Monyet Ekor Panjang (Macaca fascicularis) Monyet Populer

Monyet Ekor Panjang atau Macaca fascicularis memang monyet populer. Monyet dengan ekor panjang inilah yang sering kita lihat. Selain populasi monyet jenis ini cenderung masih banyak, kemampuannya beradaptasi membuat monyet ekor panjang terbiasa dengan kehadiran manusia sehingga banyak dipelihara. Bahkan monyet ini populer dipergunakan dalam atraksi “topeng monyet”.

Dalam bahasa Inggris, monyet ekor panjang dinamakan Crab-eating Macaque atau Long-tailed Macaque. Sedangkan dalam bahasa latin (nama ilmiah) primata ini dinamai Macaca fascicularis yang bersinonim dengan Macaca irus.

Di beberapa daerah di Indonesia, Monyet Ekor Panjang disebut dengan berbagai nama seperti Bojog (Bali), Kethek atau Munyuk (Jawa), Monyet, Kunyuk atau Onces (Sunda).

Monyet yang berkerabat dekat dengan Beruk Mentawai dan Monyet Hitam Sulawesi ini sering dijadikan hewan peliharaan juga juga sering dimanfaatkan untuk keperluan penelitian medis dan sebagai hewan percobaan. Di Indonesia Monyet Ekor Panjang sering juga dijadikan pertunjukan topeng monyet. Monyet Ekor Panjang

Diskripsi Monyet Ekor Panjang. Saat dewasa Monyet Ekor Panjang mempunyai panjang tubuh sekitar 38-55 cm ditambah ekor sepanjang 40-65 cm. Berat tubuh Long-tailed Macaque berkisar antara 5-9 kg untuk jantan dan 3-6 kg untuk monyet betina.

Bulu Monyet Ekor Panjang (Macaca fascicularis) berwarna coklat keabu-abuan hingga coklat kemerahan dengan wajah berwarna abu-abu kecoklatan serta jambang di pipi berwarna abu-abu, terkadang terdapat jambul di atas kepala. Hidungnya datar dengan ujung hidung menyempit. Monyet ini memiliki gigi seri berbentuk sekop, gigi taring dan geraham untuk mengunyah makanan.

Monyet Ekor Panjang hidup berkelompok dengan anggota antara 5 hingga 40-an ekor lebih. Dalam satu kelompok terdapat 2-5 pejantan dengan jumlah betina 2-5 kali lipatnya dengan salah satu monyet jantan sebagai pemimpin kelompok. Seekor pejantan biasanya melakukan perkawinan dengan beberapa betina sekaligus.

Monyet yang populer dipelihara dan dijadikan hiburan topeng monyet termasuk hewan omnivora. Makanannya bervariasi mulai dari buah, daun, bunga, umbi, jamur, serangga, siput, rumput muda, bahkan kepiting. Meskipun mayoritas yang dikonsumsi adalah buah-buahan.

Persebaran dan Subspesies Monyet Ekor Panjang. Primata ini mampu hidup dalam beragam ekosistem mulai dari hutan bakau di pantai, dataran rendah hingga pegunungan dengan ketinggian 2.000 meter dpl. Monyet jenis ini tersebar luas di kawasan Asia Tenggara dan Selatan mulai dari Banglades, Brunei, Filipina, India, Indonesia, Kamboja, Laos, Malaysia, Myanmar, Singapura, Thailand, Timor Leste, dan Vietnam.

Di Indonesia Monyet bernama latin Macaca fascicularis ini dapat dijumpai di Bali, Bangka, Bawean, Belitung, Jawa, Kalimantan, Kangean, Karimunjawa, Karimata, Lombok, Nias, Nusa Tenggara, Simeulue, Sumatra, Sumba, Sumbawa, dan Timor. Sekelompok Monyet Ekor Panjang

Di seluruh dunia terdapat sepuluh subspesies Monyet Ekor Panjang (Crab-eating Macaque). Subspesies (anak-jenis) itu antara lain:

  • Macaca fascicularis fascicularis; Tersebar luas di kawasan Asia Tenggara termasuk Indonesia.
  • Macaca fascicularis fuscus; endemik pulau Simeulue, Sumatra, Indonesia.
  • Macaca fascicularis lasiae; endemik pulau Lasia, Sumatra, Indonesia.
  • Macaca fascicularis tua; endemik pulau Maratua, Kalimantan, Indonesia.
  • Macaca fascicularis karimondjawae; endemik pulau Karimunjawa, Indonesia.
  • Macaca fascicularis aureus; Bangladesh, Laos, Myanmar, dan Thailand.
  • Macaca fascicularis umbrosus; Pulau Nicobar, India.
  • Macaca fascicularis condorensis; Vietnam.
  • Macaca fascicularis philippensis: Filipina.
  • Macaca fascicularis atriceps: Thailand.

