Nabi Muhammad adalah pencinta binatang, demikian kesimpulan yang dapat saya tarik ketika kemarin saya dan seorang teman berbincang-bincang seputar beberapa hadits dan perbuatan Nabi Muhammad yang berkaitan dengan binatang. Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Bukhari Muslim, Nabi Muhammad menceritakan tentang seorang pelacur yang diampuni semua dosanya dan masuk surga hanya gara-gara memberi air minum kepada seekor anjing yang kehausan. Seorang pelacur yang penuh dosa masuk surga gara-gara cinta dan sayangnya kepada seekor binatang yang najis. Subhanallah.
Nabi Muhammad pun memilih memotong lengan bajunya yang ditiduri kucing ketimbang membangunkan dan mengusir kucing tersebut. Sebuah tindakan yang menunjukkan betapa sayang dan cintanya Nabi Muhammad terhadap binatang. Tindakan yang tidak mampu tersaingi oleh kita, mungkin.
Hadits lainnya yang menceritakan tentang Nabi Muhammad sebagai pencinta dan penyayang binatang tidak sedikit. Sayang saya bukan seorang yang kompeten dalam bidang agama apalagi hadits. Karenanya jika ada yang kurang tepat silahkan sobat-sobat dapat memberikan koreksi.
Pencinta Binatang. Dalam beberapa kisah dan hadits tersebutlah kisah-kisah yang menunjukkan Nabi Muhammad SAW seorang pencinta dan penyayang binatang:
- Ketika Nabi Muhammad hendak mengambil jubahnya dan mengetahui bahwa seekor kucing sedang tidur di atas lengan jubah tersebut, Nabi Muhammad pun memotong lengan jubah yang digunakan tidur oleh sang kucing dengan tujuan agar tidak membangunkan tidur si kucing.
- Menurut hadist Imam Bukhari bersabda Rasulullah yang artinya: Konon, ada seekor anjing yang berputar-putar di sekeliling sebuah sumur yang hampir mati karena kehausan, tiba-tiba seorang wanita tuna susila dari Bani Israel melihatnya, lalu ia melepaskan sepatunya untuk mengambil air yang kemudian diminumkannya kepada anjing tersebut. Karena amalannya itulah kemudian Allah Subhanahu wa Ta’ala berkenan mengampuninya”.
- Ketika memasuki Kota Makkah setelah menaklukkan tentara Quraisy, salah satu perintah Rasul adalah tidak membunuh satwa apa pun yang ada di kota suci itu.
- Sebuah hadits nabi yang diriwayatkan Muslim ibn al-Hajjaj al-Naysaburi, shahih Muslim, yang artinya; “Ketika kamu melakukan perjalanan melalui sebuah daerah yang subur, maka perlambatlah agar unta-untamu sempat makan rumput. Dan jika kamu melewati sebuah wilayah yang tandus dan kering, percepatlah langkahmu untuk menyedikitkan rasa lapar yang menimpa binatang-binatang itu.”
- Rasulullah pun pernah bersabda yang artinya; “Tuhan yang Maha Penyayang memberikan kasih sayang-Nya kepada orang-orang yang penyayang. Jika kamu menunjukan kasih sayangmu pada mereka yang ada dimuka bumi, maka di surga, Dia akan menunjukan kasih sayang-Nya padamu.” (Abu Isa Muhammad ibn Sawrah al Tirmidzi).
Jangan Siksa Binatang. Nabi Muhammad yang mencintai dan menyayangi binatang melarang menyiksa binatang:
- Nabi Muhammad bersabda yang artinya, “Ada seorang wanita yang disiksa karena seekor kucing yang dikurungnya sampai mati. Hanya karena kucing itu masuk nereka. Sebab tatkala ia mengurungnya, ia tidak memberinya makan dan minum. Ia juga tidak mau melepaskannya untuk mencari makanan dari serangga dan tumbuh-tumbuhan. (Hadist Shahih Imam Bukhari)
- Ketika menyembelih binatang pun hendaklah dengan baik. Seperti dalam sebuah hadits shahih Muslim Rasulullah bersabda yang artinya; “Allah menyuruh kita agar terampil dalam segala hal. Sehingga jika kamu membunuh, maka bunuhlah dengan baik; dan jika kamu menyembelih binatang, maka lakukanlah dengan baik. Tajamkanlah mata pisaumu agar dapat meringankan penderitaan binatang yang kamu sembelih.”
- Sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Abu Dawud, yang artinya; “Apakah engkau tidak takut kepada Allah mengenai binatang ini, yang telah diberikan kepadamu oleh Allah? Dia melapor kepadaku bahwa engkau telah membiarkannya lapar dan membebaninya dengan pekerjaan-pekerjaan yang berat”
- Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Ath-Thabari, rasulullah melihat seorang laki-laki yang meletakkan kakinya di atas pantat seekor kambing yang akan disembelihnya sambil mengasah alat sembelihannya. Rasulullah bersabda yang artinya, “Mengapa tidak engkau lakukan sebelumnya? Apakah engkau ingin membunuhnya dua kali?”
- Dari Abdurrahman bin Abdillah dari ayahnya menceritakan; Kami menyertai Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam suatu perlawatannya. Kemudian beliau pergi untuk memenuhi suatu kebutuhannya. Lalu kami melihat seekor burung berwarna merah dengan dua ekor anaknya. Kami lalu mengambil kedua anaknya itu. Tatkala induknya datang dia mengepak-ngepakkan sayapnya dan terbang menurun ke dataran menyiratkan kegelisahan dan kekecewaan. Ketika Nabi SAW datang, beliau bersabda: Siapa yang mengejutkan burung ini dengan mengambil anaknya? kembalikanlah anaknya kepadanya” (Hadist Imam Bukhari)
Memanfaatkan Binatang. Rasulullah lantaran rasa sayang dan cintanya terhadap binatang memerintahkan untuk memanfaatkan binatang sesuai dengan fungsinya dan jangan sembarangkan membunuh binatang.
- Terkisahkan, suatu ketika Rasulullah melihat seseorang yang duduk di atas punggung unta di tengah-tengah pasar sambil berbicara kepada orang-orang. Rasulullah kemudian menegur orang itu : “Jangan gunakan punggung binatang liarmu itu sebagai mimbar, karena Allah SWT telah membuatnya tunduk kepadamu agar ia bisa membawamu pergi dari satu tempat ke tempat lain yang tidak dapat kamu capai kecuali dengan badan yang letih” (Abu Dawud al-Sijistani, Sunan Abu Dawud.
- Nabi Muhammad SAW juga melarang membunuh binatang tanpa ada tujuan yang jelas. Rasulullah bersabda yang artinya: “Barang siapa membunuh (bahkan) seekor burung pipit atau binatang-binatang yang lebih kecil lagi tanpa ada hak untuk melakukannya, maka Allah akan meminta pertanggungjawaban orang itu kelak.” (Abu Abd al-Rahman Ahmad ibn Syu ayb al-Nasa I).
- Diriwayatkan oleh Abu Dawud, Rasulullah SAW bersabda yang artinya, “Takutlah kepada Allah dalam (memelihara) binatang-binatang yang tak dapat bicara ini. Tunggangilah mereka dengan baik, dan berilah makan dengan baik pula”
Sedikit, tentang sikap Nabi Muhammad yang ternyata adalah seorang penyayang dan pencinta binatang. Rasulullah menganjurkan kita untuk mencintai dan menyayangi binatang, melarang menyiksa binatang dan memerintahkan untuk memanfaatkan binatang sebagaimana mestinya.
Semoga di bulan kelahiran Nabi Muhammad ini kita mampu mengambil suri tauladan untuk cinta dan sayang terhadap binatang. Bahkan binatang yang najis sekalipun semacam anjing.
