Fakta tentang bunga bangkai (Amorphpophallus) yang masih banyak tidak diketahui oleh masyarakat kita. Sering kali bunga bangkai masih diangap sebagai spesies yang sama dengan bunga rafflesia. Padahal antara keduanya merupakan spesies yang berbeda mulai di tingkat kelas.
Selain perbedaan itu, masih terdapat beberapa fakta lain tentang bunga bangkai yang layak kita ketahui bersama. Berikut beberapa fakta terkait bunga bangkai.
-
Secara taksonomi, bunga bangkai dan rafflesia merupakan spesies yang berbeda mulai di tingkat kelas. Bunga bangkai (Amorphpophallus sp.) merupakan anggota kelas Liliopsida, sedangkan bunga rafflesia (Rafflesia sp.) merupakan anggota kelas Magnoliopsida. Lebih lengkap tentang perbedaan bunga bangka dengan rafflesia dapat dibaca di artikel saya tentang Perbedaan Rafflesia Arnoldii dan Bunga Bangkai.
-
Terdapat 170 jenis bunga bangkai di seluruh dunia dan sekitar 25 jenis di antaranya bisa ditemui di Indonesia. Lebih lengkap tentang macam jenis bunga bangkai dapat dibaca diartikel Mengenal Bunga Bangkai (Amorphophallus) dan Jenis Macamnya.
-
Bunga bangkai raksasa (Amorphophallus titanum) ditetapkan sebagai flora identitas (maskot) provinsi Bengkulu.
-
Menurut peneliti asal University of Wisconsin, AS, Thomas C Gibson, di benua Eropa dan Amerika saja, ada sekitar 6.000 kebun raya dan arboretum yang mengoleksi bunga bangkai raksasa.
-
Sebutir biji bunga bangkai titan arum (Amorphpophallus titanium) butuh waktu 20 hingga 40 tahun hingga berbunga untuk yang pertama kalinya.
-
Bunga bangkai (Amorphophallus) mengalami dua fase dalam hidupnya yang berlangsung secara bergantian dan terus menerus, yakni fase vegetatif dan fase generatif. Pada fase vegetatif di atas umbi bunga bangkai tumbuh batang tunggal dan daun yang mirip daun pepaya. Hingga kemudian batang dan daun menjadi layu menyisakan umbi di dalam tanah. Fase selanjutnya, generatif yakni munculnya bunga majemuk yang menggantikan batang dan daun yang layu tadi.
-
Warna kelopak bunga bangkai raksasa selalu beragam dan tak pernah sama setiap kali mekar meskipun berasal dari umbi yang sama. Warna bunganya dapat bervariasi seperti merah hati, jingga, merah dadu, dan kehijauan. Sementara tongkolnya pun pernah muncul dengan warna keunguan, agak putih, serta kuning.
-
Sesaat menjelang mekar, suhu di dalam seludang yang belum terbuka bisa mencapai 50 hingga 60 derajat celcius. Kondisi ini membuat bunga ini terlihat mengeluarkan asap di tengah dinginnya udara pegunungan.
-
Bau yang dikeluarkan ternyata tidak sekedar bau busuk saja. Biasanya bau busuk yang dikeluarkan bunga bangkai bercampur antara bau yang menyerupai kertas terbakar, amis ikan, telur busuk, bahkan bau harum maskulin.
-
Sebuah umbi Amorphpophallus titanium yang pernah diselamatkan oleh Tim Peduli Puspa Langka di Bengkulu bobotnya mencapai 100 kg dengan diameter hampir sebesar roda mobil L300. Delapan orang mengaku kewalahan memindahkan umbi ini dari lahan yang dibuka untuk perkebunan kopi yang disiram herbisida untuk melenyapkan pepohonan serta rumput.
-
Bunga bangkai raksasa tertinggi yang pernah mekar tercatat menjulang setinggi 3.45 meter. Bunga ini mekar di Desa Tebat Monok, Kabupaten Kepahiang, Bengkulu.
-
Di luar habitat aslinya, tumbuhan vegetatif (masa berdaun) yang memiliki ketinggian 3 hingga 4 meter bisa menghasilkan bunga setinggi sekitar 2 meter lebih. Yuzammi, seorang peneliti LIPI, pernah menemukan tumbuhan vegetatif yang ketinggiannya mencapai 6 meter di lereng hutan Sumatra.
-
Bunga bangkai raksasa sumatera (Amorphophallus gigas) merupakan bunga bangkai tertinggi. Tinggi bunganya mampu mencapai 5 meter. Sedangkan bunga bangkai titan arum (Amorphpophallus titanium) biasanya lebih pendek namun lebih besar.
