Pulau Komodo Akan Dicoret dari Finalis New 7 Wonders

Pulau Komodo akan dicoret dari finalis New 7 Wonders pada 7 Februari mendatang. Berita mengejutkan tentang penangguhan Taman Nasional Komodo dalam pemilihan 7 keajaiban dunia ini diumumkan langsung oleh ‘The New7Wonders Foundation‘ di situsnya pada 31 Januari lalu.

Jika pulau Komodo ditangguhkan sebagai finalis New 7 Wonders of Nature berarti pulau Komodo dicoret atau tereliminasi dari pemilihan 7 keajaiban dunia baru ini. Perolehan suara (vote) tidak diperhitungkan dan bisa jadi digantikan oleh peserta cadangan lainnya. Artinya pulau Komodo dipastikan gagal sebagai New 7 Wonders.

Kenapa Pulau Komodo Ditangguhkan dari Finalis New7Wonders?. Dari berita di situs resmi, http://www.new7wonders.com, Pulau Komodo terpaksa ditangguhkan sebagai finalis New 7 Wonders of Nature. Hal ini karena pihak pemerintah dan konsorsium swasta di Indonesia dinilai tidak menghormati komitment dan kontrak dengan ‘The New7Wonders Foundation‘, lembaga internasional yang tengah menyelenggarakan pemilihan tujuh keajaiban dunia ini.

Laman www.new7wonders.com yang memuat penyataan ditangguhkannya pulau Komodo

Laman http://www.new7wonders.com yang memuat penyataan ditangguhkannya pulau Komodo

Sebelumnnya pada 9 Desember, Sebuah instansi pemerintah dan konsorsium swasta telah berkomitmen menjadikan Jakarta sebagai tuan rumah Penganugerahan dan Deklarasi Pemenang 7 Keajaiban Alam Dunia pada tanggal 11 Nopember 2011. Sayangnya, setelah beberapa saat kesepakatan itu ditandatangani bersama pihak Yayasan New 7 Wonders, beberapa kesepakatan hukum tidak dijalankan oleh pemerintah RI dan konsorsium swasta.

Pihak ‘The New7Wonders Foundation‘ mengaku telah menempuh berbagai cara dan memberi waktu kepada pemerintah Indonesia untuk menyelesaikan hal ini. Termasuk dengan mengirimkan surat kepada Presiden RI. Namun hingga akhir Januari, pemerintah Ri dinilai tidak memberikan respon positif. Karenanya keputusan untuk menangguhkan bahkan mencoret pulau Komodo dari daftar peserta New 7 Wonders diumumkan. Termasuk pembatalan Jakarta sebagai tuan rumah Penganugerahan dan Deklarasi Pemenang New 7 Wonders pada 11 November 2011.

Namun Pihak ‘The New7Wonders Foundation‘ masih memberi kesempatan kepada pihak pemerintah Indonesia untuk menyelesaikan hal ini dalam beberapa hari ini. Dan jika kesepakatan yang telah ditandatangani tersebut telah dilaksanakan, Taman Nasional Komodo dapat bersaing kembali sebagai salah satu 7 keajaiban dunia.

Saat ini bola memang tengah berada di kaki pemerintah Indonesia. Jadi tidaknya Jakarta menjadi tuan rumah Penganugerahan dan Deklarasi Pemenang New 7 Wonders dan dicoret tidaknya pulau Komodo dalam pemilihan New 7 Wonders tinggal menunggu keseriusan pemerintah Indonesia dalam menjalankan kesepakatan yang telah ditandatangani.

Yang Harus Kita Lakukan. Namun sebagai masyarakat Indonesia yang sangat berharap pulau Komodo tidak ditangguhkan dan bisa menjadi salah satu dari 7 keajaiban dunia tentu tidak boleh tinggal diam. Ada beberapa hal yang bisa kita lakukan sepeerti berkampanye dan berdiskusi dengan teman tentang masalah ini, mengirim email, SMS, Telpon kepada pemerintah dan instansi yang bertanggung jawab. Kalau perlu kirimkan sms dan email ke Presiden, Menteri Kebudayaan dan Pariwisata, anggota di DPR termasuk partai politik yang mewakilinya, LSM, pemerhati masalah lingkungan dan Komodo, dan lainya.

Sobat juga dapat bergabung dan berinteraksi di page facebook “Save Komodo” (www.facebook.com/pages/Save-Komodo/142020709190982). Dan sebagai blogger, dengan mempublikasikan hal ini sebagai postingan akan sangat membantu.

Tugas kita semakin berat memang. Selain harus memberikan vote untuk mendukung pulau Komodo ternyata kita juga harus ikut ‘membangunkan’ pemerintah kita. Semoga 7 Februari besok, pulau Komodo tidak jadi dicoret!. Semoga email-email yang telah kita kirimkan dua tahun ini tidak sia-sia hanya karena pemerintah kita ingkar janji.

UPDATE (3 Februari 2011)

Menurut Jero Wacik (Menteri Kebudayaan danPariwisata) pada Selasa malam, Indonesia tidak bersedia menjadi tuan rumah Penganugerahan dan Deklarasi Pemenang 7 Keajaiban Alam Dunia pada tanggal 11 Nopember 2011 lantaran pihak ‘The New7Wonders Foundation‘ meminta pembayaran sebesar US$ 45 juta atau sekitar Rp 400 miliar.

