Jenis-jenis Palem (Arecaceae) Di Indonesia #2

Suku (famili) Arecaceae atau biasa disebut sebagai kelompok tumbuhan pinang-pinangan atau palem banyak jenisnya yang tumbuh di Indonesia.

Suku (famili) Arecaceae terdiri atas puluhan genus dan ratusan spesies (jenis). Dalam artikel terdahulu telah saya sampaikan jenis-jenis yang umumnya dapat ditemui di Indonesia antara lain Enau atau Aren (Arenga pinata); Gebang (Corypha utan); Kelapa (Cocos nucifera); Kelapa Sawit (Elaeis guineensis dan Elaeis oleifera); Nibung (Oncosperma tigillarium); Nipah (Nypa fruticans); dan Rotan (Calamus rottan).

Baca lebih lanjut

Dipublikasi di flora | Tag , , , , , , , , , , , , , , , | 186 Komentar

Jenis-jenis Palem (Arecaceae) Di Indonesia

Suku (famili) Arecaceae atau suku pinang-pinangan (palem) adalah kelompok tumbuhan yang biasa disebut palma atau palem. Tumbuhan ini banyak dikenal dan mempunyai banyak jenis di Indonesia meskipun terkadang tidak sedikit yang bingung untuk membedakannya sehingga menyebutnya sebagai palem saja atau justru keliru dalam menyebutkan nama jenisnya.

Secara umum suku Arecaceae mempunyai ciri-ciri:

  • Batangnya tumbuh tegak ke atas dan jarang bercabang
  • Batangnya beruas-ruas dan tidak memiliki kambium sejati
  • Akarnya tumbuh dari pangkal batang dan berbentuk akar serabut
  • Berdaun majemuk
  • Tangkai daun memiliki pelepah daun yang membungkus batang.
  • Bunga tersusun dalam karangan bunga (mayang)
  • Buahnya ditutupi lapisan luar yang relatif tebal (biasa disebut sabut)
  • Biji buah relatif cair pada saat masih muda dan semakin mengeras ketika tua.

Baca lebih lanjut

Dipublikasi di flora | Tag , , , , , , , , , , , , , , , , | 159 Komentar

Konferensi Perubahan Iklim Copenhagen 2009

Konferensi Perubahan Iklim 2009 (UN Climate Change Conference 2009) atau biasa disebut COP 15 yang merupakan KTT internasional mengenai perubahan iklim sudah dibuka di Copenhagen (Denmark) pada Senin 7 Desember 2009 kemarin dengan dihadiri oleh sekitar 15-ribu utusan dari 192 negara. Konferensi ini akan berlangsung hingga tanggal 18 Desember 2009. Pertemuan ini merupakan kesempatan terbaik dan terakhir dalam upaya menjawab tantangan dampak perubahan iklim.

Konferensi ini akan menjadi forum akbar komunitas lingkungan global dalam upaya menyelamatkan masa depan planet bumi. Langkah tersebut juga menjadi penting karena akan menentukan kesepakatan final pengganti Protokol Kyoto. Kesepakatan yang bertujuan utama mencegah terus berlanjutnya dampak negatif pemanasan global (global warming).

Baca lebih lanjut

Dipublikasi di berita, global | Tag , , , , , , , | 130 Komentar

Pohon Nibung Simbol Persaudaraan Orang Riau

Pohon Nibung (Oncosperma tigillarium) adalah tanaman sejenis palma (palem) yang tumbuh di Asia Tenggara termasuk hampir di seluruh wilayah Indonesia. Pohon Nibung dianggap sebagai simbol semangat persatuan dan persaudaraan masyarakat Riau  karenanya tidak heran jika pohon Nibung ditetapkan sebagai flora identitas provinsi Riau.

Nibung (Oncosperma tigillarium) termasuk kelompok Palem yang biasanya tumbuh liar, tumbuh berumpun seperti bambu. Satu Palem Nibung memiliki 5-30 anakan. Tinggi batang/pohon Nibung dapat mencapai 30 meter, lurus dan berduri, garis tengah batang sekitar 20 cm. Batang dan daunnya terlindungi oleh duri keras panjang berwarna hitam.

Baca lebih lanjut

Dipublikasi di flora | Tag , , , , , , , , | 138 Komentar

Gajah Sumatera Sehari Makan 150 Kg

Gajah Sumatera (Elephas maximus sumatranus) merupakan satu dari tiga subspesies Gajah Asia. Subspesies Gajah Asia (Elephas maximus) selain Gajah Sumatera adalah Gajah Asia (Elephas maximus maximus) yang terdapat di Srilangka dan Gajah India (Elephas maximus indicus) yang terdapat di Asia Tenggara dan India. Gajah Sumatra (Elephas maximus sumatranus) yang mempunyai nafsu makan besar (hingga 150 kg seharinya) bisa dijumpai di pulau Sumatera Indonesia. Binatang ini juga ditetapkan sebagai Fauna Identitas Provinsi Lampung.

Gajah Sumatera (Elephas maximus sumatranus) hanya berhabitat di pulau Sumatera Indonesia. Populasinya tersebar di tujuh provinsi yaitu Nanggroe Aceh Darussalam, Sumatera Utara, Riau, Jambi, Bengkulu, Sumatera Selatan dan Lampung. Meskipun sebaran habitatnya luas ternyata populasinya menurun drastis. Karenanya UICN Redlist menggolongkan binatang besar ini dalam kategori Endangered sejak tahun 1996.

Baca lebih lanjut

Dipublikasi di satwa | Tag , , , , , , , , | 220 Komentar