Dari berbagai sumber
Baca Juga:
- Pecinta alam vs penikmat alam
- Manusia, Khalifah Penjaga Kelestarian Alam
- Menikmati Tanpa Menyakiti
- Pemerintah Indonesia Tawarkan Harimau Sumatera Sebagai Peliharaan
- Metamorfosis Kupu-kupu Pada Manusia
- Kode Etik Pecinta Alam Indonesia
Anda dapat melihat daftar seluruh tulisan di: Daftar catatan



Sungguh suri tauladan yg sangat patut dicontoh..
Semoga dengan peringatan maulid nabi ini kita bisa selalu ittiba’ dan menjalankan sunnah2 beliau dan senantiasa mengikuti teladannya, mari kita senantiasa bersholawat kepada Nabi Muhammad SAW, Allah dan malaikat saja bersholawat kepada nabi masa kita gak …. “Innallaha wa malaikatahu yusholluna ‘alan nabi, ya ayyuhalladzina amanu shollu ‘alaihi wa sallimu taslima”
Benar2 pribadi yg luar biasa … sama bianatang aja penuh dengan kasih sayang dan akhlak yg mulia ….
Alwi’s last post..Optimasi WordPress Dengan Optimasi Link Komentator
kalau saya pencinta kucing mas
Kono Rasulullah juga memelihara kucing
keempatkah?
akhirnya dapat kelimax lagi
konon kabar sih yang paling beliau suka kucing, apa jenis kucing persia yah?
🙂 Sarimin juga penyayang binatang…
dan disayangi binatang
Semoga dengan momentum perayaan maulid hari ini kita bisa mencontoh pribadi beliau.
Aku bersaksi bahwa tida tuhan selain Allah dan Muhammad adalah Utusan Allah, Selamat Hari Lahir Nabi Muhammad SAW, beliau adalah Uswatun Hasanah bagi kita semua .
wah..temanya sesuai euy…
Salam Takzim
Karena Binatang adalah mahluk dan ciptaan Tuhan kang, siapapun dia yang membenci binatang maka dia pun membenci ciptaan Tuhan, Makasih kang telah memberikan hikmah di hari Maulid Nabi ini kang
Salam Takzim Batavusquq
Subhanallah….Saya dengar sebagian hadist mengatakan bahwa Nabi memang vegetarian.sebagian lagi tidak.Moga bisa di buat tauladan semua penganutnya.Nice post.
saya perlu penjelasan komentar m aisha bahwa ada hadits
bahwa Nabi vegetarian ??? mohon jika bisa dengan perawinya. jazakallah
kita sbagai umatnya harus mencontoh suri tauladan yang sangat baik itu
berkunjung dan ditunggu kunjungan baliknya makasih 😀
salam sukses
wah komengku lagi2 kesert spam iwq, tolongin yaw om
berkunjung dan ditunggu kunjungan baliknya makasih 😀
salam sukses
Sudah tak keluarin, Bang
kalau didesaku selamatan Maulud pasti ada pasar malam banyak yang berjualan cobek pengganti piting untuk tempat nasi dan lauk pauk, sedangkan tedok (tampah kecil) untuk tempat buah2an .(agak menyimpang) dari postingan diatas.
selamat pagi mas alamendah.. yg doyan mengamankan tempat pertamax…. hehe… (sering melihat mas alamendah di mana-mana)
baru tahu mas, sebegitu cinta nya rasulullah kepada binatang.
terutama yg ada orang ngobrol di atas unta itu lho..
betapa beliau ‘menghormati’ dan menyayangi binatang.. 🙂
Setuju sekali, Mbak. Ngobrol di atas punggung Unta, nabi tidak menyukainya. Sungguh bentuk penghormatan dan kasih sayang terhadap hewan yang tiada tertandingi
Assalamu’alaikum, semua akhlak mulia Rasulullah Saw, patut kita contoh, beliau Saw, penyayang binatang, maka kitapun harus menyayangi binatang (DEwi Yana)
Bukankah semua akhlak Rasulullah terjamin kemuliaanya, Mbak?
Allahuma Shalihalla Muhammad !!!
memang banyak suri teladan yang disampaikan kepada kita meskipun tidak pernah bertemu langsung dengan belaiu.
salam hangat serta jabat erat selalu dari Tabanan