Pemerintah Indonesia menawarkan Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae) sebagai binatang peliharaan. Demikian sebagaimana diberitakan oleh harian terkemuka di Inggris, The Telegraph dalam situsnya. Rencana Pemerintah Indonesia untuk memperdagangkan Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae) yang termasuk salah satu satwa langka dan terancam kepunahan ini sontak membuatku kaget.
Informasi ini saya peroleh dari komentar sobat Ruanghati yang memberikan link postingan terbarunya tentang rencana perdagangan Harimau Sumatera. Kaget dan setengah tidak percaya karena di dalam negeri sendiri, rencana ini sama sekali tidak terdengar. Namun setelah membaca postingan dan menelusuri ke situs The Telegraph, saya jumpai sebuah tajuk berjudul “Indonesia sells tigers to the rich” jelas tertuliskan “The Indonesian government has announced plans to sell tigers as pets for £67,000 a pair in what it claims is a move to protect the critically endangered species.”
Dalam tajuknya yang dipublish tanggal 21 Januari 2010, The Telegraph menyebutkan, Pemerintah Indonesia berencana untuk memperdagangkan Harimau Sumatera dengan dalih untuk melestarikannya dari kepunahan. Untuk sepasang Harimau Sumatra (Panthera tigris sumatrae) pemerintah memberikan harga sekitar Rp 1 Miliar.
Namun tidak cukup itu saja pihak pembeli yang hendak memelihara Harimau Sumatra (Panthera tigris sumatrae) juga diharuskan memenuhi beberapa kriteria lainnya. Salah satunya adalah memiliki lahan seluas 5 km persegi sebagai tempat hidup satwa tersebut langka tersebut.
Harimau sumatera merupakan satu-satunya harimau yang dipunyai Indonesia setelah Harimau Jawa dan Bali dinyatakan punah. Binatang endemik yang hanya bisa dijumpai di pulau Sumatera ini semakin langka dan diperkirakan hanya tersisa sekitar 400-500 ekor. Karenanya IUCN Red List memasukkannya dalam status konservasi “Critically Endangered” (CR; Kritis). Selengkapnya tentang Harimau Sumatera dapat membaca artikel saya yang berjudul Harimau Sumatera Semakin Langka.
Pemerintah Indonesia Memperdagangkan Harimau Sumatera. Rencana Pemerintah Indonesia untuk memperdagangkan Harimau Sumatera ini tentu saja mengherankan kita semua. Sebuah aset tak ternilai yang kita banggakan ditawarkan dan dijual kepada orang-orang kaya. Dalih melestarikan binatang ini dari kepunahan terasa sebagai sebuah alasan yang dibuat-buat dan tidak masuk akal. Karena satu-satunya cara (bagi saya) untuk melestarikan satwa yang terancam kepunahan adalah dengan menyediakan hutan sebagai habitat alami binatang tersebut dan bukan dengan menjualnya. Apalagi sang pembeli belum tentu mempunyai kemampuan dan pengetahuan untuk memeliharanya.
Selain itu, apalah arti lahan seluas 5 km2 yang disyaratkan bagi para pembeli, jika ternyata Harimau Sumatera ini perekornya membutuhkan habitat sekurangnya 20 km2 untuk dapat hidup normal.

Harimau Sumatera hanya tersisa 500 ekor
Dan juga yang harus diperhitungkan adalah efek dari rencana perdagangan Harimau Sumatera ini yang tentunya akan semakin membuat maraknya perburuan binatang langka dan dilindungi ini.
Semoga saja tawaran pemerintah Indonesia untuk menjadikan Harimau Sumatera sebagai hewan peliharaan ini hanyalah sebuah guyonan dan iming-iming pemerintah kita kepada penduduk dunia akan kayanya alam Indonesia. Atau juga, semoga saja rencana perdagangan Harimau Sumatera oleh pemerintah Indonesia ini hanyalah sebuah kesalahan The Telegraph, sebuah harian ternama di Inggris. Sayapun lebih suka jika kemudian postingan saya ini keliru.
