Entah kenapa selama ini gak pernah terbesit keinginan untuk menjenguk tempat itu. Tentunya bukan lantaran saat itu, Oktober 1993, aku pernah merayakan ulang tahunku di sana. Meski tanpa lilin, tanpa kue tart, tanpa nyanyian ‘happy birthday’ yang diiringi musik. Hanya dengan nasi putih yang panas mengepul dan gereh goreng, di bawah sepotong kain tenda.
Bukan pula karena saat itu, kami yang terdiri atas satu regu putra dan putri mewakili sekolahku, MTs Negeri Winong, untuk mengikuti Lomba Tingkat III Gerakan Pramuka Kwartir Cabang Kabupaten Pati. Selama 4 hari berkemah di sana dan bersaing dengan regu-regu lain se Kabupaten Pati. Sebuah kebanggaan atas kepercayaan yang dibebankan di pundak kami. Kebanggaan atas kesempatan untuk merasakan Bumi Perkemahan terbaik di Kabupaten Pati.
Baca lebih lanjut




