Hindari Kepunahan Penyu

Penyu (sea turtles) adalah kura-kura laut. Menurut para ilmuan, penyu termasuk salah satu binatang purba yang masih hidup hingga sekarang. Penyu dipercaya telah ada sejak akhir zaman Jura (145-208 juta tahun yang lalu). Ini berarti seusia dengan Dinosaurus. Pada masa itu, nenek moyang penyu, Archelon, yang berukuran panjang badan enam meter, dan Cimochelys telah berenang di laut purba seperti penyu masa kini. penyu-hijau

Binatang purba ini, dipercaya menjadi penjaga keseimbangan ekosistem laut. Di mana ditemukan penyu, di situ dapat ditemui kekayaan alam laut yang melimpah. Penyu dapat ditemukan di semua samudera di dunia.

Namun, setiap tahun jumlah penyu terus menyusut. Manusia adalah predator utama yang membuat penyu makin langka. Penyu diburu untuk diperdagangkan daging dan telurnya. Bahkan kulit penyu banyak digunakan untuk membuat berbagai aksesoris. Padahal meskipun sekali bertelur, penyu betina mampu menelurkan hingga 100 butir lebih, namun yang mampu bertahan hingga menjadi penyu dewasa hanya berkisar 1 persen. Penyu memiliki sepasang tungkai depan sebagai kaki pendayung yang memberinya kelincahan berenang di dalam air. Walaupun seumur hidupnya berkeliaran di dalam air, hewan kelompok vertebrata, kelas reptilia itu tetap harus sesekali naik ke permukaan air untuk mengambil napas. Itu karena penyu bernapas dengan paru-paru. Penyu pada umumnya bermigrasi dengan jarak yang cukup jauh dengan waktu yang tidak terlalu lama. Jarak 3.000 kilometer dapat ditempuh 58 – 73 hari.

Jenis-jenis Penyu

Penyu satu ordo (Testudinata) dengan kura-kura dan bulus (labi-labi). Di dunia, saat ini hanya terdapat 7 jenis (spisies) dari 2 famili penyu, yaitu:

  • Penyu Hijau atau dikenal dengan nama green turtle (Chelonia mydas)
  • Penyu Sisik atau dikenal dengan nama Hawksbill turtle (Eretmochelys imbricata)
  • Penyu Lekang atau dikenal dengan nama Olive ridley turtle (Lepidochelys olivacea)
  • Penyu Belimbing atau dikenal dengan nama Leatherback turtle (Dermochelys olivacea),
  • Penyu Pipih atau dikenal dengan nama Flatback turtle (Natator depressus)
  • Penyu Tempayan atau dikenal dengan nama Loggerhead turtle (Caretta caretta)
  • Penyu Kemp’s ridley (Lepidochelys kempi)

Dari ketujuh jenis penyu tersebut, hanya penyu Kemp’s Ridley yang tidak ditemukan di perairan Indonesia. Dari semua jenis ini, Penyu Belimbing adalah penyu terbesar dengan ukuran mencapai 2 meter dengan berat 600–900 kg. Sedangkan yang terkecil adalah Penyu Lekang dengan ukuran paling besar sekitar 50 kg. Namun demikian, jenis yang paling sering ditemukan adalah Penyu Hijau. Penyu, terutama Penyu Hijau, adalah hewan pemakan tumbuhan yang sesekali memangsa beberapa hewan kecil.

Konservasi Penyu

Semua jenis penyu dilindungi oleh Undang-undang internasional maupun Indonesia. Penyu Belimbing, Penyu Kemp’s Ridley, dan Penyu Sisik diklasifikasikan “sangat terancam punah” oleh The World Conservation United (IUCN). Sedangkan Penyu Hijau, Penyu Lekang, dan Penyu Tempayan digolongkan sebagai terancam punah. Hanya Penyu Pipih yang diperkirakan tidak terancam. Di Indonesia, semua jenis penyu dilindungi berdasarkan Peraturan pemerintah (PP) Nomor 7 Tahun 1999 tentang Pengawetan Jenis Tumbuhan dan Satwa.

tukikPenyu menunggu hingga mencapai usia 15-50 tahun untuk dapat melakukan perkawinan. Siklus bertelurnya pun sangat lama antara 2-8 tahun sekali.Selain itu meskipu dalam sekali bertelur, penyu mampu mengeluarkan ratusan butir, namun hanya sekitar belasan tukik (bayi penyu) yang mampu kembali ke laut. Karenanya proses regenerasi penyu tidak banyak.

