Bintaro (Cerbera manghas) Pohon Penghijauan yang Beracun

Bintaro yang ini adalah tumbuhan (pohon) bernama latin Cerbera manghas, bukan nama sebuah kelurahan di Jakarta Selatan. Tapi mungkin dari nama pohon inilah, nama kelurahan Bintaro berasal. Yang pasti tumbuhan ini banyak dijumpai di Jakarta sebagai pohon penghijauan.

Bintaro yang banyak digunakan sebagai pohon penghijauan di berbagai tempat di Jakarta, pada tahun 2009 pernah membuat geger. Pasalnya buah, daun, dan getah pohon ini mengandung cerberin yang beracun.

Pohon Bintaro sering disebut juga sebagai Mangga Laut, Buta Badak, Babuto, dan Kayu Gurita. Dalam bahasa Inggris tanaman ini dikenal sebagai Sea Mango Sedangkan dalam bahasa latin (ilmiah) Bintaro dinamai sebagai Cerbera manghas. Nama Bintaro juga sering disematkan kepada kerabat dekatnya yang bernama ilmiah Cerbera odollam. Kedua jenis tanaman ini memang mempunyai kemiripan dalam berbagai hal.

bunga dan daun bintaro

Bunga Bintaro, indah dan harum tapi beracun

Bintaro umumnya mempunyai tinggi 4-6 meter meskipun terkadang mampu mencapai 12 m. Daunnya berwarna hijau tua mengkilat berbentuk bulat telur. Bunga Bintaro berbau harum, terdiri atas lima petal dengan mahkota berbentuk terompet yang pangkalnya berwarna merah muda. Buah bintaro berbentuk bulat telur dengan panjang sekitar 5-10 cm. Ketika masih muda berwarna hijau pucat dan berubah menjadi merah cerah saat masak.

Tanaman Bintaro tersebar luas di kawasan tropis indo fasifik termasuk Indonesia. Habitat aslinya adalah daerah pantai dan hutan mangrove (bakau). Namun kini Bintaro banyak ditanam sebagai pohon penghijauan penyerap karbondioksida (CO2).

Bintaro Beracun Tapi Mengandung Biofuel. Hampir seluruh bagian tanaman Bintaro mengandung racun cerberin. Cerberin merupakan racun yang dapat menghambat saluran ion kalsium di dalam otot jantung manusia, sehingga mengganggu detak jantung dan dapat menyebabkan kematian. Bahkan asap dari pembakaran kayunya pun dapat menyebabkan keracunan.

Namun di balik racun yang dikandungnya, biji dari pohon ini ternyata dapat diekstrak menjadi minyak yang dapat digunakan sebagai energi alternatif (biofuel). Fakultas Teknologi Pertanian Institut Pertanian Bogor (IPB) berhasil mengembangkan minyak dari biji Bintaro (Cerbera manghas) menjadi energi alternatif. Minyak hasil ekstrak dari biji Bintaro terbukti dapat dimanfaatkan sebagai Bahan Bakar Nabati (biofuel).

buah bintaro

Dari biji buah Bintaro inilah dihasilkan biofuel

Meskipun beracun, dengan potensi yang dipunyainya baik sebagai tanaman penghijauan maupun sebagai penghasil biofuel, sepertinya bukan sikap bijak jika kita harus menjauhi dan memusnahkan tanaman ini. Toh, di sekitar kita banyak sekali tanaman-tanaman yang mengandung racun seperti Tuba, Tembakau, Zodia dan lain sebagainya. Di samping racun yang dikandung tumbuhan beracun tersebut pasti terdapat potensi yang menunggu untuk kita manfaatkan. Demikian juga Bintaro pohon penghijauan yang beracun ini.

Klasifikasi ilmiah: Kerajaan: Plantae; Sub kerajaan: Tracheobionta; Super Divisi: Spermatophyta; Divisi: Magnoliophyta; Kelas: Magnoliopsida; Sub Kelas: Asteridae; Ordo: Gentianales; Famili: Apocynaceae; Genus: Cerbera; Spesies: Cerbera manghas L.

