Kerusakan hutan (deforestasi) masih tetap menjadi ancaman di Indonesia. Menurut data laju deforestasi (kerusakan hutan) periode 2003-2006 yang dikeluarkan oleh Departemen Kehutanan, laju deforestasi di Indonesia mencapai 1,17 juta hektar pertahun.
Bahkan kalau menilik data yang dikeluarkan oleh State of the World’s Forests 2007 yang dikeluarkan The UN Food & Agriculture Organization (FAO), angka deforestasi Indonesia pada periode 2000-2005 1,8 juta hektar/tahun. Laju deforestasi hutan di Indonesia ini membuat Guiness Book of The Record memberikan ‘gelar kehormatan’ bagi Indonesia sebagai negara dengan daya rusak hutan tercepat di dunia.
Dari total luas hutan di Indonesia yang mencapai 180 juta hektar, menurut Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan (Menteri Kehutanan sebelumnya menyebutkan angka 135 juta hektar) sebanyak 21 persen atau setara dengan 26 juta hektar telah dijarah total sehingga tidak memiliki tegakan pohon lagi. Artinya, 26 juta hektar hutan di Indonesia telah musnah.
Selain itu, 25 persen lainnya atau setara dengan 48 juta hektar juga mengalami deforestasi dan dalam kondisi rusak akibat bekas area HPH (hak penguasaan hutan). Dari total luas htan di Indonesia hanya sekitar 23 persen atau setara dengan 43 juta hektar saja yang masih terbebas dari deforestasi (kerusakan hutan) sehingga masih terjaga dan berupa hutan primer.
Penyebab Deforestasi. Laju deforestasi hutan di Indonesia paling besar disumbang oleh kegiatan industri, terutama industri kayu, yang telah menyalahgunakan HPH yang diberikan sehingga mengarah pada pembalakan liar. Penebangan hutan di Indonesia mencapai 40 juta meter kubik setahun, sedangkan laju penebangan yang sustainable (lestari berkelanjutan) sebagaimana direkomendasikan oleh Departemen Kehutanan menurut World Bank adalah 22 juta kubik meter setahun.
Penyebab deforestasi terbesar kedua di Indonesia, disumbang oleh pengalihan fungsi hutan (konversi hutan) menjadi perkebunan. Konversi hutan menjadi area perkebunan (seperti kelapa sawit), telah merusak lebih dari 7 juta ha hutan sampai akhir 1997.
Dampak Deforestasi. Deforestasi (kerusakan hutan) memberikan dampak yang signifikan bagi masyarakat dan lingkungan alam di Indonesia. Kegiatan penebangan yang mengesampingkan konversi hutan mengakibatkan penurunan kualitas lingkungan yang pada akhirnya meningkatkan peristiwa bencana alam, seperti tanah longsor dan banjir.
Dampak buruk lain akibat kerusakan hutan adalah terancamnya kelestarian satwa dan flora di Indonesia utamanya flora dan fauna endemik. Satwa-satwa endemik yang semakin terancam kepunahan akibat deforestasi hutan misalnya lutung jawa (Trachypithecus auratus), dan merak (Pavo muticus), owa jawa (Hylobates moloch), macan tutul (Panthera pardus), elang jawa (Spizaetus bartelsi), merpati hutan perak (Columba argentina), dan gajah sumatera (Elephant maximus sumatranus).
Siapakah yang bertanggung jawab atas deforestasi hutan di Indonesia yang semakin menggila ini?. Siapa pula yang wajib mencegah kerusakan hutan di Indonesia?. Jawabnya singkat, kita semua!
Gambar: kfk.kompas.com
Baca Juga:
- Ulang Tahun Kebakaran Hutan
- Saka Wanabakti Pramuka Cinta Hutan
- Tanaman Indonesia Dalam Rekor MURI
- Manusia, Khalifah Penjaga Kelestarian Alam
- Rekor Alam Indonesia
Anda dapat melihat daftar seluruh tulisan di Daftar Catatan



Ping-balik: Bunga Raflesia / Padma Raksasa « sayangilingkungan
Ping-balik: Ardyafani Webpage's
Ping-balik: Desember Adalah Bulan Menanam Nasional | Alamendah's Blog
seharusnya hutan diperhatikan dan dijaga dengan baik kelestariannya..
Ping-balik: QNET PESUT MAHAKAM TEAM
kayaknya pemerintah kita ga ada tindakan ya buat mengurangi tingkat deforestasi hutan di Indonesia
Ping-balik: Bethoxz369
Ping-balik: Buah Merah Si Maskot Papua nan Ampuh | Alamendah's Blog
Ping-balik: Manis dan Sarat Mitos « LimaBe in Conservation
Ping-balik: Kucing Emas Kucing Misterius Sarat Mitos | noerainiastuti
Ping-balik: Tomcat, Semut Kayap, atau Semut Semai | Alamendah's Blog
Ping-balik: Kehicap Boano Burung Langka yang Terabai | Alamendah's Blog
Ping-balik: Burung Kuau Raja Si Raksasa Seratus Mata | Alamendah's Blog
Ping-balik: Katak Pelangi Kalimantan Pernah Jadi Most Wanted | Alamendah's Blog
kenapa kebanyakan manusia merusak lingkungan?, dan juga kenapa pemerintah gag peduli atas itu???