Menyaksikan cicak bertarung melawan buaya di dunia satwa rasanya tidak akan pernah mungkin. Cicak (Gekkonidae sp.) dan buaya (Crocodylidae sp.), walaupun sama-sama reptil (binatang melata) namun secara taksonomi telah berbeda mulai dari tingkat ordo.
Di lihat dari habitat dan makanannya cecak biasa memakan serangga (terutama nyamuk) dan biasanya hidup di dinding, atap rumah atau jika di alam cecak biasanya hidup pada tempat-tempat teduh. Sedangkan buaya umumnya menghuni habitat perairan tawar seperti sungai, danau, rawa dan lahan basah lainnya, namun ada pula yang hidup di air payau seperti buaya muara. Makanan utama buaya adalah hewan-hewan bertulang belakang seperti bangsa ikan, reptil dan mamalia, terkadang juga memangsa moluska dan krustasea. Dari perbadaan ini sangat tidak mungkin jika (di dunia satwa) cicak bertarung melawan buaya.
Jika dilihat dari perbedaan ukuran tubuh, akan semakin mustahil untuk melihat pertarungan antara cicak dengan buaya di dunia satwa. Cicak umumnya berukuran 10 cm, bahkan jenis cicak ada yang hanya berukuran 1,6 cm (tokek kecil, Sphaerodactylus ariasae). Bandingkan dengan salah satu jenis buaya (buaya air asin, Crocodylus porosus) yang berukuran hingga 6 m dengan berat mencapai 1 ton.
Lebih Mengenal Cicak
Cecak atau disebut juga cicak adalah hewan reptil yang biasa merayap di dinding atau pohon. Cicak berwarna abu-abu, tetapi ada pula yang berwarna coklat kehitam-hitaman. Cecak biasanya berukuran sekitar 10 centimeter. Cecak tergolong ke dalam suku Gekkonidae dan terdiri atas puluhan jenis.
Di beberapa daerah cicak disebut dengan cakcak (bahasa Sunda), cicek (Betawi), cecek (Jawa).
Cecak biasa memakan serangga (terutama nyamuk). Cicak biasanya hidup (habitat) di dinding-dinding dan di atap rumah atau jika di alam cecak biasanya hidup pada tempat-tempat teduh.
Beberapa jenis cicak yang umumnya bisa dijumpai di Indonesia diantaranya;
- Cicak tembok (Cosymbotus platyurus)
Cicak tembok (Cosymbotus platyurus) atau dalah bahasa inggris disebut flat-tailed house-gecko. Cicak jenis ini kerap ditemui di tembok-tembok rumah dan sela-sela atap.
Cecak ini bertubuh pipih lebar, berekor lebar dengan jumbai-jumbai halus di tepinya. Bila diamati di tangan, dari sisi bawah akan terlihat adanya lipatan kulit agak lebar di sisi perut dan di belakang kaki. Panjang total dari kepala hingga ekor sekitar 135 mm, sekitar separuhnya adalah ekor.
Cecak tembok (Cosymbotus platyurus) dapat ditemui mulai di Nepal dan Bhutan (India utara), India timur (termasuk Andaman dan Nikobar), Sri Lanka, Myanmar, Vietnam Thailand, Malaysia, Indonesia sampai Filipina, dan Tiongkok.. Di introduksi ke Florida, Amerika Serikat.
Klasifikasi ilmiah: Kerajaan: Animalia Filum: Chordata Kelas: Reptilia Ordo: Squamata Upaordo: Sauria Famili: Gekkonidae Genus: Cosymbotus Spesies: Cosymbotus platyurus Nama binomial: Cosymbotus platyurus (Schneider, 1792)
Rasa-rasanya (di dunia satwa) cicak tembok pun tidak mungkin bertarung melawan seekor buaya. Mereka sadar akan posisi dan peranan masing-masing.
- Cicak kayu (Hemidactylus frenatus)
Cicak kayu (Hemidactylus frenatus) atau dalam bahasa inggris disebut common house-gecko atau ada pula yang menyebut Darwin house-gecko. Cicak ini berukuran sekitar 120 mm.
