocor. Keran bocor bisa membuang air bersih hingga 13 liter air per hari.
- Gunakan kloset yang mengunakan dua sistem pembilasan air. Setiap sistem pembilasan bekerja sesuai dengan volume air yang dikeluarkan. Bila kloset hanya digunakan untuk buang air kecil, gunakan pembilasan dengan volume kecil yang tentunya lebih hemat konsumsi air.
- Pilihlah jenis mesin cuci yang hanya membutuhkan sedikit air.
- Jika minum air memakai gelas, isilah gelas dengan secukupnya sehingga air habis terminum seluruhnya. Hindari meminum air hanya separuh gelas atau tidak menghabiskan air minum dalam kemasan plastik.
- Letakkan sebuah ember atau tempat penampungan dibawah kran wudhu, air yang tertampung selama berwudhu bisa digunakan untuk membersih kamar mandi, WC, atau untuk menyiram tanaman.
- Gunakan air bekas cucian sayuran dan buah untuk menyiram tanaman. Selain hemat, air bekas cucian sayur, buah dan daging ternyata bisa menyuburkan tanaman.
- Jika mungkin, hindari penggunaan selang. Gunakan kaleng penyiram tanaman atau ember untuk mencuci mobil.
- Siramlah tanaman di sore atau pagi hari agar air mudah meresap ke dalam akar. Penyiraman pada siang hari hanya membuat air menguap percuma.
- Buatlah lubang-lubang biopori di taman atau di sekitar rumah. Lubang ini membantu mempercepat proses penyerapan air ke dalam tanah, sehingga dapat mengurangi jumlah air yang menguap bebas ke alam.
Tentunya masih banyak cara dan tips lain dalam berhemat air di rumah. Di antara sobat ada yang bersedia menambahkan?.
Referensi: dari berbagai sumber.
Baca artikel tentang alam lainnya:
- Tips Sederhana Hemat Bahan Bakar
- Hemat Listrik Saat Menggunakan Komputer
- Perilaku Bijak Di Hutan
- Perilaku Bijak Di Pantai
- Pencemaran Air di Indonesia
- Penyebab dan Dampak Pencemaran Air Oleh Limbah Pemukiman
- Desalinasi Memanfaatkan Air Laut untuk Minum
- Air Minum Dalam Kemasan, Beli Air atau Sampah?



tangkyu gan infonya. berguna banget nih…
Ping-balik: Berapa Banyak Air yang Bisa Kita Konsumsi? | Alamendah's Blog
Ping-balik: Tips Hemat Menggunakan AC (Air Conditioner) | Alamendah's Blog
Nice article.
Ping-balik: Tema dan Logo Hari Air Sedunia 2012 | Alamendah's Blog
Ping-balik: Peringatan Hari Air Dunia 2012 di Indonesia | Alamendah's Blog
Ping-balik: Banyu Mili Alat Pemurni Air Tenaga Surya | Alamendah's Blog
Ping-balik: Ketahanan Air dan Pangan di Indonesia | Alamendah's Blog
Ping-balik: Hindari Gagal Panen Petani Angkut Air dengan Truk | Alamendah's Blog
Ping-balik: Gerakan Nasional Hemat Energi (BBM dan Listrik) | Alamendah's Blog
Ping-balik: Logo dan Tema Hari Air Sedunia 2014 | Alamendah's Blog
Ping-balik: Hari Bumi 2014 | Alamendah's Blog
Ping-balik: Saka Kalpataru Pramuka Peduli Lingkungan | Alamendah's Blog
terima kasih atas info nya ternyata internet memang banyak manfaat nya……….
alhamdulillah pr. IPA ku jga selesai……….. thanks 🙂
Pembelajaran yang positif mas, bagaimana kita menghargai air.