-
Populasi serangga penyerbuk bunga bangkai bisa jadi terkait pula dengan keberadaan bangkai binatang hutan. Jika lahan dibuka dan binatang besar semakin jarang, semakin berkurang pula jumlah bangkai dan serangga. Populasi bunga yang diserbuki pun semakin berkurang.
Dengan mengenal berbagai fakta tentang bunga bangkai semoga kita makin merasa bangga lantaran sebagian besar bunga ini terdapat di Indonesia. Bahkan, bunga bangkai terbesar dan tertinggi (Amorphpophallus titanium dan Amorphophallus gigas) merupakan tumbuhan endemik Sumatera, Indonesia.
Klasifikasi ilmiah: Kerajaan: Plantae; Divisi: Magnoliophyta; Kelas: Liliopsida; Ordo: Alismatales; Famili: Araceae; Genus: Amorphophallus.
*Ditulis ulang dari “Fakta Bunga Bangkai” (notasijelajah.blog.nationalgeographic.co.id) dengan beberapa penambahan. Gambar: botgart.uni-bonn.de.
Baca artikel tentang alam lainnya:





Selamat sore Pak..
Mau laporan, aku dapet pertamax di sini..
Laporan diterima, lanjutkan…
Lapor. sudah dilaksanakan pada komen nomor dua 😀
Seumur-umur aku belum pernah melihat secara langsung bunga raflesia ini. Padahal pengin banget. Sebagai penggantinya aku kalau melihat kembang sluweg di desaku layaknya aku melihat bunga bangkai ukuran mini. tingginya paling 30 cm, tapi bentuk dan baunya hampir sama…
Salam dari http://ahsanfilewordpress.com
apa urlnya gak seperti ini; http://ahsanfile.wordpress.com
Masa ditulis di kolom situs web gak muncul, sih??
Itu dia Pak… aku juga heran… koq link blogku di nama gak muncul yah..
Oo……..,gitu ya ternyata, ternyata Indonesia tu kaya akan berbagai macam Flora dan fauna Yach. Makin bangga za nih 😆
Masa baru tahu mas…
kebengeten deh…. 🙄
he he he
Iya, nih. Si Mas Huda SC (Sok Culun). hehehehe 😆
SC = Sarjana Cakep… eh Sarjana Calon
sepengetahuan saya bunga bangkai n raflesia mmg berbeda , tp setelah baca ternyata hanya bs mangut mangut saja , g rugi membaca ampe tamat 🙂
Terima kasih sudah mau membaca sampai tamat. Semoga mendapatkan pengetahuan baru dari sana
Selamat malam mas…
Sayangnya bunga ini tidak tumbuh di daerah saya, kalau tumbuh saya pun akan membahas hal sama… 🙂
Malam, Mas. Yang tumbuh di sana apa, Mas?
ternyata berbeda…. baru tau saya… 🙂
Saya baru tahu kalau Si Erwin baru tahu 😆
😆
bunga bangkai dijadikan lambang
siiipp.., sebuah ide kreatif..
salam sukses..
sedj
Jadi lambang di Jerman. Dan mereka mengakui kalau itu tumbuhan asli Indonesia.
Kalau ini saya bener baru tau..
udah liat fotonya jadi tau kalo beda, udah baca artikelnya jadi makin tau bedanya 🙂
Udah ikut berkomentar makin bisa membedakan
kapan ya bisa melihat bentuk aslinya…penasaran dengan semriwing aromanya 🙂
Meskipun bau tapi eksotis. lho
dari dulu saya tahu raflesia dan bunga bangkai sama
tapi ternyata sangat berbeda, pohon asli dan parasit. Tapi mungkin karena ditemukan rafles sehingga disebut bunga raflesia
mungkin kalau saya yang menemukan akan jadi bunga citrosia
semoga bukan citrosial 😀 😀
Kalau saya yang nemuin jadi Alamesia, dong…
kunjungan malam
Kang alam, ditempatku juga ada bunga bangkai, tapi mekarnya jarang-jarang.
Bunga bangkai emang periode vegetatifnya gak setiap saat
Mas, tolong keistimewahan bunga bangkai juga di tampilkan dong, barang kali ada manfaatnya untuk kehidupan manusia.
Sukses selalu
Salam ~~~ “Ejawantah’s Blog”
Di atas belum ada, ya?
Belum mas. Semoga lain kali dapat diikut sertakan dalam tulisannya.
Sukses selalu
Salam ~~~ “Ejawantah’s Blog”
Ping-balik: Slug, Siapa yang berani pelihara hewan ini ? « Ahsanfile's Blog
gw penasaran bgt ama yg namanya bunga ini….
belum pernah liat dengan mata kepala sendiri….
keliatannya cantik 🙂