Berwisata dan bertemu dengan orangutan dan bekantan di habitat aslinya? Ya, itulah pengalaman menarik oleh-oleh dari Mas Gie Wahyudi, penulis tamu Alamendah’s Blog kali ini, saat berwisata ke Taman Nasional Tajung Puting. Simak pengalaman seru saat bertemu orangutan kalimantan dan bekantan di TN Tajung Puting yang ditulis langsung oleh Mas Gie Wahyudi.
Awal bulan November 2013, saya berkesempatan untuk berkunjung ke Taman Nasional Tanjung Puting di Kalimantan Tengah. Menurut sejarahnya, Kerajaan Kotawaringin dan Pemerintah Hindia Belanda menjadikan kawasan Tanjung Puting seluas 205.000 Hektar sejak 18 Agustus 1938. Awalnya kawasan Tanjung Puting hanya dijadikan suaka margasatwa dan statusnya dirubah menjadi taman nasional sejak tahun 1984.
Dari awalnya kawasan Tanjung Puting ini memang dibangun untuk melindungi satwa langka Orangutan (Pongo pygmaeus) dan Bekantan (Nasalis larvatus). Karena penasaran ingin melihat Orangutan dan Bekantan di habitat aslinya, saya menginjakkan kaki di Camp 1 Tanjung Harapan Taman Nasional Tanjung Puting setelah hampir dua jam perjalanan menggunakan kapal klotok khas Kalimantan Tengah.
Kami hanya perlu berjalan kaki (tracking) sekitar 10 menit untuk mencapai feeding station, tempat orangutan menikmati makan sorenya ketika itu. Waktu itu sudah hampir pukul 14.00 WIB. Begitu sampai di feeding station, kamu langsung disambut oleh Roger, orangutan penguasa di wilayah ini. Bisa dikatakan, Roger ini adalah raja orangutan di Camp Tanjung Harapan ini.

Tidak berapa lama menunggu, akhirnya ranger datang membawa pisang dan susu sebagai makan sore buat Roger dan kawan-kawan. Senangnya bisa melihat orangutan-orangutan tersebut makan pisang dengan lahapnya. Meskipun Roger terlihat menakutkan bagi orangutan lainnya, akhirnya mereka bisa makan pisang hingga kenyang. Saya meninggalkan Camp Tanjung Harapan dengan hati senang.
Kapal klotok kami melanjutkan perjalanan menuju Camp 2 Pondok Tanggui, melewati perkampungan Tanjung Harapan, satu-satunya perkampungan di Taman Nasional Tanjung Puting ini. Tidak sampai satu jam perjalanan dari Camp 1 Tanjung Harapan, saya sudah bisa melihat sekumpulan Bekantan yang sedang bermain di dahan-dahan pohon di tepi sungai. Senangnya minta ampun bisa melihat Bekantan itu.

Apalagi bisa melihat Bekantan dari jarak tidak lebih dari 5 meter, tanpa perlu turun dari kapal klotok. Seperti sudah akrab dengan para wisatawan, Bekantan-bekantan itu tidak takut lagi dengan kedatangan kami. Sambil asik bermain-main di dahan, mereka tampak cuek saja. Kalau dihitung mungkin ada sekitar 50 ekor Bekantan di kerumunan itu. Kapal klotok bergerak tidak jauh, saya bisa melihat gerombolan Bekantan yang lebih banyak lagi.
Saat bermalam di Camp 2 Pondok Tanggui, saya merasa senang sekali. Meskipun tidak ada air bersih buat mandi dan tidak ada sinyal sama sekali, saya merasa senang karena hari itu saya bisa melihat Orangutan dan Bekantan di habitat aslinya. Bukan hanya di kebon binatang..
***
Tulisan tentang bertemu orangutan dan bekantan langsung di Taman Nasional Tajung Puting ini ditulis oleh Mas Gie Wahyudi, blogger di giewahyudi.com. Hak cipta tulisan dan gambar pada penulis.
Mari ungkap kekayaan wisata alam di Indonesia dengan menjadi Penulis Tamu di Alamendah’s Blog. Baca ketentuannya di halaman Penulis Tamu.
Baca artikel tentang wisata dan lingkungan hidup lainnya:



asik bisa ketemu orang utan langsung 🙂
Tahun baru di kebun binatang surabaya, sempat lihat bekantan secara langsung … dulu banyak sekarang sedikit! Kabarnya banyak yang meninggal, harimau putih dan kuda nil dulu ada sekarang sudah tidak ada!
Alternatif lainnya adalah berkunjung ke Taman Safari… 🙂 jadi pengen liburan lagi…
Mudah-mudahan kekayaan langka Indonesia ini masih bisa dilihat dan dinikmati 7 generasi berikutnya.
Mantaaap, Tanjung Puting memang yahud. Semoga tidak tercemar oleh komersialisasi.
Lama tak bersua..salam kangen Kang
Sudah saatnya melestarikan keanekaragaman hayati di Negara ini…
htt*://beritanyeleneh.blogspot.com/
Dapat bersatu dengan alam bagiku adalah obat penghilang kejenuhan yang sangat mustajab. Aku sebenarnya suka jalan2 seperti itu tapi tersingkirkan oleh aktivitas yang lain.
semoga kekayaan indonesia initahan 7 generasi aja, tapi selamanya
Udah langka sekali orang utan saat ini, tapi di kalimantan malah di buru karena di anggap hama
Ayokita buat gerakan pelestarian orang utan, saya orang yang pertama akan mendukung dan yang akan bergabung
semoga tetap terjaga kelestariannya
Kunjungan sore sebelum maghrib mas
Apa kabar !!!!
Semoga sehat-sehat aja
sekali” sangat ingin berkunjung ke pedalaman seperti ini. indonesia begitu luas dan harus di jaga.
salam…kenal gan