Sejumlah tempat di Indonesia telah ditetapkan sebagai wilayah konservasi penyu seperi di Pantai Selatan Jawa Barat (Pangumbahan, Cikepuh), Pantai Selatan Bali, Sungai Cabang, Kalimatan Tengah, Alas Purwo, Jawa Timur, Pantai Selatan Lombok, Jamursba Medi (Irian), Pesisir Tenggara Sumatera (Pulau Banyak, Pulau Siberut, Pulau Pagai Utara – Kepulauan Mentawai), Kepulauan Karimunjawa, Pulau Bawean dan lain-lain.

Lalu, apa yang harus kita lakukan untuk melestarikan penyu?. Antara lain dengan tidak mengkonsumsi makanan yang berasal dari penyu (daging dan telur) serta tidak menggunakan barang-barang yang terbuat dari cangkang penyu, tidak membuang sampah plastik (penyu sering mati karena memakan sampah plastik yang dikiranya ubur-ubur) dan benda-benda lain yang berbahaya ke dalam laut.

Tak kalah penting, tidak mengganggu penyu yang sedang bertelur karena penyu dapat berhenti bertelur bila merasa terancam dan tidak mengambili telur-telur penyu karena akan menghancurkan populasi mereka, penjaga kesehatan terumbu karang kita.

Klasifikasi ilmiah: Kerajaan: Animalia; Filum: Chordata. Kelas: Sauropsida. Ordo: Testudinata. Upaordo: Cryptodira. Superfamili: Chelonioidea (Bauer, 1893). Genera: Familia Cheloniidae (terdiri: Caretta, Chelonia, Eretmochelys, Lepidochelys, Natator); Familia Dermochelyidae (terdiri: Dermochelys); Familia Protostegidae (hanya fosil); Familia Toxochelyidae (hanya fosil); Familia Thalassemyidae (hanya fosil)

Baca Juga:

Anda dapat melihat daftar seluruh tulisan Alamendah’s Blog di: Daftar Catatan

avatar Tidak diketahui

About alamendah

Panggil saja saya Alamendah, tinggal di Pati, Jawa Tengah, Indonesia. Seorang biasa yang ingin berbagi dengan sobat.
Pos ini dipublikasikan di global, Indonesia, kerusakan alam, lingkungan hidup dan tag , , , , , , , , , , , , , , . Tandai permalink.

202 Responses to Hindari Kepunahan Penyu

  1. avatar Hariez™ Hariez berkata:

    semestinya pemerintah juga WAJIB berkaca ya Om dari tulisan-tulisanmu yang sangat kukagumi dengan selalu menorehkan kepedulian tentang alam Negeri ini..sampai kapan semua ini menjadi bahan untuk membuat negeri ini kehilangan keindahan alamnya yang terkenal elok…

    -salam- ^_^

    • avatar embun777 embun777 berkata:

      betul.. mas Hariesz..
      sedih.. prihatin *sambil mengurut dada…

      Apalah artinya segala kemewahan..
      apalah artinya segala gedung pencakar langit…!!
      bila semua dari mereka lupa akan kecantikan Alam..
      lalai menjaga keseimbangan dan keasrian alam..ini…

      dimana wajahmu yg dahulu elok sembunyi..?
      Negeriku..

  2. avatar Indo Hijau Indo Hijau berkata:

    Mas, sepertinya seluruh mahluk dan tumbuhan di Republik ini dalam kondisi yang serba kritis, tetapi lebih beruntung nasib penyu dibandingkan dengan nasib hutan. Terlalu banyak orang-orang nakal yang hanya ingin memperkaya diri dengan menghabiskan semua kekayaan alam yang ada.

    • avatar embun777 embun777 berkata:

      pohon-pohon hijau bertumbangan…!!
      udara mulai memanas dan menyengat ..

      Air dan lautan mulai keruh menghitam
      Penghuni dalam lautan meratap sekarat tak berdaya..
      Tanah mulai meradang gersang…..

      Binatang-binatang punah korban pembantaian brutal manusia
      ada lagee…
      manusia-manusia lemahjadi korban
      pembantaian keserakahan…,
      begitu seram masa depan tanah ini…

      Salam ,
      Hijau.. Hutan & Rimbaku.

    • avatar embun777 embun777 berkata:

      Selamat Sahur…
      disini bersantap sahur
      ……………………………
      dipinggir danau… air yg sejuk..,
      diirng gemercik air sungai berdendang
      “Embun…” jatuh ke daun yang menari

      terasa nikmat diriing musik kecapi..
      suara seruling.. sesekali melengking..jauh..
      damai disini..

      alamku hijau..
      tenang diantara semilir angin
      dan bisikan Cinta… alam semesta..

