Berbagi Cerita Tentang Sarung

Berbagi cerita dengan sarung, berbagi pengalaman yang mengesankan yang berkaitan dengan sarung ini yang saya bingung. Bingung untuk berbagi cerita bukan lantaran tidak pernah bersentuhan dengan sarung, namun justru sebaliknya, terlalu sering memakai sarung sehingga jadi bingung mana pengalaman yang paling mengesankan bersama sarung.

Sejak kecil saya terbiasa menggunakan sarung. Begitupun ketika remaja. Bahkan ketika hidup di pondok pesantren selama tiga tahun, justru tidak pernah bercerai dengan sarung. Pun demikian hingga sekarang.

Mungkin lataran saking terbiasanya menggunakan sarung, di rumah sarung telah menjadi pakaian utama saya. Berbagai aktifitas di rumah seperti tidur, nonton tv, blogging dan blog walking, baca buku, bahkan ke kamar kecil pun lebih sering memakai sarung.

Jomgkok pun saya pakai sarung

Jomgkok pun saya pakai sarung

Saat keluar ke sekitar rumah, terutama saat menjelang sore atau malam hari, sarung pun menjadi pilihan utama yang saya kenakan. Mulai dari membeli sesuatu di warung samping rumah, nongkrong di rumah tetangga, dan memeriksa tanaman di kebun pakaian seragam saya ya sarung. Bahkan ketika pergi ke mini market di kota terdekat yang berjarak 12 Km dari rumah pun saya lebih sering berbalut sarung.

Setiap kali mengikuti kegiatan di alam bebas pun sarung tidak pernah tertinggal, pastinya menjadi salah satu barang yang wajib masuk dalam carrier (tas rangsel). Meskipun memakai celana panjang plus sleeping bag, sarung tetap menjadi teman tidur di alam bebas. Bahkan beberapa kali ketika sedang muncak atau berkemah ada teman atau ‘adik’ yang merasa kurang hangat dengan selimut yang di bawanya, saya lebih rela berbagi (meminjamkan) sleeping bag saya dan memilih sarung untuk menemaniku tidur.

Foto teman saya;

Foto teman saya; tapi beginilah kira-kira jika saya tidur pakai sarung

Mungkin akan terlalu banyak jika harus berbagi cerita dengan sarung. Jadinya malah bingung mana pengalaman yang paling mengesankan saat mengenakan sarung.

Lalu kapan ketika saya gak pakai sarung?. Lantaran bingung memilih pengalaman mengesankan bersama sarung untuk berbagi cerita tentang sarung tak tulis saja kapan saja saya tidak memakai sarung.

  1. Saat ngajar di sekolah. Nggak lucu jika kemudian kepala sekolah saya mencak-mencak dan memaki-maki saya lantaran pergi sekolah memakai sarung.
  2. Saat rapat-rapat dinas atau datang ke kantor-kantor dinas. Nggak lucu banget jika kemudian saya dianggap peminta sumbangan.
  3. Saat menghadiri acara resepsi pernikahan. Nggak lucu baget kalau nanti Sang Shohibul Hajah menganggap saya ustadz yang akan memberikan tausiyah atau doa kepada kedua mempelai.
  4. Saat melatih pramuka. Nggak kebayang lucunya jika memberikan contoh gerakan PBB (Baris Berbaris) dengan mengenakan sarung.
  5. Saat olah raga pagi. Nggak lucu banget ketika asyik lari-lari pakai sarung terus dikejar anjing lantaran dikira maling.
  6. Saat mandi. Emang bisa mandi sambil pakai sarung?.

Nah, lantaran itu saya bingung ketika harus berbagi cerita tentang sarung dan menceritakan pengalaman paling berkesan berkaitan dengan sarung.

————-

Tulisan berbagi cerita dengan sarung meskipun tanpa pengalaman mengesankan yang berkaitan dengan sarung ini ditulis untuk semakin memeriahkan “giveaway Berbagi Cerita Tentang Sarung yang diadakan oleh Kaka Akin“.

Baca artikel tentang saya dan lingkungan hidup lainnya:

Iklan

Tentang alamendah

Panggil saja saya Alamendah, tinggal di Pati, Jawa Tengah, Indonesia. Seorang biasa yang ingin berbagi dengan sobat.
Pos ini dipublikasikan di uncategorized dan tag , , . Tandai permalink.

54 Balasan ke Berbagi Cerita Tentang Sarung

  1. nyach berkata:

    gak tahu aku kalau sedang buat ikutan kontes, selamat bersarung ria

  2. bundadontworry berkata:

    sarung memang multi guna ya Mas Alam
    kapan saja , dimana saja , asal jangan utk kondangan bisa paki sarung 🙂

    semoga sukses diacaranya Kakaakin
    salam

  3. Mood berkata:

    Saking seringnya pake sarung sampe lupa moment apa yang paling mengesankan saat sarungan. Kalo dirasa rasa keknya enak juga ya pake sarung, berasa adem gitu.

    Sukses buat kontesnya Mas.

    Salam.. .

  4. wah.. kalau saya sih pakai sarung buat tidur…enak tidur nya 😀

  5. agussupria berkata:

    Emang hangat dan adem kalo lagi pake sarung

  6. susisetya berkata:

    wah ternyata mas alam salah seorang maniak sarung yach… 🙂

  7. dediyuliadi berkata:

    Udara dingin kalo pake sarung pasti hangat, salam kenal…..

  8. HALAMAN PUTIH berkata:

    Sepak bola pake sarung lucu dan kocak pas lomba agustusan. Pesertanya bapak-bapak yang gemuk…

  9. iiNgreeN berkata:

    Biasanya setiap tahun di tempat saya kerja, selalu ada lomba sepak bola pakai sarung untuk ibu-ibunya.. (lucu juga pas lihat foto/ videonya.. 🙂 ) – Tapi enak juga ternyata bersarung ria..

  10. edratna berkata:

    Sarung memang pakaian yang tak bisa ditinggalkan, baik untuk kaum pria atau wanita. Untuk kaum wanita, sarung bisa digunakan saat beribadah, juga sebagai pelengkap kain kebaya…sungguh enak dipakainya.

  11. bintangtimur berkata:

    Ih, ternyata mas Alam bisa lucu jugaaaaaaaa…hehe, ya iya lah mas, masa ngelatih pramuka pake sarung…apalagi olah raga pagi…huaaaa…aya-aya wae… 😛

  12. kaget berkata:

    Lha, Mbok saya mandi masih pakai sarung…. masih bisa ko’. Padahal udah disediain basahan lain, tapi masih tetap milih sarung 😀

  13. ka' ipoel berkata:

    klo menurut ku sih sarung bukan hanya pelengkap ibadah,melainkan semacam identitas bagi kita kaum bersarung..(moeslim Red.)
    setuju ga’ pemirsa sekalian??/

  14. zah manja berkata:

    sarung itu praktis……………maju terus ressarung

Tulis Komentar Sobat

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.