Referensi:
- http://www.telegraph.co.uk/news/worldnews/asia/indonesia/7045584/Indonesia-sells-tigers-to-the-rich.html
- ruanghati.com/2010/02/02/berdalih-mencegah-kepunahan-pemerintah-akan-menjual-satwa-harimau-untuk-orang-kaya/
Baca Juga:
- Harimau Sumatera Semakin Langka
- Manusia, Khalifah Penjaga Kelestarian Alam
- Kanguru Indonesia Di Papua
- Binturong, Musang Lucu Berkaki Lima
- Macan Tutul Jawa Kucing Besar Terakhir Di Jawa
- Beruang Madu Spesies Beruang Terkecil
- Rusa Bawean, Pelari Ulung yang Semakin Kritis
- Daftar Hewan (Burung) Langka dan Terancam Punah
- Gajah Sumatera Sehari Makan 150 Kg
Anda dapat melihat daftar seluruh tulisan di: Daftar catatan




pemerintah kita lagi pada merem kali y? wong tinggal 500 ekor ko malah keluar?? kalaupun emang harga seekornya 1 milyar. ky ga ada barang “dagangan” yang lain az. yang mau punah ko malah diobral. miris saya baca artikel ini.
Salam Takzim
Selamat siang kang Alamendah, maap nih baru biosa berkunjung karena ada kesibukan offline yang cukup panjang.
Berkenaan dengan penjualan harimau sumatra saya cukup prihati dengan gaya klise pemerintah, kenapa juga harus dijual ke luar negeri kenapa tidak dibiarkan saja harimau itu hidup di negeri kita, lagian berapa sih keuntungan nilai rupiah yang akan didapatkan sementari nilai nilai fauna akan berkurang, sungguh perbuatan yang tidak santun ya sementara negara lain sudah mengecap bahwa harimau sumatra salah satu hewan yang akan punah.
Maap ya
Salam Takzim Batavusqu
Assalamu’alaikum wr.wb.
wa’alaikum salam wr. wb
masuk aja ga dikunci
Hah????
*mangap sampai rahang terbuka maksimal*
Baca dulu yah..
Weleh2, menakutkan sekali. T E R L A L U [kata bang haji]
mau dilestarikan kok dijual? weleh..weleh…
Ditunggu kang di
http://vulkanisir.info
meluncur ke tkp
betul…semoga postingan anda dan berita di the telegraph keliru. Masih ingat dulu waktu sekolah, punya teman yang meneliti bulu dan kotoran harimau jawa demi membuktikan bahwa harimau jawa masih ada. (kayanya sekarang masih berkutat dengan satwa deh)
walah,,,, bisa2 menghabiskan jatah makan sang pemelihara tuh…
Salam Hangat Selalu
siapa sih yang punya ide sehingga pemerintah beri ijin pasang iklan jual harimau ,punya teman pelihara dari umur masih bulanan begitu udah 3 tahun ada peraturan gak boleh pelihara binatang dirumah ,ya nangis yang punya.
eee kok malah ada iklan itu walaa. salam hangat selalu mas alam
Wah bener2 gila, masak salah satu aset kekayaan alam kita, yg seharusnya dilestarikan dgn mengembangbiakkannya malah dijual, semoga semua itu tdk terjadi.
Salam hangat dari “guspur”
Kunjungan sore2.. Piss 😀
saya sudah peihara kucing mas, tak ingin harimau, kucing saja sudah kethteteran ngasih makannya.. 😆
waduh.., kok bisa yah..?
Apa Pemerintah Indonesia sudah kehabisan uang untuk ngasih makan itu harimau..?
Atau jangan2 jangan untuk bayar utang luar negeri kali yah..?
Jiah, Ada2 saja ini Pemerintah..!
Terus bagaimana reaksi para aktivis lingkungan Hidup mengenai hali ini mas..?