Nagasari Pohon Anti Tenung

Nagasari yang ini bukanlah Nagasari yang berupa kue yang terbuat dari tepung beras, berisi pisang dan dibungkus daun pisang. Nagasari yang ini adalah sejenis tumbuhan yang mempunyai nama ilmiah Palaquium rostratum dan dalam bahasa Inggris disebut Gutta Percha. Tumbuhan yang masih dalam Sapotaceae (sejenis sawo-sawoan) ini merupakan flora identitas provinsi Bangka Belitung. Di Jawa Kayu Nagasari dianggap sebagai salah satu pohon bertuah yang berkhasiat sebagai anti tenung.

Tanaman Nagasari di beberapa daerah di Indonesia disebut dengan beberapa nama yang berbeda seperti Balam Bakulo (Palembang), Balam Pucung (Kubu), Nyatoh Darat (Bangka), Nyatoh Pisang (Bangka Belitung), Balam Pucung, Nyatoh Terung, Pulai Pipit (Minangkabau), Nyatoh Terung (Lampung), Nagasari (Jawa).

Baca lebih lanjut

Dipublikasi di flora | Tag , , , , , , , | 197 Komentar

Burung Trulek Jawa Keberadaannya Masih Misteri

Trulek Jawa (Vanellus macropterus) adalah salah satu burung langka yang hanya terdapat (endemik) di Jawa. Burung dari famili Charadriidae ini pada tahun 1994 pernah dinyatakan punah (Extinct) oleh IUCN, namun sejak tahun 2000, statusnya direvisi menjadi “Kritis” (Critically Endangered; CR). Meskipun begitu, hingga kini keberadaan burung Trulek Jawa ini masih misteri antara punah atau belum.

Trulek Jawa (Vanellus macropterus) yang dalam bahasa Inggris disebut Javan Lapwing, Javanese Lapwing atau Sunda Plover hingga sekarang tidak diketahui dengan pasti berapa jumlah spesies yang tersisa. Bahkan status “Kritis” (Critically Endangered; CR) yang diberikan oleh IUCN Redlist, hanya merupakan asumsi berdasarkan catatan-catatan yang dibuat pada tahun 1940. Berbagai penyelidikan dan penelitian yang dilakukan tidak satupun memperoleh bukti nyata keberadaan burung langka ini. Tetap menyisakan misteri.

Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Indonesia, satwa | Tag , , , , , , , , , , , | 166 Komentar

Terima Kasih Sobat Alamendah’s Blog

selayang pandang

Terima kasih kepada sobat-sobat yang selama tahun 2009 telah memberikan andil yang sangat besar kepada Alamendah’s Blog. Blog sederhana ini, selama 8 bulan ternyata mendapatkan apresiasi yang luar biasa. Padahal awal mulanya saya sempat pesimis, blog yang monoton berbicara tentang lingkungan hidup ini akan mampu menarik perhatian.

Dibandingkan dengan blog lain, blog ini memang kalah jauh. Namun bagi saya yang awam dan segala keterbatasan, mampu menghadirkan 109 (110, dengan tulisan kali ini) tulisan dan mendapatkan page view hingga 131 ribuan dengan hari tersibuk hingga mencapai angka 1.476 (26 Oktober 2009) merupakan sebuah prestasi yang mencengangkan buat saya. Apalagi hampir semua tulisan tersebut tidak keluar dari tema blog yang sejak awal saya tetapkan; lingkungan hidup!

Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Sahabat | Tag , , | 151 Komentar

Mengurangi Dampak Pemanasan Global, Semua Bisa

Mengurangi dampak pemanasan global bisa dilakukan oleh setiap orang. Mengurangi dampak pemanasan global tidaklah harus memakai cara-cara yang ekstrem, rumit, dan mahal. Kita semua bisa ikut berperan memerangi pemanasan global dengan cara-cara yang sederhana dan murah.

Kunci utama dalam membatasi pemanasan global adalah dengan membatasi emisi karbondioksida (CO2) dan mencegah karbon dioksida (CO2) memasuki atmosfer atau mengambil CO2 yang ada. Sayangnya masih banyak manusia yang dengan sadar maupun tidak belum mampu menghindari berbagai aktifitas yang menjadi penyebab meningkatnya pemanasan global.

Baca lebih lanjut

Dipublikasi di lingkungan hidup, renungan | Tag , , , , , , , | 155 Komentar

Pohon Trembesi (Ki Hujan) Serap 28 Ton CO2

Trembesi (Albizia saman sinonim Samanea saman) disebut juga Pohon Hujan atau Ki Hujan merupakan tumbuhan pohon besar dengan ketinggian hingga 20 meter dan tajuknya yang sangat lebar. Pohon Trembesi (Ki Hujan) mempunyai jaringan akar yang luas sehingga kurang cocok ditanam di pekarangan karena bisa merusak bangunan dan jalan.

Akhir-akhir ini pemerintah, dalam rangka gerakan one man one tree menggalakkan penanaman pohon Trembesi (Ki Hujan) di seluruh wilayah Indonesia karena diyakini dari satu batang Trembesi dewasa mampu menyerap 28 ton karbondioksida (CO2) pertahunnya. Bahkan di Istana Negara, terdapat 2 batang pohon Trembesi yang ditanam oleh presiden pertama RI, Ir. Soekarno yang masih terpelihara dengan baik hingga kini.

Baca lebih lanjut

Dipublikasi di flora | Tag , , , , , , , , , , | 195 Komentar