Cicak jenis ini bertubuh lebih kurus (sekitar 120 mm). Moncong relatig pendek, ekornya bulat, dengan enam deret tonjolan kulit serupa duri, yang memanjang dari pangkal ke ujung ekor. Cecak kayu lebih menyukai tinggal di pohon-pohon di halaman rumah, atau di bagian rumah yang berkayu seperti di atap. Terkadang didapati bersama cecak tembok di dinding luar rumah dekat lampu, namun umumnya kalah bersaing dalam memperoleh makanan.
Cecak kayu menyebar luas mulai dari Afrika timur dan selatan, Madagaskar, dan kepulauan-kepulauan Mauritius, Reunion, Rodrigues, Komoro dan Seychelles, Pakistan, Bhutan, Nepal, India, Sri Lanka, Bangladesh, Andaman, Nikobar, Maladewa, Tiongkok selatan, Myanmar, Laos, Kamboja, Vietnam, Thailand, Malaysia, Filipina, Taiwan, Jepang (Ryukyu, Bonin); Indonesia (Sumatra, Borneo, Jawa, Bali, Lombok, Sulawesi, Ambon, hingga ke Papua). Diintroduksi ke Polinesia, Meksiko, Amerika Tengah, dan Amerika Serikat (Hawaii, Florida).
Klasifikasi ilmiah: Kerajaan: Animalia Filum: Chordata Kelas: Reptilia Ordo: Squamata Upaordo: Sauria Famili: Gekkonidae Genus: Hemidactylus Spesies: Hemidactylus frenatus Nama binomial: Hemidactylus frenatus (Duméril & Bibron, 1836).
Rasa-rasanya cicak kayu pun tidak mungkin bertarung melawan sekedar bayi buaya yang baru menetas dari telurnya yang mempunyai ukuran dua kali lipat dibandingkan cicak.
- Cicak gula (Gehyra mutilata)
Cicak gula (Gehyra mutilata) atau dalam bahasa inggris disebut dengan berbagai nama seperti Pacific gecko, sugar lizard, tender-skinned house-gecko, four-clawed gecko, atau stump-toed gecko.
Cicak jenis ini mempunyai ukuran tubuh yang lebih kecil (umumnya kurang dari 10 cm), gemuk, dengan kepala membulat dan warna kulit transparan serupa daging. Cecak ini kerap ditemui di sekitar dapur, kamar mandi dan lemari makan, mencari butir-butir nasi atau gula yang menjadi kesukaannya. Sering pula ditemukan tenggelam di gelas kopi kita.
Cecak gula menyebar luas mulai dari India utara dan baratdaya, Kep. Nikobar, Sri Lanka; sampai ke Asia Tenggara. Di Indonesia ditemukan di Sumatra, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Timor, Halmahera, dan Papua dan Introduksi ke Mauritius, Seychelles, Madagaskar, Meksiko, Kuba dan Hawaii.
Klasifikasi ilmiah: Kerajaan: Animalia Filum: Chordata Kelas: Reptilia Ordo: Squamata Upaordo: Sauria Famili: Gekkonidae Genus: Gehyra Spesies: Gehyra mutilata Nama binomial: Gehyra mutilata (Schneider, 1792).
Di dunia satwa, sepertinya akan sangat mustahil menyaksikan cicak dan buaya saling bertarung. Sepertinya mereka saling menyadari dan menjalankan posisi dan perannya masing-masing. Saya tidak tahu jika yang bertarung adalah cicak dan buaya yang berasal bukan dari dunia hewan. Adakah cicak dan buaya yang bukan dari dunia hewan?.
Referensi: http://www.reptilesweb.com; http://www.gekkota.com; Gambar: commons.wikimedia.org.
