Kutulis surat cinta ini untukmu sayang, tepat di antara rimbunnya hamparan bunga Edelweis di Alun-alun Suryakencana. Di kaki gunung Gede Pangrango.
Kamu tahu sayang, Cintaku. Laksana bunga edelweis, Sang Anaphalis javanica, tumbuh di puncak-puncak gunung yang sulit terdaki. Begitupun cinta kita yang penuh perjuangan dan pengorbanan demi merengkuh bahagia bersama.
Kamu tahu sayang, Cintaku. Laksana bunga edelweis, Sang Anaphalis javanica yang putih, halus, dan lembut, begitupun cinta kita yang suci lagi tulus.
Kamu tahu sayang, Cintaku. Laksana bunga edelweis, Sang Anaphalis javanica yang tiada pernah layu meski jatuh dan terberai dari tangkainya, begitupun cinta kita yang abadi dan tiada pernah mati.
Aku tahu sayang, Cintaku. Meski kau tak berucap namun terbesit hasrat di hatimu untuk mendapatkan setangkai bunga abadi perlambang cinta ini. Seperti sekian sahabat perempuanmu yang mendapatkan bunga edelweis, Sang Anaphalis javanica sebagai kado cinta dari kekasih-kekasihnya.
Namun, cukup sehelai kertas ini saja yang kupersembahkan kepadamu. Janganlah Engkau kecewa, kekasih. Meskipun tanpai setangkai bunga edelweis menyertainya namun sekali lagi kubisikkan kepadamu; kutulis surat cinta ini untukmu sayang, tepat di antara rimbunnya hamparan bunga Edelweis di Alun-alun Suryakencana. Di kaki gunung Gede Pangrango.
Aku yakin kamu paham. Aku tidak akan tega merenggut setangkaipun Sang Anaphalis javanica yang semakin langka dan terancam kepunahan ini. Bukankah kitapun tidak ingin cinta kita sirna dan punah ditelan keegoan diri?.
Dan akupun yakin kamupun tahu bahwa di dalam dada ini ada hati yang lebih abadi ketimbang bunga edelweiss, Sang Anaphalis javanica. Dan semua itu hanya untuk dirimu.
Alun-alun Suryakencana, di antara hamparan bunga edelweis.
Aku yang abadi mencintamu.
- Ditulis ulang berdasarkan ingatan dengan beberapa revisi dan penambahan guna berbagi cinta bersama sobatku Idana dan Yulie.
Klasifikasi ilmiah: Kerajaan: Plantae. Ordo: Asterales. Famili: Asteraceae. Genus: Anaphalis. Spesies: Anaphalis javanica. Nama binomial Anaphalis javanica. Status Konservasi: Critically Endangeres (Kritis)
Baca Juga:
- Menikmati Tanpa Menyakiti
- Bunga Jeumpa, Flora Maskot Provinsi Aceh
- Anggrek Hartinah Anggrek Tien Soeharto
- Anggrek Hitam Liar Makin Kelam
- Pohon Nibung Simbol Persaudaraan Orang Riau
- Burung Maleo Si Langka Anti Poligami
- Belalang Sembah Rela Mati Demi Cinta
Anda dapat melihat daftar seluruh tulisan di: Daftar catatan




manteebb sekalee..
ciri khasnya alam pisan
edelweis,bun9a keabadian..
hooolllla bang alam.
keren abisss surat cintanya. bener2 surat cinta yang dekat dengan alam, khas dikau.
semoga menang yaaa
keren abis…
blognya juga keren, salam kenal mas
ahhhhh
satu lagi SALUT buat om, bahkan surat cinta pun tetp konsisten dengan tema blognya
semoga sama sama menang 🙂
Wows romantisnya…. duh edelweis .. alun2 suryakencana .. ?? ingat jaman dulu sob.. emmh banyak kenangan indah di puncak gunung Gede-Pangrango ini..
Duh.. Edelweis.. si bunga Abadi terhampar luas di Suryakencana.. seindah dan seabadi puncak Gede-Pangrango..
We alaa.. jadi membangkitkan kenangan jaman baheula .. di Suryakencana — dengan bunga abadinya ini.. kena razia petugas PPA karena temenku bawa edelweis banyak sekali.. hehe.. mantap sob..
Waduh romantisnya .. saya paling gak bisa bikin surat cinta.. bisanya cuma :
Kepada yth. …..
Dengan ini dibertitahukan bahwa……..bla..bla..bla..
demikian untuk dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab..
hahaha.. kagak bakalan menang ya.. Idana pasti langsung nge del..
ijin mengamankan yang ke 82 beuuu jauh banget
ternyata bang Alam bisa romantis juga hebat
wah kalo bunga yang satu itu indahnya tidak ada bandinganya,,,,bunga tersebut juga sering disamakan sebagai bunga tentang kedetian cinta, bukany begitu?
Lagi jatuh cinta ya mas???
Ping-balik: dan cinta memilihmu « gerhana coklat
gue pikir novelnya
ada yang punya novelnya gak ???????????????????
surat om nggitin fie ma sahabat n ade fie………………
tulisan om jadi inspirasi at fie
Thankz ya om………………………..