Dan yang menawari menjadi tuan rumah Penganugerahan dan Deklarasi Pemenang 7 Keajaiban Alam Dunia adalah pihak ‘The New7Wonders Foundation‘. Bukan Indonesia yang meminta.

Penjelasan resmi dari pemerintah akan disampaikan Senin ini, 7 Februari 2011. Terus terang saya makin bingung dengan situasi ini. Bagaimana dengan sobat?.

Referensi dan gambar:

Baca artikel tentang alam lainnya:

Tentang alamendah

Panggil saja saya Alamendah, tinggal di Pati, Jawa Tengah, Indonesia. Seorang biasa yang ingin berbagi dengan sobat.
Pos ini dipublikasikan di Indonesia dan tag , , , , , , , . Tandai permalink.

72 Balasan ke Pulau Komodo Akan Dicoret dari Finalis New 7 Wonders

  1. riy4nti berkata:

    may be g ada dana x buat jadi panitia penyelenggaranya gt

  2. Masbro berkata:

    Biasanya untuk tataran internasional, Indonesia selalu kesulitan meng-gol-kan kasus seperti ini. Tapi, masih ada harapan. Salam Lestari..!

  3. wi3nd berkata:

    semoga dans emoga,hanya itu yang bisa dilakukan..

    ** duuchg..!

  4. gmn dgn pemerintah kita ini…. 😉

  5. baltoev berkata:

    ayo PEMERINTAH INDONESIA bergeraklah agar komodo menjadi New7Wonders of nature. Mumpung masih ada waktu agar tidak menyesal kemudian!!!!!!!!!!!!!!!!!!

  6. zee berkata:

    Aduh memalukan banget kalau kita gagal jadi finalis karena kelalaian pemerintah…

  7. Meela berkata:

    Maaf, saya kesasar. 😀
    tapi saya sudah baca berita ini di kompas.com.
    aneh nggak si? keajaiban kok berubah-ubah ya?

  8. Kakaakin berkata:

    Wah… jangan sampai deh…
    Semoga nggak jadi dicoret…

  9. niee berkata:

    wah, semoga ada kebijakan yang baik deh dari pemerintah tentang hal ini..
    sayang banget yah kalau pulau komodo gak menang hanya karena kendala non-teknis 😦

  10. Rizky2009 berkata:

    wah sayang bgt yah kalau pulao komodo di coret dari salah satu 7 keajaiban dunia, pemerintah indonesia dan para pengelolanya gimana ini

  11. mobile13th News berkata:

    Persoalannya ini cuma salah paham, yg buat bingung itu sebenernya yg minta uang DP ke Pak Menteri itu siapa konsorsium / EO atau Penyelenggaranya N7W , sebab penjelasan kedua belah pihak berbeda.

    Sebenernya gag usah di batalin karena mahal ya 400M biayanya , ibarat pepatah “banyak jalan menuju Roma” , klu penyelenggaranya N7W mau gabungin aja tuh acara sama pembukaan SEAGames tanggalnya sama 11-11-2011.

    Yang bingungnya lagi baru masuk kategori aja di akui Pak Menteri Omset Ke Komodo naik , eeh malah ketawa bilang “tidak apa-apa dicoret kita sudah dapet untung” … Orang Jadul banget mudah puas.

    Klu gw sih ya, kalau kontrak jelas dan tuh Yayasan juga mau bantu buat promosiin tempat wisata kita yang lain selain Pulau Komodo apa salahnya jadi tuan Rumah Malem Anugerahnya , Toh 400M bisa di anggep buat biaya promosi dan insya allah dengan banyaknya wisatawan yang dtg ke Indonesia ntar bisa dapet untuk 4-5 T atau bahkan puluhan T, kan lumayan buat bangun insfratruktur pariwisata “asal gag di kurop atau dijadiin dana kampanye Pilpres aja”

    Keuntungan jika pariwisata maju tuh sama usaha kecil (sovenir, rumah makan tradisional) Bule mas da bosen makan steak steakkan.

    Daripada ya kasih DPR 1,31 triliun buat Gedung Baru ya Duit nya Mati Dunk gag bisa berkembang , gag ada hasilnya. orang mah klu niat kerja di kolong jembatan juga bisa (“ibarat kata”).

    Jadi ya sekarang terserah ntuh Bapak Menterinya gimana ngurusnya. Ya kita sebagai rakyat paling bisa “gerutuh” saja kalau sudah kesel.

    Masa buat promosi pariwisata lewat sebuah Event mikir mahal keluarin 400M , sedangkan buat selamatin Bank “kukuruyuk” Triliunan keluar gag pernah Mikir ………..

  12. acep suherman berkata:

    sayang banget ya ? padahal saya juga udah vote

  13. obat tipes berkata:

    waduh ko bisa begitu ya gan,,??
    terima kasih gan buat infonya

  14. Asop berkata:

    Wah, yang pasti sayang banget kalo Pulau Komodo bener2 gagal…
    Tapi, bukankah… dengan jadi tuan rumah, artiya kita bisa memperkenalkan lebih jauh lagi Indonesia kepada dunia? 😐

  15. rime berkata:

    Saya juga bingung mas……. kenapa mesti bayar ya? Terus kalau kita ga mau bayar, Komodo jadi dicoret jugakah? 😦

Tulis Komentar Sobat

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.