Anggrek Serat (Diplocaulobium utile dulunya Dendrobium utile) merupakan flora maskot (identitas) provinsi Sulawesi Tenggara. Nama anggrek serat ini didapat lantaran umbi semunya yang mengandung serat dan dapat dimanfaatkan sebagai bahan anyaman kerajinan tangan. Sayangnya akibat eksploitasi yang berlebihan, anggrek serat yang menjadi maskot Sulawesi Tenggara semakin sulit ditemukan.
Anggrek serat dalam bahasa lokal (Sulawesi) disebut sebagai anomi, anemi, atau alemi. Sedangkan dalam bahasa latin, nama ilmiah anggrek serat semula adalah Dendrobium utile namun kemudian mengalami revisi menjadi Diplocaulobium utile. Nama latin yang pertama, Dendrobium utile sekarang dipakai sebagai sinonim.


