Pohon Lempaung, Limpasu atau Kalampesu (Baccaurea lanceolata)

Pohon Lempaung, Kalampesu, atau Limpasu (Baccaurea lanceolata) adalah pohon penghasil buah yang masih berkerabat dekat dengan pohon Menteng (Baccaurea racemosa). Mungkin banyak yang asing dengan nama Lempaung, Limpasu atau Kalampesu, termasuk saya.

Memang nama resmi tanaman ini dalam bahasa Indonesia masih membingungkan. Bahkan mungkin belum ada. Padahal pohon yang oleh masyarakat disebut Kalampesu, Limpasu, atau terkadang Lempaung ini telah mempunyai nama latin yakni Baccaurea lanceolata sejak 1866.

Dalam bahasa daerah, tanaman ini mempunyai sebutan yang berbeda. Di Kalimantan pohon ini dikenal sebagai Kalampesu, Ampusu, Asam pauh, Empawang, Lampaung, Lapahung, Laptu, Lepasu, Lipau, Limpasu, Tamasu, dan Tampoi. Sedangkan di Sumatera dikenal sebagai Tegeiluk, Kalu gugur, Langsat hutan, Lempaong, Lempaung, dan Peng. Serta dikenal juga sebagai Lingsu, dan Lengsu (Jawa Barat).

Di negara tetangga pohon Kalampesu atau Lempuang disebut Asam pahong, Asam pahung, Asam paung, Mempaung, Limpanong, Pahu asam, dan Pahu temuangi (Malaysia), som huuk, atau som lok (Thailand).

Dalam bahasa Latin, pohon yang dinamai Baccaurea lanceolata (Miq.) Müll.Arg ini mempunyai beberapa nama sinonim seperti Adenocrepis lanceolata (Miq.) Müll.Arg, Baccaurea glabriflora Pax & K.Hoffm., Baccaurea pyrrhodasya (Miq.) Müll.Arg., Hedycarpus lanceolatus Miq., dan Pierardia pyrrhodasya Miq.

Diskripsi Pohon Kalampesu (Lempaung). Sebagaimana anggota genus Baccaurea lainnya, pohon Kalampesu berukuran sedang dengan tinggi antara 3-30 meter dan diameter batang sekitar 5-50 cm dengan kulit batang berwarna coklat pucat hingga kehijauan.

Baccaurea lanceolata atau pohon Kalampesu atau Lempaung atau Limpasu

Baccaurea lanceolata atau pohon Kalampesu atau Lempaung atau Limpasu

Daun Kalampesu lonjong melanset berwarna hijau mengkilat tumbuh mengelompok di ujung ranting. Bunganya berwarna putih, kuning hingga merah muda yang tersusun dalam tandan panjang.

Buahnya buni berwarna hijau ketika muda dan saat tua berwarna coklat kekuningan hingga keunguan. Buah Limpasu atau Kalampesu tumbuh bergerombol di ranting bahkan batang pohon. Buahnya berasa asam dengan daging yang agak tebal membungkus bijinya. Perbungaan dan perbuahan terjadi sepanjang tahun utamanya pada musim kemarau.

Pohon Limpasu atau Lempaung (Baccaurea lanceolata) tumbuh tersebar di Kalimantan (Indonesia, Malaysia, dan Brunei Darussalam), Sumatera, Jawa bagian barat, dan Semenanjung Malaysia hingga Thailand. Tumbuh di kawasan hutan primer dan sekunder mulai dari dataran rendah hingga mencapai ketinggian 1.300 meter dpl.

Pemanfaatan Pohon Limpasu. Belum banyak kajian tentang manfaat pohon Kalampesu. Umumnya pohon ini dimanfaatkan buahnya yang berasa asam. Buah Limpasu selain dapat dimakan langsung juga dapat diolah menjadi asinan. Kayunya dapat dimanfaatkan sebagai bahan bangunan baik sebagai papan maupun tiang, meskipun mempunyai kualitas yang kurang baik.

Oleh masyarakat sebagian Kalimantan, ekstrak buah Kalampesu atau Limpasu dapat dimanfaatkan sebagai pembeku karet alami. Dan untuk manfaat Kalampesu sebagai pembeku karet alami, Pak Budi saya yakin lebih paham lantaran pernah membimbing salah satu siswanya dalam meneliti hal ini.

