Indeks kualitas lingkungan hidup (IKHL) Pulau Jawa menjadi yang terburuk dan Pulau Papua dan Kepulauan Maluku mempunyai peringkat IKHL terbaik di antara pulau-pulau besar lainnya di Indonesia. Sedangkan untuk indeks kualitas lingkungan hidup tingkat provinsi peringkat terbaik adalah provinsi Sulawesi Utara dan provinsi DKI Jakarta menjadi yang terburuk se Indonesia.
Indeks kualitas lingkungan hidup (IKLH) merupakan penilaian yang dilakukan oleh Kementerian Lingkungan Hidup Republik Indonesia yang dilangsungkan dari tahun 2006-2009. Kriteria penilaian didasarkan pada pemantauan kualitas air, udara, dan tutupan lahan. Gabungan indikator-indikator dari kualitas air, udara dan tutupan lahan yang dipantau selama tahun 2006 hingga 2009 inilah yang kemudian menjadi indeks kualitas lingkungan hidup.
Perhitungan indeks untuk indikator kualitas air sungai dilakukan berdasarkan Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 115 Tahun 2003 tentang Pedoman Penentuan Status Mutu Air. Pengukuran dilakukan dengan mengambil sampel air sungai pada masing-masing provinsi. Pengambilan sampel dilakukan tiga kali dalam setahun dari lokasi yang berbeda.
Penghitungan indeks untuk kualitas udara dihitung berdasarkan Keputusan Kepala Bapedal No. 107 Tahun 1997 tentang Pedoman Perhitungan dan Pelaporan serta Informasi Indeks Standar Pencemar Udara. Pengukuran dilakukan di ibukota masing-masing provinsi dengan memperhitungkan tingkat sulfur dioksida (SO2), dan nitrogen dioksida (NO2) di udara. Pengukuran dilakukan 4 kali dalam setahun dengan mengambil sampel pada 3 lokasi yang mewakili lokasi padat tarnportasi, wilayah pemukiman, dan wilayah industri.
Indeks tutupan hutan (lahan) dihitung berdasarkan jumlah hutan primer dan sekunder dibagi luas kawasan hutan berdasarkan Keputusan Menteri Kehutanan di provinsi tersebut.
Dalam penilaian kualitas lingkungan hidup ini dibagi dalam dua kategori yaitu indeks kualitas lingkungan hidup berdasarkan pulau besar atau kepulauan dan berdasarkan provinsi di Indonesia.
Indeks Kualitas Lingkungan Hidup (IKLH) Berdasar Pulau. Untuk kualitas lingkungan hidup terbaik berdasarkan kepulauan atau pulau-pulau besar, Kepulauan Maluku dan Pulau Papua menduduki peringkat terbaik indeks lingkungan hidupnya. Urutan indeks kualitas lingkungan hidup berdasarkan pulau atau kepulauan secara berurutan mulai dari yang terbaik hingga yang terburuk adalah sebagai berikut:
- Kepulauan Maluku dan Pulau Papua (79,56)
- Pulau Sulawesi (75,40)
- Pulau Bali dan Kepulauan Nusa Tenggara (68,53)
- Pulau Sumatera (63,76)
- Pulau Kalimantan (60,31)
- Pulau Jawa (54,51)
Indeks Kualitas Lingkungan Hidup (IKLH) Berdasar Provinsi. Sedangkan berdasarkan provinsi, provinsi Sulawesi Utara berada di peringkat pertama provinsi dengan indeks lingkungan hidup terbaik. Sedangkan DKI Jakarta menjadi yang terburuk indeksnya. Indeks rata-rata kualitas lingkungan hidup di Indonesia adalah 59,79.