      Salam.
      Damai Alam ini.

  3. avatar casrudi casrudi berkata:

    Betul sekali mas, manusia adalah predator utama pembuat penyu semakin langka. Konon dagingnya di konsumsi secara besar-besaran. Saya sendiri seumur hidup belum pernah makan daging penyu. Kalau begitu siapa ya yg memakan penyu? Dijalan-jalan sering sekali melihat plang bertuliskan “Kedai Sate Penyu”. Secara yang gejual belum tentu punya ternak penyu, yang ada mengekspolarasi penyu dari laut.

    Saya baru tahu lho penyu bertelur sampai ratusan. Lebih mencengangkan lagi yang hidup cuma 1 % nya. Kalau terus di eksploitasi penyu di perairan kita terancam punah. Saya setuju dengan adanya wilayah konservasi penyu di Indonesia. Mudah-mudahan ini cara yang paling efektif untuk mencegah kepunahannya.

    • avatar embun777 embun777 berkata:

      Keprihatinan kita sama.. sahabatku…

      Kita meratapi yg tak mereka sadari
      akan semakin hancurnya keindahan
      untuk uang… obat kuat..
      oh.. penyu sahabatku yg malang..

      ketika dalam diam..
      ku terisak dalam kepiluan
      ku tersudut dalam tangis dan jerit hati
      dalam kebingungan… dan sebuah pertanyaan…

      bagaimana nanti.. penyu ku…???

  4. avatar mahardhika mahardhika berkata:

    aku pernah pengangin penyu… yang kecil-kecil lucu deh..

    hmm padahal kan penyu jalannya lambat tp kalo uda di laut bisa cepet gitu yak, Jarak 3.000 kilometer dapat ditempuh 58 – 73 hari ck ck ck…

    mari lidungi dan lestarikan satwa nusantaraku indonesia.
    jauhi tangan-tangan jahil yang ingin merusaknya, berikan sanksi yang tegas pada para pelakunya.!!!

  5. avatar andif andif berkata:

    saya ada kurakura hijau dirumah 🙂
    1 tahun gedenya jadi 2 telapak tangan orang dewasa

  6. Assalamu’alaikum,
    Memang ada dari kita, yang kalau urusannya “Uang” segala sesuatu yang bisa dijual/ yg bisa menghasilkan uang, pasti dijual, tanpa memperdulikan kedepannya nanti, tanpa memperdulikan apakah akan punah/tidak, bagi mereka yg penting dapat keuntungan, suatu sikap yg sangat tidak bertanggung jawab. Mari kita selamatkan penyu-penyu yg tidak berdaya itu dari kepunahan.
    (Dewi Yana)

  7. avatar Fietria Fietria berkata:

    Wah, masa’ sih daging dan telur penyu haram? Saya pernah makan telur penyu, tapi jarang lho. Harga telurnya mahal lho, per butir seharga 7ribu sampai 8ribu. Ngikutin kangboed makan telur penyu biar kuat. 😆

  8. avatar Fietria Fietria berkata:

    Malam hari, di samarinda banyak yang jual. Katanya sih didapat dari sulawesi.

  9. avatar dedekus dedekusn berkata:

    Penyu… oh… penyu…

  10. avatar anon Kurotsuchi berkata:

    huwoooo… penyunya lucu 🙂
    e saya selalu saja suka dengan scene pas puluhan penyu berlarian menuju laut di lepas pantai itu om…

    menggambarkan perjuangan bayi-bayi yang baru menetas saja sudah langsung dihadapkan pada cobaan antara hidup dan mati

    semoga penyu2 itu bisa tetap lestari, om..

  11. avatar dykapede D3pd berkata:

    Mari kita sama-sama lestarikan kelautan dan budidaya negara indonesia, ^_^…V

  12. avatar an9el an9el berkata:

    manusia terlalu serakah 😦

  13. avatar morishige morishige berkata:

    penyu yang semakin langka itu negeri ini punya banyak.
    terumbu karang kita pun bagus-bagus.
    hutan Indonesia juga bisa disebut sebagai paru-paru dunia.

    sepertinya kita memang diuji: bisa nggak menjaga kelestarian alam?

  14. avatar kalasenja kalasenja berkata:

    artikel bagus.

    salam,
    kalasenja

Tinggalkan Balasan ke dedekusn Batalkan balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.