Baca Juga:
- Klasifikasi dan Jenis Ikan Lele
- Hindari Kepunahan Penyu
- Trenggiling, Dagingnya 1 Juta Per Kg
- Jalak Bali Nyaris Punah Di Habitat Asli
- Ikan Siluk Merah, Satwa Pesona Nusantara
- Merak Hijau Keindahan Berbuah Petaka
- Burung Maleo Si Langka Anti Poligami
- Satwa Indonesia yang Telah Punah
Anda dapat melihat daftar seluruh tulisan di: Daftar Catatan



kalo cicak ekornya bercabang, pasti mahal tuh harganya,….
buaya akan takut sama cicak kalau cicak yang ada di dunia ini bersatu membuat formasi buaya juga, barangkali baru buaya itu takut mas, .. 😆
kaco banget
mo uji coba kekuatan
ntah mana yg menang
ntah mana yg kalah
menang jadi abu
kalah jadi arang
lawan mbah maridjan aja kalo brani
kena satpam neh komenku
Hallo apa khabar Alam, sebagai aparatur apalagi sebagai penegak Hukum seharusnya dalam bersikap berprinsip pada Integritas dan kejujuran. Kalau kita tidak jujur, bagaimana mungkin kita mampu melayani masyarakat dengan semestinya ? Kita memahami bahwa kejujuran telah dibenturkan pada kepentingan-kepentingan sesaat, sehingga menjadi sesuatu yang berharga. Kejujuran telah terbeli oleh beragam dalih dan alasan, betapa sukarnya menampilkan kejujuran bahkan di lingkup yang paling kecil. Ada perasaan skeptis dan mungkin pesimis melihat kehidupan ini yang semakin banyak dihiasi oleh manusia-manusia munafik. Kejujuran telah dimanipulasi sampai keakar-akarnya. Seharusnya sebagai pengayom rakyat kedua institusi ini cepat terselesaikan, sehingga mengurangi kewibawaan sebagai aparatur negara, yang abdi negara dan abdi masyarakat yang menjunjung tinggi kepentingan negara dan masyarakat diatas kepentingan golongan. Terima kasih postingannya, Sukses untuk Alam.
Regards, agnessekar.com
Moga ada keadilah yang nampak dari kasus ini…btw maaf mas, saya telat maklum sinyal gprs di tempat saya sering gangguan..
kirain ikut berpolitik jugaa.. ternyata ilmu cecak nih 🙂
ditunggu giliran tokek yah.. kan lagi rame diperdagangkan tuh katanya 😀 Ini beritanya
Kang referensinya dari mana aja nih? ensiklopedinya komplit ya?..hehe.
KYAAAAAAAAA… BENCI CICAK!!! #kabur
@Afif:
Ya….
@storykoe:
Apalagi kalau cicaknya berkepala buaya.
@Badruz:
Membentuk pasukan cicak berani mati, dong?!
@agnessekar:
Mungkin karena itu saya lebih enjoy memosting dunia satwa ketimbang dunia manusia.
@Dinoe:
Gak ada kata terlambat di sini, kok.
@fandhie:
Tokek emang lagi booming
@tukangpoto:
Komplit, emang jamu??!!. Referensinya kan ditulis di akhir setiap postingan.
@mira:
Bermasalah dengan cicak, ya?. Wekekekekek
Mas, maksudnya diintroduksi ke negara2 tertentu itu apaan ya? apakah cecak tersebut diajak imigrasi?? Untuk apa??
bisa seperti itu.
Lebih tepatnya disebut introduksi spesies yaitu usaha sadar ataupun tidak sadar untuk memasukkan suatu jenis (spesies) hewan atau tumbuhan ke dalam satu habitat yang baru.
Masuknya jenis tersebut akibat adanya hobi atau kegemaran beberapa orang membawa jenis-jenis baru, ataupun sengaja dibiakkan karena alasan praktis seperti penanganan hama penyakit.
Kemarin di Indonesia juga ramai masalah introduksi komodo ke pulau Bali yang mendapat tentangan dari berbagai pihak.
visit at night to find a fellow blogger who want to comment on my blog, and I want the link on this blog … thank you for your attention.
Cicak vs Buaya
Sering kudengar saat ini
Tapi d tulisanmu ini ternyata jauh lebih dahsyat
SAlut sobat 🙂
kalau menurut mapuc yang menang adalah tokek kang ha ha, liat tuch tokek bisa buat beli libom baru he he, malam kang
huAaaa udah nomer brapa neeh huhuhuhuhu
cicak dan buaya .. fiiuhh capek ma mereka dah :((
kapan bisa aman
cicak itu lebih unik ketimbang buaya, kadang malah membantu manusia, ngusir nyamuk 😀