Berikut merupakan daftar peringkat selengkapnya indeks kualitas lingkungan hidup berdasarkan provinsi di Indonesia. Disusun berdasarkan Rangking; Nama Provinsi; (Kualitas Air; Udara; Tutupan Hutan) ; IKLH
- Sulawesi Utara dan Gorontalo (83,06; 95,84; 85,74) 88,21
- Sumatera Barat (78,57; 92,33; 90,23) 87,04
- Bali (61,90; 94,61; 100,00) 85,50
- Bengkulu (51,19; 96,16; 91,38) 79,58
- Maluku dan Maluku Utara (66,81; 95,75; 73,84) 78,80
- Papua dan Papua Barat (42,11; 98,72; 85,07) 75,30
- Jambi (64,26; 96,54; 64,32) 75,04
- Nusa Tenggara Barat (75,76; 97,51; 47,80) 73,69
- Lampung (71,11; 83,08; 66,73) 73,64
- Aceh (24,44; 97,63; 95,34) 72,47
- Kalimantan Barat (67,77; 93,45; 54,54) 71,92
- Sumatera Selatan (83,23; 89,01; 35,66) 69,30
- Kalimantan Timur (24,68; 93,22; 87,99) 68,63
- Sulawesi Tengah (13,64; 97,49; 94,41) 68,51
- Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat (36,01; 96,23; 70,61) 67,62
- Nusa Tenggara Timur (29,63; 91,32; 78,87) 66,61
- Sumatera Utara (37,43; 96,83; 53,18) 62,48
- Sulawesi Tenggara (9,38; 97,10; 75,10) 60,53
- Jawa Timur (30,86; 96,69; 49,47) 59,01
- Jawa Tengah (40,67; 96,28; 29,26) 55,40
- DI. Yogyakarta (26,57; 95,68; 38,30) 53,52
- Bangka Belitung (50,00; 97,07; 9,39) 52,15
- Riau dan Kepulauan Riau (40,27; 85,68: 29,01) 51,65
- Banten (24,00; 94,95; 33,64) 50,86
- Jawa Barat (15,33; 95,06; 38,69) 49,69
- Kalimantan Selatan (8,40; 97,11; 39,24) 48,25
- Kalimantan Tengah (2,91; 93,71; 40,48) 45,70
- DKI Jakarta (28,95; 96,01; 0,24) 41,73
Meskipun belum memasukkan semua indikator kualitas lingkungan dalam perhitungan, Indeks Kualitas Lingkungan Hidup (IKLH) cukup memadai untuk menggambarkan kualitas lingkungan hidup secara akro kepada kita semua terutama kepada para pemegang pemerintahan baik di pusat maupun daerah. Semoga Indeks Kualitas Lingkungan Hidup ini membuat kita tergerak untuk melaksanakan pembangunan yang berkelanjutan tanpa mengorbankan lingkungan.
Referensi: Buku Indeks Kualitas Lingkungan Hidup 2009, Kementerian Lingkungan Hidup, Juni 2010
Baca artikel tentang alam lainnya:
- Penghargaan Adiwiyata 2010
- Daftar Kota Peraih Piala Adipura 2010
- Penerima Penghargaan Kalpataru 2010
- Pulau Dana Paling Selatan Indonesia
- Moratorium Konversi Hutan Indonesia
- Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2010
- Bunga (Puspa) Nasional Indonesia
- Daftar Pulau Terluar Indonesia
- Pengelolaan Sampah Kesalahan Pola Pikir dan Gaya Hidup
- Mengurangi Dampak Pemanasan Global, Semua Bisa
- Tingkat Pencemaran Udara Di Indonesia
- Kerusakan Hutan (Deforestasi) Di Indonesia
- Jumlah Pulau Indonesia Belum Pasti




pertamax kah ??
ternyata pertamax juga … 😉
pertamaxnya pada kelelahan habis nonton bola
pantesan sering sesek nafas 😉
(doh) koq pulau jawa paling parah ya, :berduka:
Jawa terburuk?:( sedih deh.
Mungkin indeks ini berbanding lurus dengan kepadatan penduduk yah Kang?
sulawesi selatan masih agak mendingan ya pak dipertengahan
Wah ternyata Riau berada di urutan ke 23, menyedihkan :(.
Btw itu untuk kualitas udara semakin besar angkanya semakin begus ya mas Alam? kok DKI Jakarta angka untuk kualitas udaranya tinggi yah? mencapai 96,01, padahal kan udara di Jakarta sudah penuh polusi dari kendaraan bermotor dsbnya…
yaah, jakarta mah udah maklum.
wah..Jakarta menempati urutan terakhir ya?…
hmm..sama seperti mba Dhila, udah maklum…
tapi kenapa ya mas indeks pengukur kualitas udara di Samarinda selalu menunjukkan keterangan “Sangat Baik”
Kota Banda Aceh di tahun ini dapat penghargaan Adipura untuk kedua kalinya. Tapi aku jadi berpikir, “Kalau Banda Aceh dianggap bersih, yang kotornya bagaimana, yak?!”
heheh.. 😛
Mungkin benar, Mas… Indeksnya berbanding lurus dengan kepadatan penduduk 🙂
Pulau Jawa kan padat bgt..
wah, pulau jawa ternyata paling parah
enggak perlu diaudit juga udah tahu siapa pemenangnya
sebagai orang yang hidup di pulau jawa, dan sedikit banyak bersentuhan dengan penataan lingkungan, saya turut merasa prihatin
turut mengelus elus dada (sendiri)