Konferensi CITES ke-15 (CoP15 Species) Qatar

Konferensi Para Pihak ke-15 CITES atau The 15th meeting of the Conference of the Parties (CITES CoP 15) akan digelar di Doha, Qatar dari tanggal 13-25 Maret 2010. Conference of the Parties (CoP) merupakan konferensi tiga tahunan para anggota CITES (Convention on International Trade in Endangered Species of Wild Fauna and Flora) yang biasa disebut Para Pihak (Parties) dalam mengamandemen daftar spesies satwa dan tumbuhan yang mesti dilindungi dari perdagangan liar.

The 15th meeting of the Conference of the Parties (CoP 15) yang akan digelar di Doha, Qatar ini akan diikuti oleh 175 negara termasuk Indonesia. Dalam Konferensi Para Pihak ke-15 CITES yang berlangsung mulai tanggal 13-25 Maret 2010 akan dibicarakan usulan terhadap 42 proposal tentang perubahan status spesies dalam apendiks CITES.

Mengenal CITES. CITES (Convention on International Trade in Endangered Species of Wild Fauna and Flora) atau konvensi perdagangan internasional untuk spesies-spesies flora dan satwa  liar, merupakan suatu pakta perjanjian yang berlaku sejak tahun 1975. Fokus utama CITES adalah pada perlindungan spesies tumbuhan dan satwa dan satwa liar terhadap perdagangan internasional yang tidak sesuai dengan ketentuan yang berlaku, yang mungkin akan membahayakan kelestarian tumbuhan dan satwa liar tersebut.

CITES berkantor pusat di Jenewa, Swiss. Keanggotaan CITES bersifat sukarela. Negara-negara anggota CITES disebut para pihak (parties) setelah melakukan ratifikasi, menerima, atau menyetujui konvensi.

Pemerintah Indonesia sendiri telah meratifikasi konvensi tersebut dengan Keputusan Pemerintah No. 43 Tahun 1978. Yang berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 8 tahun 1999 diwakili oleh Kementerian Kehutanan sebagai otoritas pengelola CITES di Indonesia dan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) sebagai otoritas keilmuan CITES.

Apendiks CITES. Spesies-spesies satwa dan tumbuhan yang berada dalam pengawasan CITES dikelompokkan dalam tiga kelompok yang dinamakan Apendiks I, Apendiks II, dan Apendiks III. Penetapan daftar spesies perkelompok (Apendiks) ditentukan berdasarkan konvensi dalam konferensi Para Pihak (COP). Tiga apendiks dalam CITES yaitu:

  • Apendiks I: daftar seluruh spesies tumbuhan dan satwa liar yang dilarang dalam segala bentuk perdagangan internasional. Apendiks I sedikitnya berisi 800 spesies seperti macan tutul, gajah sumatera, harimau sumatera, dan semua spesies badak termasuk badak jawa dan badak sumatera.
  • Apendiks II: daftar spesies yang tidak terancam kepunahan, tapi mungkin terancam punah bila perdagangan terus berlanjut tanpa adanya pengaturan. Dalam apendiks II berisi sekitar 32.500 spesies.
  • Apendiks III: daftar spesies tumbuhan dan satwa liar yang dilindungi di negara tertentu dalam batas-batas kawasan habitatnya, dan suatu saat peringkatnya bisa dinaikkan ke dalam Apendiks II atau Apendiks I. Dalam apendiks III berisi sekitar 300 spesies.

Hasil COP 15 CITES. Semoga saja Konferensi Para Pihak ke-15 CITES  (COP15) yang berlangsung di Doha Qatar ini mampu mengambil keputusan-keputusan yang semakin menjauhkan spesies-spesies satwa dan tumbuhan langka dari kepunahan akibat perdagangan spesies flora dan fauna.

Sebuah harapan besar mengingat selama ini CITES mampu mengontrol perdagangan flora dan fauna liar sehingga tidak ada satu pun spesies terancam dalam perlindungan CITES yang menjadi punah sejak CITES diberlakukan pada tahun 1975.

Referensi: http://www.cites.org

Baca Juga:

Anda dapat melihat daftar seluruh tulisan di Daftar Catatan

avatar Tidak diketahui

About alamendah

Panggil saja saya Alamendah, tinggal di Pati, Jawa Tengah, Indonesia. Seorang biasa yang ingin berbagi dengan sobat.
Pos ini dipublikasikan di lingkungan hidup dan tag , , , , , , , , , . Tandai permalink.

105 Responses to Konferensi CITES ke-15 (CoP15 Species) Qatar

  1. avatar Bang Iwan Bang Iwan berkata:

    Semoga saja hasil Konferensi CITES ke-15 (CoP15 Species) Qatar nantinya dapat lebih memberikan perhatian kepada spesies Satwa dan tumbuhan langka untuk dijaga dari kepunahan terutama di Indonesia tentunya.

  2. avatar Reza Reza berkata:

    semoga sukses acaranya…

  3. avatar kedai opini kedai opini berkata:

    wah keren tuh pembahasannya, semoga berguna bagi kemajuan bangsa

    mamir ke blog kami

  4. avatar Ruang Hati Ruang Hati berkata:

    Delegasi Indonesia diwakili Kang Alam ya?

  5. avatar Ruang Hati Ruang Hati berkata:

    Keliamax…..

    have a nice day

  6. avatar Abu Ghalib abughalib berkata:

    kalau bisa perkembangan hasil konferensi itu dicermati ya bang
    nanti hasilnya diposting untuk info kita2

    trims

  7. avatar munir ardi munir ardi berkata:

    bagaimana hasilnya yah konferensi itu

  8. avatar munir ardi munir ardi berkata:

    salam takzim dan hormat selalu

  9. avatar Khery Sudeska Khery Sudeska berkata:

    Harapan; semoga hasil konferensi ini punya dampak positif bagi kelestarian flora dan fauna langka di masa yang akan datang. Semoga!

  10. avatar Mamah Aline Mamah Aline berkata:

    semoga bisa menjadi perubahan besar bagi kelestraian flora dan fauna untuk mas mendatang mas alam…

  11. avatar arsumba arsumba berkata:

    mas alam ndak ikut jadi delegasi indonesia nih.? hehehe..
    semoga konverensi ini nantinya bisa membawa hasil yang memuaskan… untuk kehidupan alam…

  12. avatar Gema Gema berkata:

    Sebuah harapan besar mengingat selama ini CITES mampu mengontrol perdagangan flora dan fauna liar sehingga tidak ada satu pun spesies terancam dalam perlindungan CITES yang menjadi punah sejak CITES diberlakukan pada tahun 1975.

    semoga prestasi ini dapat terus dipertahankan.

    CITES mengatur tentang perdagangan internasional, lalu bagaimana dengan perdagangan nasional, jual beli hewan antar pulau, apakah ada yang mengawasinya juga?

Tinggalkan Balasan ke kedai opini Batalkan balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.