Mengenal CITES dan Apendiks CITES

Mengenal CITES dan Apendiks CITES ini merupakan artikel pendahulu sebelum nantinya Alamendah’s Blog menyajikan daftar hewan dan tumbuhan yang perdagangannya diatur secara internasional. CITES dan Apendiks CITES memang terkait erat dengan pengaturan perdagangan hewan (binatang) dan tumbuhan secara internasional.

CITES atau Convention on International Trade in Endangered Species of Wild Fauna and Flora (konvensi perdagangan internasional untuk spesies-spesies flora dan satwa  liar) adalah suatu pakta perjanjian internasional yang berlaku sejak tahun 1975.

Fokus utama CITES adalah memberikan perlindungan pada spesies tumbuhan dan satwa liar terhadap perdagangan internasional yang tidak sesuai dengan ketentuan yang berlaku, yang mungkin akan membahayakan kelestarian tumbuhan dan satwa liar tersebut.

Logo CITES

Logo CITES

CITES (Convention on International Trade in Endangered Species of Wild Fauna and Flora) berkantor pusat di Jenewa, Swiss. Keanggotaan CITES bersifat sukarela. Negara-negara anggota CITES disebut para pihak (parties) setelah melakukan ratifikasi, menerima, atau menyetujui konvensi. Saat ini sebanyak 175 negara di seluruh dunia telah menjadi para pihak (parties) CITES.

Sejak 1978 Indonesia telah menjadi parties CITES dan meratifikasi konvensi tersebut dengan Keputusan Pemerintah No. 43 Tahun 1978. Yang berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 8 tahun 1999 diwakili oleh Kementerian Kehutanan sebagai otoritas pengelola CITES di Indonesia dan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) sebagai otoritas keilmuan CITES.

Apendiks CITES. Spesies-spesies hewan dan tumbuhan yang berada dalam pengawasan CITES dikelompokkan dalam tiga kelompok yang dinamakan Apendiks I, Apendiks II, dan Apendiks III. Penetapan daftar spesies perkelompok (Apendiks) ditentukan berdasarkan konvensi dalam konferensi Para Pihak (COP). Tiga apendiks dalam CITES yaitu:

  • Apendiks I adalah daftar seluruh spesies tumbuhan dan satwa liar yang dilarang dalam segala bentuk perdagangan internasional. Apendiks I sedikitnya berisi 800 spesies hewan dan tumbuhan.
  • Apendiks II adalah daftar spesies yang tidak terancam kepunahan, tapi mungkin terancam punah bila perdagangan terus berlanjut tanpa adanya pengaturan. Dalam apendiks II berisi sekitar 32.500 spesies.
  • Apendiks III adalah daftar spesies tumbuhan dan satwa liar yang dilindungi di negara tertentu dalam batas-batas kawasan habitatnya, dan suatu saat peringkatnya bisa dinaikkan ke dalam Apendiks II atau Apendiks I.

Spesies hewan dan tumbuhan Indonesia yang masuk dalam daftar Apendiks CITES cukup banyak. Total keselurahan binatang Indonesia dalam daftar Apendiks CITES mencapai 1.548 spesies hewan dan 907 spesies tumbuhan dengan perincian sebagai berikut:

  • Apendiks I sebanyak 84 spesies hewan 27 spesies tumbuhan.
  • Apendiks II sebanyak 1.365 spesies hewan dan 880 spesies tumbuhan.
  • Apendiks III sebanyak 9 spesies hewan.

Hewan Indonesia yang termasuk dalam daftar Apendiks I di antaranya adalah macan tutul, gajah sumatera, harimau sumatera, badak jawabadak sumatera, kakatua kecil jambul kuning, maleo, dan orangutan sumatera. Sedangkan yang termasuk dalam daftar Apendiks II diantaranya adalah trenggiling, dan mentilin (Tarsius bancanus).

Saat ini Alamendah’s Blog sedang mempersiapkan daftar selengkapnya hewan dan tumbuhan Indonesia yang termasuk dalam daftar Apendiks I, Apendiks II, dan Apendiks III. Semoga dapat segera ter-publish di blog sederhana ini.

Referensi dan gambar:

  • alamendah.wordpress.com/2010/03/12/konferensi-cites-ke-15-cop15-species-qatar

Baca artikel tentang konservasi dan alam lainnya:

Iklan

Tentang alamendah

Panggil saja saya Alamendah, tinggal di Pati, Jawa Tengah, Indonesia. Seorang biasa yang ingin berbagi dengan sobat.
Pos ini dipublikasikan di global, lingkungan hidup dan tag , , , , , . Tandai permalink.

54 Balasan ke Mengenal CITES dan Apendiks CITES

  1. Ping balik: Paedocypris progenetica Ikan Paling Kecil Di Dunia | Alamendah's Blog

  2. Ping balik: Gajah Kerdil Kalimantan atau Gajah Pygmi Jawa | Alamendah's Blog

  3. Ping balik: sigitari95

  4. Ping balik: Daftar Burung Endemik Kalimantan dan Gambar | Alamendah's Blog

  5. Ping balik: Daftar Burung Indonesia dalam Apendiks I | Alamendah's Blog

  6. Ega Erlangga berkata:

    terimakasih, artikelnya sangat bermanfaat 🙂

  7. Ping balik: Kakatua Tanimbar Jenis Kakatua Terkecil | Alamendah's Blog

  8. Ping balik: 5 Hiu dan 2 Pari Manta Ditambahkan Dalam Appendix CITES | Alamendah's Blog

Tulis Komentar Sobat

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s