Gerakan One Man One Tree

Gerakan One Man One Tree (Gerakan Penanaman Pohon Satu Orang Satu Pohon) telah dicanangkan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono bertepatan dengan Hari Penanaman Pohon Nasional, 28 November 2008. Diperkuat dengan Keppres RI Nomor 24 Tahun 2008 tentang Hari Menanam Pohon Nasional. Juga imbauan Presiden yang tertuang dalam Surat Menteri Kehutanan RI Nomor S.86/Menhut-V/2009.

Baca lebih lanjut

Dipublikasi di lingkungan hidup, renungan | Tag , , , | 156 Komentar

Cicak Bertarung Melawan Buaya, Siapa Menang

Menyaksikan cicak bertarung melawan buaya di dunia satwa rasanya tidak akan pernah mungkin. Cicak (Gekkonidae sp.) dan buaya (Crocodylidae sp.), walaupun sama-sama reptil (binatang melata) namun secara taksonomi telah berbeda mulai dari tingkat ordo.

buayaDi lihat dari habitat dan makanannya cecak biasa memakan serangga (terutama nyamuk) dan biasanya hidup di dinding, atap rumah atau jika di alam cecak biasanya hidup pada tempat-tempat teduh. Sedangkan buaya umumnya menghuni habitat perairan tawar seperti sungai, danau, rawa dan lahan basah lainnya, namun ada pula yang hidup di air payau seperti buaya muara. Makanan utama buaya adalah hewan-hewan bertulang belakang seperti bangsa ikan, reptil dan mamalia, terkadang juga memangsa moluska dan krustasea. Dari perbadaan ini sangat tidak mungkin jika (di dunia satwa) cicak bertarung melawan buaya.

Baca lebih lanjut

Dipublikasi di satwa | Tag , , , , , , , | 199 Komentar

Bagai Badak Terperangkap Final Battle of Komeng

Bagai Badak, Alamendah terperangkap final battle of komeng. Padahal Alamendah terbiasa di hutan bercengkerama dengan aneka satwa langka, satwa Indonesia yang dilindungi dari kepunahan, aneka tumbuhan unik dan langka semacam bunga Rafflesia, 30 Oktober kemarin terperangkap dalam duel perebutan Top Komentator (Final Battle of Komeng) di Blognya Sang Raja Komentator Blog, Kang Boed.

Pertarungan untuk menjadi raja komeng berlangsung dengan sangat ketat. Para kontestan silih berganti saling menyalip. Hingga 7 jam menjelang batas akhir, Saya sempat terlempar ke posisi keempat. Saya memang tidak berani mengandalkan bantuan para satwa langka, termasuk Badak Jawa sekalipun, karena mereka sendiri sedang berjuang keras keluar dari bahaya kepunahan akibat perburuan liar dan rusaknya habitat akibat kebakaran hutan dan pembalakan hutan.

Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Sahabat | Tag , , , , , , , , | 132 Komentar

Bunga Jeumpa, Flora Maskot Provinsi Aceh

Bunga Jeumpa (Michelia champaka) atau disebut juga Cempaka Kuning, merupakan satu dari sekitar 50 spesies anggota genus Michelia. Bunga Jeumpa merupakan pohon atau perdu yang mempunyai tinggi antara 3 – 6 meter.  Memiliki bunga yang berbau wangi dan berwarna oranye, kuning atau putih krem, berukuran agak besar, helaian bunganya tersusun dalam untaian yang banyak. Buahnya coklat terdiri atas 2-6 biji. Minyak bunga ini digunakan sebagai bahan parfum. Bunga Jeumpa merupakan flora identitas (maskot) provinsi Nanggroe Aceh Darussalam.

Baca lebih lanjut

Dipublikasi di flora | Tag , , , , , , , , | 187 Komentar

Trenggiling, Dagingnya 1 Juta Per Kg

trenggiling (Manis javanica)Trenggiling (Manis javanica) atau dalam bahasa inggris disebut Sunda Pangolin adalah salah satu spesies dari genus Manis (Pangolin) yang hidup di Indonesia (Jawa, Sumatera, dan Kalimantan) dan beberapa negara lain di Asia Tenggara. Hewan yang mempunyai ciri khas bersisik ini merupakan hewan pemakan serangga. Perburuan Trenggiling (Manis javanica) sangat marak di Indonesia mengingat harga jual daging trenggiling yang sangat tinggi, mencapai 1 juta per kg.

Trenggiling hidup di hutan tropis dataran rendah. Makanan utamanya adalah serangga (semut dan rayap). Binatang ini mempunyai bentuk tubuh khas yang memanjang dan tertutupi sisik. Panjang dari kepala hingga pangkal ekor mencapai 58 cm. Panjang ekor mencapai 45 cm. Berat tubuh trenggiling sekitar 2 kg.

Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Indonesia, satwa | Tag , , , , , , , | 183 Komentar