Duyung (Dugong dugon) Sang Mamalia Laut

Duyung yang ini adalah sejenis ikan atau tepatnya mamalia laut yang bernama latin Dugong dugon. Dan bukan seorang putri cantik berambut panjang dengan kaki yang dapat berubah menjadi ekor ikan setiap kali kena air, yang kita kenal dalam dongeng Putri Duyung.

Duyung, seperti mamalia laut lainnya, meskipun hidup di dalam air tetapi ikan duyung bernafas dengan paru-paru dan menyusui anaknya. Sayangnya, binatang inipun makin hari makin langka.

Ikan duyung dalam bahasa Inggris dikenal sebagai dugong atau sea cow. Dalam bahasa ilmiah (latin) mamalia yang hidup di air ini disebut sebagai Dugong dugon. Binatang yang bisa ditemui hampir di seluruh pesisir Indonesia ini termasuk binatang yang dilindungi berdasarkan PP No. 7 Tahun 1999.

Diskripsi. Ikan duyung mempunyai tubuh yang besar. Panjang badan Duyung dewasa sekitar 2,5-3 meter dengan berat 225-450 kg. Kulit Duyung (Dugong dugon) tebal, keras dan licin dengan warna abu-abu agak kebiruan.

Ikan duyung (Dugong dugon)

Duyung memiliki kepala yang bulat dengan mata kecil dan lubang hidung di bagian atas moncong. Memiliki bulu yang terletak di bibir atas yang berguna untuk membantu menemukan makanan. Penglihatan duyung terbatas tetapi memiliki pendengaran yang tajam.

Duyung lebih banyak aktif di malam hari (nokturnal) terutama untuk mencari makanan berupa berbagai tumbuhan laut seperti rumput laut, lamun dan akar-akar tanaman lainnya.

Sebagaimana mamalia laut lainnya duyung (Dugong dugon) hidup berkelompok dengan anggota antara 5-10 ekor yang terdiri dari induk betina, duyung jantan dan anaknya meskipun terkadang menyendiri. Duyung termasuk binatang yang setia dengan pasangannya dan bersifat monogami.

Duyung mampu hidup hingga berusia 70 tahun. Namun perkembangbiakan ikan ini sangat lambat. Biasanya seekor duyung beranak dalam interval 3-7 tahun sekali dengan melahirkan seekor anak dalam setiap satu periode kehamilan.

Persebaran dan Konservasi. Persebaran duyung terdapat di pesisir dan perairan pulau tropis dan subtropis antara Afrika Timur himgga Pasifik bagian barat. Duyung hidup di perairan laut yang berair tenang dan dangkal dengan kedalaman sekitar 20 meter yang banyak ditumbuhi oleh lamun.

Negara-negara yang menjadi habitat duyung antara lain Australia bagian utara, Bahrain, Brunei Darussalam, China, Djibouti, India, Indonesia, Jepang, Jordania, Kaledonia Baru, Kamboja, Kenya, Kepulauan Solomon, Komoro, Madagaskar, Malaysia, Mayotte, Mesir, Mozambiq, Palau, Papua New Guinea, Pilifina, Qatar, Saudi Arabia, Singapora, Somalia, Sri Lanka, Sudan, Tanzania, Thailand, Timor Leste, Uni Emirat Arab, Vanuatu, Vietnam, dan Yaman.

Duyung didaftar dalam status konservasi “vulnerable” (rentan) oleh IUCN Redlist sejak tahun 1982. Dan terdaftar dalam CITES Apendiks I sehingga tidak boleh diperdagangkan secara bebas. Di Indonesia, mamalia laut yang semakin langka ini dilindungi dari kepunahan berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1999 tentang Pengawetan jenis Tumbuhan dan Satwa.

Ancaman terhadap populasi dan kelestarian duyung (Dugong dugon) diakibatkan oleh rusaknya ekosistem lamun sebagai habitat duyung.

Jika Putri Duyung yang cantik dan seksi menjadi sebuah dongeng yang kerap diceritakan saat kita kecil, apakah duyung Sang Mamalia Laut ini pun harus menjadi ‘dongeng’ buat anak cucu kita?

Klasifikasi Ilmiah: Kerajaan: Animalia; Filum: Chordata; Kelas: Mammalia; Ordo: Sirenia; Famili: Dugongidae; Subfamili: Dugonginae; Genus: Dugong (Lacépède, 1799); Spesies: Dugong dugon (Müller, 1776).

Nama Ilmiah (latin): Dugong dugon. Nama Indonesia: Duyung.

Referensi:

Baca artikel tentang alam lainnya:

avatar Tidak diketahui

About alamendah

Panggil saja saya Alamendah, tinggal di Pati, Jawa Tengah, Indonesia. Seorang biasa yang ingin berbagi dengan sobat.
Pos ini dipublikasikan di satwa dan tag , , , , , . Tandai permalink.

