Balthasar “Berth” Kambuaya Menteri Lingkungan Hidup

Prof. DR. Balthasar “Berth” Kambuaya yang ditunjuk menjadi Menteri Lingkungan Hidup baru saya tahu hari ini. Maklum saya kurang tertarik dengan ribut-ribut resufle kabinet. Hingga dari sebuah feed berita saya ketahui Prof.DR. Balthasar “Berth” Kambuaya telah ditunjuk oleh SBY sebagai Menteri Lingkungan Hidup menggantikan Gusti Muhammad Hatta yang digeser menjadi Menteri Riset dan Teknologi.

Berth Kambuaya sebelumnya diangkat menjadi Menteri Lingkungan Hidup adalah Rektor Universitas Cenderawasih, Jayapura, Papua.

Dari beberapa sumber saya dapatkan sekilas daftar riwayat hidup Sang Menteri Lingkungan Hidup yang asli Papuaini.

Balthasar "Berth" Kambuaya Menteri Lingkungan Hidup

Balthasar "Berth" Kambuaya Menteri Lingkungan Hidup

Balthasar Kambuaya yang biasa dipanggil Berth Kambuaya lahir di Ayamaru, Maybrat, Papua Barat, pada tanggal 9 September 1956 dari pasangan Abraham Kambuaya (Alm) dan Sara Jitmau. Beragama Kristen, menikah dengan Yuliana Mosso dan mempunyai lima orang anak, yakni: Mayland Kambuaya, Edita Kambuaya, Abraham Kambuaya, David Kambuaya, dan Stenly Kambuaya.

Pendidikan Berth Kambuaya dimulai dari SD YPK di Kambuaya – Ayamaru (1969); SMEP Negeri, Teminabuan (1971); SMEA Negeri di Sorong (1974); Sarjana Muda di Universitas Cendrawasih Jayapura (1978); Sarjana (S1) di Universitas Brawijaya Malang (1984); Magister Business Administration (MBA) di Durham University Business School-Inggris (1996); Doktor (S3) Bidang Ekonomi di UNHAS Makasar (2003).

Sebelum menjadi Rektor Universitas Cenderawasih (Uncen), Jayapura (2005 – sekarang), Prof.DR. Balthasar “Berth” Kambuaya pernah menjabat sebagai Asisten Dosen Uncen (1979); Dosen Fakultas Ekonomi Uncen Tahun (1981); Kasubag Lembaga Penelitian Uncen (1985); Pembantu Dekan I – FIHES (1986 -1987); Pembantu Dekan III – FIHES (1987 – 1991); Pembantu Dekan I – FIHES (1991 – 1995); Pembantu Dekan I – FIHES (1995 – 2000); Dekan Fakultas Ekonomi Uncen (2001 – 2004).

Sang Menteri Lingkungan Hidup baru ini pernah mendapatkan penghargaan Satya Lencana Adhitya Dharma Nugraha dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI, sebagai Dosen Teladan 1988.

Harapan saya cukup sederhana. Semoga, jabatan Menteri Lingkungan Hidup RI yang kini dijabat Balthasar “Berth” Kambuaya memberikan manfaat yang signifikan bagi lingkungan hidup di Indonesia. Apalagi hutan dan alam Bumi Cenderawasih (Papua) menjadi benteng terakhir Indonesia dalam mempertahankan kekayaan hayati.

Referensi dan gambar:

  • nasional.kompas.com/read/2011/10/19/15344670/Inilah.Riwayat.Hidup.Balthasar.Berth.Kambuaya
  • id.wikipedia.org/wiki/Berth_Kambuaya
  • Foto: tribunnews.com

Baca artikel tentang tokoh dan lingkungan hidup lainnya:

Tentang iklan-iklan ini

Tentang Alam Endah

Panggil saja saya Alamendah, tinggal di Pati, Jawa Tengah, Indonesia. Seorang biasa yang ingin berbagi dengan sobat.
Tulisan ini dipublikasikan di berita, lingkungan hidup dan tag , , , , . Tandai permalink.

47 Balasan ke Balthasar “Berth” Kambuaya Menteri Lingkungan Hidup

  1. admiral nasution /jalan sirsak 15 Sentang, Kisaran timur, Asahan, Sumatera Utara berkata:

    Hidup untuk menjaga dan melestarikan keseimbangan ekosistem alam dunia.
    Melihat dari berkurangnya kebutuhan pokok, polusi tercemarnya udara air sungai yang dahulu kita dapat merasakan beraneka ragam rasa jenis tanaman konsumsi (makanan), suasana cuaca udara bersih dan air sungai yang jernih.

    Mengingat pentingnya kebutuhan pokok untuk bahan pangan konsumsi yang banyak terdapat di daerah tanah subur. Apa yang terjadi pada masa depan untuk populasi jika potensi tanah subur tidak di manfaatkan dan di jaga.

    Efesien mudah dan cepat umumnya orang mendirikan bangunan seperti rumah, kantor dan tempat aktifitas lainya banyak mengunakan bahan kayu-kayu dari pohon buah pangan yang dikonsumsi, padahal sudah banyak bahan bangunan yang lain. kemudian mereka menutup menimbun tanah luar dalam sebagai lantai dasar tempat tinggal.

    Alasan berikutnya sering orang menebang/memotong dahan pohon adalah karena adanya tiang kabel listrik/telepon
    yang dianggap menghalangi jalurnya, Sebaiknya bukan pohonnya yang di tebang/potong tapi jalur listrik/telepon bawah tanah lebih tidak mengganggu bagi pertumbuhan tanaman pangan. Disamping itu pohon-pohon yang berada di sekitar rumah tersebut tidak dapat tumbuh sampai besar tinggi karena akarnya di anggap akan sampai merusak lantai rumah.

    Cara melestarikan yang sangat berpengaruh tapi belum di laksanakan adalah kita harus merubah keadaan ini menjadi bentuk yang layak, seperti rumah bangunan panggung bertangga yang tidak menggunakan alat dari kayu pohon pangan, sehingga tanah dapat dimanfaatkan untuk tanaman tumbuhan pangan kebutuhan pokok/pertanian yaitu memanjang utara selatan supaya tumbuhan pohon di bawah terkena sinar matahari, juga rumah apung, rumah bawah tanah atau rumah di laut. Dan kemudian pembuatan jalan raya layang/jalan layang di atas.
    Bahkan sampai saatnya kita harus pindah ke tempat-tampat tandus seperti gurun/padang pasir, bebatuan, laut dan luar angkasa.

    Hentikan pembuatan bangunan gedung dan jalan raya, jika bukan bangunan gedung panggung (tangga)/di atas permukaan tanah dan jalan layang yang tidak menimbun/menutup tanah.

    Saya memerlukan bantuan dukungan untuk dapat mendirikan bangunan tersebut, atau kantor cabang disini.

Tulis Komentar Sobat

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s