Sayangnya, pohon yang banyak tersebar di Kalimantan dan Sumatera ini kurang mendapat perhatian. Penelitian untuk mengungkap potensi dan manfaat yang dipunyai tanaman asli Kalimantan dan Sumatera ini masih sangat minim. Termasuk dalam hal budi daya, pohon ini lebih banyak tumbuh meliar di hutan-hutan. Mungkin lantaran itu pohon yang telah dipertelakan sejak 1866 ini belum mempunyai nama resmi dalam bahasa Indonesia dan menjadi salah satu koleksi di Kebun Raya Bogor.

So, yang paling awal mungkin tanaman ini, seperti halnya berbagai mana banyak tanaman lain yang penamaannya masih membingungkan, perlu diberikan nama resmi dalam bahasa Indonesia. Terserah mau disebut Lempaung, Asam Pahong, Limpasu, Kalampesu, atau Lingsu. Kalau sobat pilih nama yang mana?.

Klasifikasi ilmiah: Kerajaan: Plantae; Divisi: Magnoliophyta; Kelas: Magnoliopsida; Ordo: Malpighiales; Famili: Phyllanthaceae; Bangsa: Antidesmeae; Upabangsa: Scepinae; Genus: Baccaurea; Spesies: Baccaurea lanceolata.

***Artikel tentang tanaman Kalampesu, Lepaung, Limpasu, atau apapun nama pohon ini ditulis atas permintaan Pak Budi Santosa. Semoga Pak Budi tidak terlalu kecewa dengan pembahasan yang kurang komplit ini.

Referensi dan gambar:

Baca artikel tentang alam lainnya:

Iklan

Tentang alamendah

Panggil saja saya Alamendah, tinggal di Pati, Jawa Tengah, Indonesia. Seorang biasa yang ingin berbagi dengan sobat.
Pos ini dipublikasikan di flora dan tag , , , , , , , . Tandai permalink.

41 Balasan ke Pohon Lempaung, Limpasu atau Kalampesu (Baccaurea lanceolata)

  1. Pencerah berkata:

    kalau di jawa tengah namanya apa mas?

  2. ahsanfile berkata:

    kayaknya enak tuh buahnya …

  3. pur berkata:

    sayang ya… kekayaan kita yang berlimpah banyak yang belum termanfaatkan….
    di jatim ada berarti ya…

  4. budies berkata:

    wah seneng sekali mas requestku dikabulkan, gara-gara buah ini saya dapat 20 juta tanpa dipotong pajak. tahun lalu saya nyari info tentang buah ini waduh sulitnya minta ampun.
    Ohya, buah ini rasanya masam sekali, penduduk disekitarnya memakan buah ini untuk campuran membuat sambal. dimakan dengan lauk ikan bakar yang segar wah..enak sekali

  5. Masbro berkata:

    Saya baru denger nama pohon ini Mas. Gambarnya udah tak pelototin tetep nggak ngerti, hehe..

  6. evridamanik berkata:

    kira-kira di daerah saya sumatera selatan ,,ada gak ya buah itu,,,,
    belom lihat secara jelas buahnya gimana,,,,

  7. Invincible Tetik berkata:

    wah nice tuh Mas ulasannya >_<
    sayang ya belum banyak di kaji….

  8. dinoe berkata:

    saya baru tahu tentang jenis pohon ini mas, hanks atas infonya ya

  9. Febe berkata:

    iyaa mas itu nama pohonnya asing ditelinga saya, baru denger..hehehee
    anw thx buat infonya, keep bloger

  10. budiarnaya berkata:

    Wah saya sama sekali tidak mengenalnya bang…padahal udah perhatikan baik-baik, tapi belum mengena juga nich

  11. wi3nd berkata:

    aku juga belum familiar ama pohon ini..
    kalu karet aku tau mas alam…

  12. bundadontworry berkata:

    hih, jadi ngiler bayangin makan buahnya yg asem, pasti seger kalau dbikin manisan atau asinan ya Mas Alam 🙂
    salam

  13. bintangtimur berkata:

    Halow…lama nih saya nggak datang kesini…
    Saya belum pernah sekalipun mendengar nama pohon ini, mas Alam…lihat pohonnya apalagi, kayaknya belum pernah sama sekali deh 🙂
    Makasih informasinya, saya mesti lebih jeli lagi kalo lihat pohon-pohon dengan ciri seperti ini…
    Pohon limpasu ya!

  14. Yudan F berkata:

    bgus nih buat refrensi , siip 🙂

  15. Hafid Junaidi berkata:

    kalo aq akhir2 sering liat liputan redwood ^_^

Tulis Komentar Sobat

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.