Musang air (Cynogale bennettii) merupakan sejenis musang yang dilindungi berdasarkan Undang-undang di Indonesia. Musang air (Cynogale bennettii) yang merupakan binatang semi akuatik, hanya bisa ditemukan di Indonesia (Sumatera dan Kalimantan), Malaysia, Brunei Darussalam, dan Thailand.
Binatang musang air yang bernama latin Cynogale bennettii ini dikenal dengan nama ‘regol’ di beberapa daerah di Sumatera. Dalam bahasa Inggris, spesies musang ini disebut sebagai Otter-civet, Otter Civet, Water Civet atau Sunda Otter Civet.
Musang air (Cynogale bennettii) memiliki tubuh yang hampir menyerupai berang-berang. Musang air dewasa mempunyai berat antara 3-5 kg.
Sebagai hewan semi akuatik, beberapa bagian tubuh musang air telah adaptasi sesuai dengan habitatnya. Adaptasi itu antara lain mulut yang lebar dan kaki berselaput dengan alas kaki telanjang dan cakar yang panjang. Moncong musang air berbentuk panjang dan memiliki banyak kumis yang panjang pula.
Musang air merupakan binatang nokturnal yang beraktifitas pada malam hari. Namun terkadang binatang ini juga beraktifitas di siang hari. Musang air memperoleh sebagian besar makanan dari air seperti ikan, kepiting, katak, dan moluska air tawar. Selain itu terkadang juga memakan mamalia kecil, burung, dan buah.
Selain kemampuannya di air sebagai binatang semi akuatik, musang air juga mempunyai kemampuan memanjat yang baik.
Habitat musang air terdapat daerah hutan rawa gambut dan terkadang dijumpai juga di hutan kering dataran rendah. Binatang yang dilindungi ini mendiami daerah di sekitar sungai dan lahan basah. Persebaran musang air (Cynogale bennettii) mulai dari Indonesia (Sumatera dan Kalimantan), Brunei Darussalam, Malaysia, dan Thailand bagian selatan. Diduga, binatang semi akuatik ini juga mendiami Vietnam.
Meskipun jumlah populasinya tidak diketahui dengan pasti, namun musang air termasuk binatang langka dan dilindungi di Indonesia berdasarkan PP No. 7 Tahun 1999. Oleh IUCN Redlist musang air dikategorikan dalam status konservasi “endangered” atau “terancam punah” sejak tahun 1996. Dan oleh CITES didaftar dalam Apendiks II.
Kelangkaan musang air diakibatkan oleh rusaknya habitat akibat deforestasi hutan, alih fungsi hutan, pencemaran air dan rusaknya Daerah Aliran Sungai. Akibatnya dalam 15 tahun terakhir, populasi musang air diperkirakan oleh IUCN Redlist mengalami penurunan hingga 50%.
Selain sebagai hewan yang langka dan patut dilindungi, dibeberapa daerah di Sumatera, musang air dianggap sebagai hama oleh manusia yang sering memakan ikan pada kolam-kolam penduduk.
Klasifikasi ilmiah: Kerajaan: Animalia; Filum: Chordata; Kelas: Mammalia; Ordo: Karnivora; Famili: Viverridae; Upafamili: Hemigalinae; Genus: Cynogale; Spesies: Cynogale bennettii
Referensi:
- http://www.animalinfo.org/species/carnivor/cynobenn.htm
- http://www.iucnredlist.org/apps/redlist/details/6082/0
- animaldiversity.ummz.umich.edu/site/accounts/pictures/Cynogale_bennettii.html (gambar)
Baca artikel tentang alam dan satwa lainnya:




Karena sudah setengah jam lebih gak ada yang pertamax, maka biarlah pertamaxnya saya simpan sendiri
(Maaf) izin mengamankan PERTAMAX dulu. Boleh, kan?!
hehehehe
walau bukan asli pertamanya
menjadi yang keduanya dari yang pertamanya dech
maksudnya urutannya
gambarnya kalau dari wajah mirip monyet ya kang
salam dari pamekasan madura
Saya deh yang keduax..>:)
Padahal dulunya binatang ini pasti jadi penyeimbang sebuah ekosistem…
Aku ketigax ajax yax…hehe
apa ini yg ditempatku dikenal dgn sebutan ‘wergul’ yaa….??
walah…gagal ketigax nyax…hehehe
Musang air (ditempatku, disebut juga linsang) dulu banyak diempang bapakku, tapi sekarang sudah hampir gak ada lagi. Habis suka ditimpuki sama bapakku karena suka gigitin ikan diempang.
Mungkin sekarang sudah beneran gak ada lagi bukan karena hanya suka ditimpukin, karena juga habitatnya sudah semakin menyempit. Empang sudah menjadi rumah sekarang.
Wah kedisikan wong akeh…
Uho~~ Uhoo~~ KEDELAPANXXX (meski di blog ditulis ada 8 respon) Hmmmm, sebutan lain juga liinsang toh. Ternyata di bahasa Maduranya juga ada kosakata yang merujuk pada Musang Air tsb, tp itu dulu. Sekarang? Ntahlah, banyak orang yang ga tau 🙂 Oke dehhh nglanjutin bw
Musang air ini benar-benar unik ya mas..moga habitatnya tetap lestari
Walau binatang semi akuatik, tapi dia bisa berenang juga ya mas? saya baru tahu ada musang air…Thanks infonya mas Alam…
jyah pak.. Kok pertamax sendiri…
Heheheh…
Di daerahku gak ada..
Tapi yang musang biasa banyak..
Suka nyolong ayam tu musangnya
wah musang air memang sulit terlacak memang tapi musang yang biasa saja sekarng sudah sulit terlihat.padaha taun 80 an di tempat kami masih sering terlihat tapi kok sekarang sulit juga. hmm apa perlu ditakngkar juga.mungkin bermanfaat
kalau dari gambar dan rincian di atas , saya belum pernah meliatnya sama sekali,…
kata simbah biar lambat asal koment unuk saling silaturahmi .
ternyata masih banyak hewan langka yang saya sendiri belum mengetahui keberadaannya..
saya baru tahu kalo ternyata ada musang seperti ini,,
terima kasih mas…