Antara Tahun Hijriyah, Laba-laba dan Burung Dara

Tahun Hijriyah adalah sebuah sistem penanggalan (kalender) yang digunakan umat islam. Kalender hijriyah ini menggunakan sistem lunar (komariyah) yang didasarkan atas perhitungan fase bulan. Setiap hari dalam penanggalan ini menandakan satu lokasi bulan dalam berevolusi terhadap bumi. Berbeda dengan sistem kalender Masehi, pada sistem Kalender Hijriah, sebuah hari/tanggal dimulai ketika terbenamnya matahari di tempat tersebut. Ada hubungan apa dengan Laba-laba dan Burung Dara?

Disebut sebagai tahun Hijriyah karena penetapan awal patokan sistem penanggalan ini adalah tahun di mana hijrahnya Nabi Muhammad dari Mekkah ke Madinah yang terjadi pada tahun 622 M. Penetapan ini dilakukan pada masa Khalifah Umar bin Khatab, 17 tahun kemudian.

Hijrah Nabi Muhammad merupakan perintah dari Allah lantaran semakin gencarnya tentangan yang dilakukan oleh orang-orang Quraisy hingga mengancam keselamatan Nabi Muhammad. Dalam perjalanan hijrahnya, Nabi Muhammad bersama sahabatnya Abu Bakar Ash Shidiq bersembunyi terlebih dahulu di gua Thur untuk berlindung dan mengamati keadaan selama tiga hari tiga malam.

Gua ini bukannya bebas dari kecurigaan orang-orang Quraisy. Mereka mencari ke segenap penjuru termasuk ke gua Thur ini. Namun mereka yang menaiki gua di lereng bukit ini urung untuk menjenguk ke dalam gua lantaran di mulut gua terdapat laba-laba (Araneae sp.) yang membuat sarang juga dua ekor burung Dara atau Merpati (Columbidae sp.). Pikir mereka, dengan kondisi yang seperti itu tidak mungkin Nabi Muhammad berada di dalamnya.

Laba-laba sendiri adalah sekumpulan hewan berbuku-buku (Arthropoda) yang dikelompokkan dalam ordo Araneae. Ordo ini terdiri atas sedikitnya 111 suku (Famili) yang terdiri atas sekitar 40.000 spesies (jenis) yang telah teridentifikasi. Bahkan para ahli meyakini kemungkinan jenis laba-laba di seluruh dunia dapat mencapai hingga 200 ribu spesies.

Sedangkan Burung Merpati merupakan kelompok burung yang digolongkan dalam famili Columbidae. Famili ini terdiri atas sekitar 300-an jenis (spesies). Salah satu spesies burung Merpati yang sering kita temui dipelihara di Indonesia adalah Merpati Karang (Columba livia).

Kekuasaan Allah-lah yang telah menggerakkan laba-laba (Araneae sp.) dan Burung Dara  atau Merpati (Columbidae sp.) yang membuat sarang di mulut gua Thur, sehingga para orang Quraisy tidak dapat menemukan Nabi Muhammad yang bersembunyi di dalamnya.

Terakhir saya berfikir; Allah tidak sungkan-sungkan memberikan peranan kepada binatang dalam sebuah peristiwa penting. Kenapa kita tidak?

Gambar: wikipedia

Baca Juga:

Anda dapat melihat daftar seluruh tulisan di Daftar Catatan

Tentang alamendah

Panggil saja saya Alamendah, tinggal di Pati, Jawa Tengah, Indonesia. Seorang biasa yang ingin berbagi dengan sobat.
Pos ini dipublikasikan di renungan dan tag , , , , , , , , , . Tandai permalink.

119 Balasan ke Antara Tahun Hijriyah, Laba-laba dan Burung Dara

  1. fety berkata:

    berkunjung lagi, untuk mengucapkan selamat tahun baru hijriyah 🙂

  2. bluethunderheart berkata:

    mantab
    oklah kalau begitu
    salam hangat selalu

  3. and1k berkata:

    wah selamat tahun baru hijriyah mas

  4. djagung berkata:

    selamat tahun baru hijriyah

  5. luvaholic9itz berkata:

    HEPI NEW YEAR om,,,

    hep hepi semua…!!! 😉

  6. luvaholic9itz berkata:

    lhoooo 😯

    om..!! mana komeng kuh, kq gak nongol..

    masa’ awaiting moderation sehhh tega 😥

  7. dheeasy berkata:

    Semoga Allah selalu menjadi Maha Pelindung bagi hambaNya… tahun baru semoga lebih semangat menjalani hari.. salam kenal mas…

  8. finda berkata:

    betul..betul..betul.. subhanallah.. stiap makhluk psti punya peran masing2.. itu tandanya Allah slalu menyanyangi stiap makhluknya.. salammm…:D

  9. m4stono berkata:

    Terakhir saya berfikir; Allah tidak sungkan-sungkan memberikan peranan kepada binatang dalam sebuah peristiwa penting. Kenapa kita tidak?

    karena kita masih beranggapan bahwa Allah itu hanya rabbul alamin bukan rabbul nas…rabbul nas kan hanya teorinya thok yg kenceng :mrgreen:

  10. san berkata:

    ternyata hewan sekecil apapun itu, sangat berperan bagi umat manusia.

  11. ABDUL AZIZ berkata:

    “Terakhir saya berfikir; Allah tidak sungkan-sungkan memberikan peranan kepada binatang dalam sebuah peristiwa penting. Kenapa kita tidak?”

    Menarik sekali, tulisannya ditutup dengan pertanyaan di atas. Kita semua di dalam hati tentu bisa menjawabnya.

    Selamat Tahun Baru 1431.
    Semoga di tahun ini kita semakin banyak mendapat rahmat dan berkah dari Allah SWT , serta dimudahkan Allah untuk tetap istiqamah berada di jalan-Nya. Amin.

    Salam dari Cianjur

  12. phonank berkata:

    Tapi konon…
    ada binatang yang jadi Biang keladinya,, yaitu cicak…

    jadi cicak dengan bahasanya …

    Ck…ck..ck…

    berusaha memberitahukan keberadaan nabi,,,

    karena cerita seperti itu yg berkembang di sini,,
    bahkan setiap malam jumat selalu ada perburuan Cicak…
    katanya sunnah..
    wah
    gak ngerti tuh aku mengenai hal ini..

    gmn menurut mas

  13. kidungjingga berkata:

    selamat tahun baru ya mas alam..
    semoga terus memberikan info2 yang menarik mengenai alam yang (sebenarnya endah) ^_^

  14. JR berkata:

    hanya sekedar mampir untuk ngucapin selamat tahun baru ya om

  15. alfarolamablawa berkata:

    halo mas alam…hehehe. linknya udah perbaiki mas.
    jangan bosan-bosan main yag mas…hehehe
    kapan posting lagi mas alam?

Tinggalkan Balasan ke and1k Batalkan balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.