91 Responses to Duyung (Dugong dugon) Sang Mamalia Laut

  1. avatar budiarnaya budiarnaya berkata:

    Saya belum pernah melihat duyung, mengenai kata dugong, jadi inget dengan suatu telenovela heee.
    Jika perkembang biakannya 3-7 sangat wajar jika langka, untuk di Daerah kita ada Ikan ini Mas ?

  2. avatar Danu Akbar Danu Akbar berkata:

    hahahaha..
    kalo putri duyung ada gak ya?
    wkwkw. Stupid Question nih.

  3. avatar winterwing wahyu nurudin berkata:

    jadi sebenarnya indonesia memiliki potensi kekayaan alam duyung laut. kita harus selamatkan mereka.

  4. avatar Fir'aun NgebLoG Fir'aun NgebLoG berkata:

    klo “putri duyung,’ ikan berkepala cwe cantik itu beneran ada ga sich?… klo emang ada, pengen rasanya saya kenalan mereka 😀 hehehe….

  5. avatar Masbro Masbro berkata:

    Baru tahu nama latinnya..Makasih mas;

  6. avatar yadiebaroos yadiebaroos berkata:

    kirain yang ada cuma putri duyung, ternyata memang benar ya ada ikan duyung, baru tau…..

  7. avatar Kakaakin Kakaakin berkata:

    Ooo.. ternyata banyak ya di perairan Indonesia… Kirain dari Amazon gitu :mrgreen:
    Kalo ‘air mata duyung’ itu kalo nggak salah merek wewangian jadul ya?? 😀

  8. avatar hpnugroho hpnugroho berkata:

    Selamat pagi ..
    Mohon ijin mampir kembali…

  9. avatar Pakde Cholik Pakde Cholik berkata:

    Ikan Duyung tak secantik dengan Film Ikan Duyung atau sinetronnya ya mas.
    Ikan langka ini harus dilindungi dan dikembang biakkan agar tak punah.
    terima kasih atas informasinya yang sangat lengkap
    Salam hangat dari Surabaya

  10. avatar uni uni berkata:

    nama latinnya jadi lucu ikan yang satu ini 😀

  11. avatar Harry Nizam Harry Nizam berkata:

    Semoga Dugong akan tetap bisa tetap bertahan hidup dimasa yang akan datang.

    multibrand.blogspot.com

  12. avatar DikMa DikMa berkata:

    wah benaran ya mas ada ikan duyung ..
    hampir nggak percaya saya sih tadinya 😆

  13. avatar Pitutur Becik sedjatee berkata:

    lebih sering mendengar mitos putri duyung
    ternyata ada ikan duyung yang indah dan lucu
    salm sukses… bangga indonesiaku..

    sedj

  14. avatar deq deq berkata:

    Uhoo~~ uhoo~~ Om, mungkin maksud tulisan di bawah gambar dugong itu TANPA “ikan” ya? Mungkin langsung “Dugong” saja (?) Ikan termasuk kelas Pisces, sedangkan Dugong termasuk kelas mamalia. Jadi, kalau “Ikan Duyung” mungkin akan membuat rancu taksonomi organisme tsb. Seperti kesalahpahaman terhadap penyebutan “ikan paus” atau “ikan lumba-lumba”, padahal keduanya termasuk kelas mamalia yang bernafas dengan paru-paru. Jadi lebih baik “paus” atau “lumba-lumba” saja, ya. tulisan di bawah gambar dugong mungkin “ikan”nya di hapus? Koreksi saya kalau ada yang keliaru. Saya suka serial kartun The Little Lady Mermaid dari Disney, soalnya banyak hewan-hewan lautnya yang lucu-lucu 🙂

    • avatar alamendah alamendah berkata:

      kalau dalam taksonomi ikan, memang masuk sebagai picses sedangkan dugong dll masuk sebagai mamalia. Keduanya jelas berbeda. Dalam konteks bahasa keknya mamalia-mamalia air juga dianggap sama-sama sebagai ikan.
      Dan sejujurnya, penulisan duyung dengan kata ikan di depannya di sini lebih maksudkan ke SEO, lantaran banyak juga keyword “ikan duyung” di google. 🙂 Namun di awal paragraf pertama sudah saya sampaikan “Duyung yang ini adalah sejenis ikan atau tepatnya mamalia laut…” agar tidak terlalu menyesatkan pembaca.
      Btw, koreksinya bagus banget.

  15. avatar Gaphe Gaphe berkata:

    Weissh.. sebagai seorang biolog, saya suka baca postingan ini.. mengenalkan spesies Dugong sp. tanpa terkesan menggurui.. sukaa.sukaa…

Tinggalkan Balasan ke Riyanti Batalkan balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.