Burung perkici buru atau Charmosyna toxopei merupakan parrot (burung berparuh bengkok) yang langka. Perkici buru juga burung endemik yang hanya terdapat di pulau Buru, Maluku, Indonesia. Langkanya parrot endemik pulau Buru ini terbukti dengan tidak pernah ditemukannya lagi spesies hidup sejak burung perkici buru ini ditemukan pertama kali pada tahun 1921.
Karena tidak dapat teridentifikasi kembali hingga puluhan tahun, IUCN Redlist mengukuhkannya sebagai spesies Critically Endangered, spesies dengan tingkat keterancaman paling tinggi.
Burung perkici buru ditemukan pertama kali oleh Lambertus Johannes Toxopeus, seorang Belanda pada tahun 1921. Dan sejak saat itu burung ini tidak pernah terlihat lagi secara pasti.
Burung perkici buru oleh masyarakat setempat sering disebut sebagai utu papua. Sedangkan nama binatang ini dalam bahasa Inggris adalah Blue-fronted Lorikeet. Dalam nama latin (nama ilmiah) perkici buru disebut sebagai Charmosyna toxopei (Siebers, 1930).
Diskripsi Perkici Buru. Buru perkici buru berukuran kecil dengan panjang hanya sekitar 16 cm saja. Bulu tubuhnya hampir seluruhnya berwarna hijau kecuali bagian kecuali bagian mahkota depan yang berwarna biru dan bagian bawah pangkal ekor yang berwarna merah.
Diduga burung perkici nan langka dan endemik pulau Buru ini hidup secara berpasangan atau dalam kelompok kecil hingga 10 individu. Burung parrot ini mengeluarkan suara kicauan menyerupai bunyi ‘ti ti ti ti ti’ yang melengking.
Habitat burung endemik pulau Buru, Maluku, Indonesia ini adalah hutan primer dan sekunder di daerah berketinggian 0 hingga 1000 meter dpl.
Jumlah populasi hingga sekarang tidak diketahui dengan pasti. Namun sebagaimana data yang Alamendah’s Blog kutip dari Birdlife Internasional, populasinya diperkirakan hanya dalam kisaran 50-250 ekor saja. Sebuah jumlah yang sangat sedikit bagi spesies burung non predator.
Karena jumlah populasi individu yang sangat sedikit, daerah persebaran yang sempit karena hanya terdapat (edemik) di satu pulau kecil saja maka IUCN Redlist memasukkannya sebagai spesies dengan tingkat keterancaman tertinggi yakni, Critically Endangered (Kritis) sejak tahun 2000. CITES juga telah memasukannya dalam daftar Apendiks II.
Burung perkici buru, si hijau kecil, berparuh bengkok, endemik lokal pulau Buru, dan sangat terancam punah ini semakin menambah panjang daftar burung-burung misterius di Indonesia. Burung misterius lantaran ditemukan sekali seterusnya tiada pernah menampakkan diri lagi.
Klasifikasi ilmiah: Kerajaan: Animalia; Filum: Chordata; Kelas: Aves; Ordo: Psittaciformes; Famili: Psittacidae; Genus: Charmosyna; Spesies: Charmosyna toxopei.
Referensi dan gambar:
Baca artikel tentang burung dan alam lainnya:




Saya belum pernah lihat burung Perkici Buru.
Warnanya keren… hijau muda. 😀
Miris ya..
Huhuhu, gda 300ekor..
Pdhl endemik indonesia…
Kalo aku melihat burung yang cucuknya kaya gitu… otomatis aku langsung mengenalnya sebagai burung nuri
Tak kira burung prikitiu…
keren ya burungnya hehe tambah lagi pengetahuan nih
bedanya dengan burung beo apa?! kan sama2 ijo dan sama2 bengkok paruhnya 🙄
ternyata banyak juga ya burung berparuh bengkok dari yang mulai ukuran badannya kecil sampai yang besar,cumasayang ya banyak yang ditangkap dan diperjualbelikan.
sayang ya kalau harus punah…. 😦
sekilas kok kayak burung parkit ya, bener gak sih ???
burng yang harus dilindungi dna dilestarikan ni
kalo liat purung gitu patuknya kaya burung pipit tuh gan , makasih buat infonya
baru pertama kali liat… itu pun di gambar :p
warna hijaunya bagus ya pak si burung perkici ini,,
ehh namanya mirip dengan Burung Perci…ehh BtW pada tahu PerCi ngak ya?
Ping-balik: Burung Kacamata Sangihe (Zosterops nehrkorni) | Alamendah's Blog