Kita harus jujur
bahwa bumi beserta isinya
adalah karunia terindah
yang diberikan cuma-cuma
bukti cinta Allah
untuk kita;
manusia
Kita harus jujur
bahwa bumi beserta isinya
hanyalah satu diseantero jagat
yang sesuai sebagai tempat hidup
–hidup secara jasmani,
bagi kita;
manusia
Kita harus jujur
bahwa bumi beserta isinya
telah memberi penuh suka
mengabdi penuh cinta
pada kita;
manusia
Kita harus jujur
bahwa bumi beserta isinya
telah letih menderita
dinikmati dengan penuh keserakahan
disakiti dengan penuh kebuasan
nafsu tentang untung sesaat
tanpa peduli orang lain
tanpa peduli cucu kita;
manusia
Kita harus jujur
bahwa bumi beserta isinya
telah menanti sedikit cinta
dari kita;
manusia
Harapan saya;
- Semoga ini termasuk dalam kategori puisi (mengingat saya yang awam dalam soal cipta dan apresiasi puisi)
- Semoga ini tidak melenceng dari tema cinta yang saya harapkan (juga tidak melenceng dari tema blog saya)
- Semoga ini ikut didaftar dalam Parade Puisi Cinta (PPC) milik Pakde Cholik (dan beruntung)




Wih… puisina kerenn… 🙂
Tentang alam… mmm…
Memberikan pembelajaran juga… 🙂
@papadanmama:
Memeriahkan ‘gawe’ yang digelar sahabat dan guru ngeblog.
@ruanghatiberbagi:
pas banget, ya?
hehehehehe
@Kakaakin:
lebih tepatnya puisi nekat!
Puisinya tepat sekali dengan apa yang Mas Alam tulis selama ini… Sukses ya Kang… Jangan injak aku… (Kata rumput)
puisi yang bagus kang
memiliki arti yang sangat dalam
ingatlah bumi bukan milik kita tetapi milik anak cucu kita
janganlah membuat nyanyian (merusak bumi ini)
semoga kita tersadar akan tanggung jawab kita sebagai khalifah di bumi ini
@casrudi:
Terima kasih, Kang.
@aRi isTiadi:
Sedalam lautan, kali.
@munir ardi:
titipan dari anak cucu kita.
Ini bakalan jadi saingan Mariska nih kak? 😀
konsekuen terhadap isi blog termasuk dalam bentuk puisi.
Selamat Kang. Saluuuuut 🙂
waaaah, suka neh dengan diksi dan enjambemennya….
Ini Puisi kok.. jadi tenanga saja, ngga bakal malu-maluin.
selama kita berniat membuat puisi maka akan menjadi puisi…
setuju sama komen yayat…
@Mariska Ayu:
Masa merasa tersaingi, sih?
@yayat38:
konsekuen atau nggak bisa nulis yang lain?
@a-chen:
opo maneh iku diksi dan enjambemen?
@cerita cinta:
lha wong gak pernah membuat, ya jadi ragu-ragu.
Dipublikasikan dgn malu2 saja sudah TOP, sudah sangat bagus, apalagi kalo tidak malu2 & yak ragu2.
SUkses ALam semoga menang!
Piss untuk puisi yang bagus…
sukses untuk puisi tentang alam…
Puisi yang bagus,
mudah dicerna,mudah dipahami…
Selamat malam!
Aku juga harus jujur bahwa puisi bang alam tidak melenceng dari tema blognya tentang alam
aku juga harus
jujur bahwa puisi mas alam top markotop dah
karena dapatnya cuma-cuma makanya suka disia2kan
mengunjungi rumah puitikamu
Mengenai kejujuran, daku mo bilang:
Sejujurnya daku ga’ ngerti puisi. Saking ga’ ngertinya, sebuah doa kurasakan sebagai puisi. Harmoini alam, gemericik air…desir angin … kicauan burung …saya anggap sebagai puisi, apa lagi yang di atas itu .. yang memang puisi!