Referensi dan gambar:

Baca artikel tentang alam lainnya:

avatar Tidak diketahui

About alamendah

Panggil saja saya Alamendah, tinggal di Pati, Jawa Tengah, Indonesia. Seorang biasa yang ingin berbagi dengan sobat.
Pos ini dipublikasikan di flora dan tag , , , , , . Tandai permalink.

80 Responses to Bintaro (Cerbera manghas) Pohon Penghijauan yang Beracun

  1. avatar Masbro Masbro berkata:

    Beracun tapi bermanfaat? Wah sip..

  2. avatar Om Digit Om Digit berkata:

    yang keduax ,,, aman !!

    di bintaro sendiri aq jarang lihat tanaman ini ,, atau mungkin aq yg blm tahu persis ciri2nya ya !! ehm ,, … jd ini toh yg disebut tanaman bintaro ,, iya ya ya !! thanks kang alamendah 🙂

  3. avatar Mood Mood berkata:

    Ntar tanyain teman yang diBintaro deh, apakah benar nama daerah itu berasal dari pohon ini 😛
    Bisa dijadikan biofuel, kek biji jarak juga dong.

  4. Ternyata tidak hanya keong yang beracun…eh salah, itu kan lagu he he he.

    Semua yang diciptakan Allah ternyata tidaklah sia-sia. Meskipun dikata beracun, tapi ternyata memiliki potensi yang besar sebagai energi alternatif. Subhanallah…

  5. Ping-balik: Tweets that mention Bintaro (Cerbera manghas) Pohon Penghijauan yang Beracun | Alamendah's Blog -- Topsy.com

  6. avatar Hariez Hariez berkata:

    malam Om…asli untuk tanaman yang ini saya baru tahu Om dan ko buah nya mirip sama buah bligo ya ? :mrgreen:

    salam hangat

  7. semakin hijau semakin baik hehehehehe

  8. avatar andinoeg andinoeg berkata:

    Memang semua yang tuhan ciptakan pasti ada manfaatnya, bahkan untuk tanaman yang beracun

  9. avatar Pitutur Becik sedjatee berkata:

    saya tinggal di bintaro, jakarta selatan
    tapi baru tahu bahwa bintaro itu nama tanaman
    hehehe… jangan-jangan orang-orang disini juga gak tahu ya..
    salam sukses, nice info Kang Alam

    sedj

  10. avatar munir ardi WP munir ardi WP berkata:

    aku sering lihat pak di sekitar daerah saya tetapi belum tahu bahwa ini beracun , sering ada anak kecil yang main bunganya kira-kira berbahaya juga ya Pak

  11. avatar Hafid Junaidi Hafid Junaidi berkata:

    oh walah, nama tumbuhan toh

  12. avatar ysalma ysalma berkata:

    saya baru ngeh kalo ini pohon namanya Bintaro Pak (makasih yaa,,, :D), sy menamakannya pohon kuldi aja, bunganya menarik, daunnya rindang mengundang, buahnya banyak dan sungguh menggoda, tetapi ga bisa dicicipi krn kalo nekat, bisa fatal hehehe..

  13. avatar kang ian dot com kang ian dot com berkata:

    wh wah bahaya g yaahhh koq g diteliti dulu? 😀 tapi g papa sih kalao da manfaatnya hehe

  14. avatar rubiyanto19 rubiyanto19 berkata:

    saya malah baru tahu pohon ini mas, tapi kayak pernah lihat di taman kota ….
    apa iya ini pohonnya, buahnya bulat bisa sampai sebesar bola takraw ….

  15. avatar kota solo kota solo berkata:

    namanya keren amat mas tuh tanaman :))

Tinggalkan Balasan ke Hariez Batalkan balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.