Konservasi Monyet Ekor Panjang. Populasi Monyet Ekor Panjang secara umum masih dianggap aman sehingga IUCN Redlist mengkategorikannya dalam status Least Concern. Dan oleh CITES didaftar sebagai Apendiks II. Bahkan di Indonesia, primata ini juga bukan termasuk salah satu binatang yang dilindungi.

Namun lantaran perburuan besar-besaran yang terus terjadi, pemanfaatan M. fascicularis khususnya untuk pasar ekspor telah diatur dalam Keputusan Menteri Kehutanan Nomor: 26/Kpts-II/94 tanggal 20 Januari 1994 tentang Pemanfaatan Jenis Kera Ekor Panjang (Macaca Fascicularis), Beruk (Macaca Nemestrina) dan Ikan Arwana (Scleropagus Formosus) untuk Keperluan Ekspor. Yang mana dalam peraturan ini pemanfaatan Macaca fascicularis untuk keperluan eksport harus berasal dari hasil penangkaran.

Meskipun bukan satwa yang dilindungi dan populasinya masih banyak bahkan dibeberapa kawasan lindung pernah diberitakan kelebihan populasi monyet jenis ini dan di beberapa daerah kerap menjadi hama para petani, namun bukan berarti keberadaan satwa ini aman.

Justru karena lantaran tidak termasuk satwa yang dilindungi monyet jenis ini paling rentan terhadap ekspoitasi baik diburu, diperdagangkan, dan dijadikan objek tontonan. Ditambah dengan tingkat deforestasi yang terjadi dan penyempitan luas hutan di Indonesia, bukan tidak mungkin Monyet Ekor Panjang akan ikut terancam. Semoga tidak.

Klasifikasi Ilmiah: Kerajaan: Animalia; Filum: Chordata; Kelas: Mammalia; Ordo: Primata; Famili: Cercopithecidae; Genus: Macaca; Spesies: Macaca fascicularis (Raffles, 1821)

Referensi dan gambar:

  • en.wikipedia.org/wiki/Crab-eating_Macaque
  • pin.primate.wisc.edu/factsheets/entry/long-tailed_macaque/cons
  • id.merbabu.com/fauna/monyet_ekor_panjang.html
  • commons.wikimedia.org/wiki/Category:Macaca_fascicularis (gambar Monyet Ekor Panjang)

Baca artikel tentang hewan dan alam lainnya:

Tentang alamendah

Panggil saja saya Alamendah, tinggal di Pati, Jawa Tengah, Indonesia. Seorang biasa yang ingin berbagi dengan sobat.
Pos ini dipublikasikan di primata, satwa dan tag , , , , , , , . Tandai permalink.

55 Balasan ke Monyet Ekor Panjang (Macaca fascicularis) Monyet Populer

  1. hafid Junaidi berkata:

    Lama ga BW ke sini malah ketemu ma monyet mas ^_^

  2. Salam kenal mas dari blogger surabaya, btw ketemu cerita monyet jg disini, he……

  3. Etik Setiawati berkata:

    Tulisan-tulisan mas Alam ini kalau dipindah versi English bisa jadi report texts nih. Lumayan, bisa menyaingi ensiklopedi Ercarta. Just keep writing, mas Alam. 🙂

  4. bundadontworry berkata:

    inikah jenis monyet yg suka dipakai utk topeng monyet itu Mas Alam?
    kok bentuknya sepertinya sama ya ……….
    salam

  5. HALAMAN PUTIH berkata:

    monyet ini juga ya yang sering menyerang tanaman para petani di bebarapa daerah di Indonesia?

  6. Sawali Tuhusetya berkata:

    monyet ekor panjang? hmmm … saya kok belum pernah lihat, ya, mas alam, apa karena memang di jawa tak ada satwa jenis ini?

  7. Necky berkata:

    Yang ada di doger /topeng monyet itu sebenarnya boleh ga sih? kalau memang tidak dilindungi jadinya dibiarkan gitu yah pak??

  8. kanker prostat berkata:

    apa tuh..maksudnya

  9. Kakaakin berkata:

    Kasihan banget pas melihat si monyet yang dipakai untuk pertunjukan…
    Semoga nggak dibiarkan kelaparan oleh tuannya… 🙂

  10. Republican Wasp berkata:

    Ow, jadi monyet yg suka dipake untuk topeng monyet tuh monyet spesies ini. Kalau yg suka masuk ke pedesaan di Pulau Jawa kalau habitatnya rusak apakah monyet ini juga?

  11. Asop berkata:

    OOooooh jenis ini ya yang sering dipakai untuk topeng monyet… 😀

  12. Ping balik: Suruli Jawa atau Presbytis comata Lutung Endemik Jawa | Alamendah's Blog

  13. Ping balik: Orangutan Kalimantan atau Pongo pygmaeus | Alamendah's Blog

  14. dewita berkata:

    picnya keren banget…

  15. Ping balik: Macan Kumbang Si Macan Tutul Hitam | Alamendah's Blog

Tulis Komentar Sobat

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.