Hewan nokturnal adalah binatang yang melakukan aktifitas di malam hari. Sedangkan siang hari bagi binatang nokturnal adalah waktu untuk beristirahat (tidur).
Nokturnalisi (perilaku nokturnal) yang dilakukan hewan mempunyai tujuan sebagai adaptasi untuk menghindari dan meningkatkan predasi atau proses mangsa memangsa. Dengan menjadi hewan nokturnal sebagian binatang berusaha menghindari diri dari para pemangsa (predator). Selain itu bagi sebagian jenis hewan lainnya, bermanfaat untuk meningkatkan kemampuan dalam memburu mangsa.
Selain itu seekor binatang menjadi nokturnal sebagai adaptasi terhadap cuaca siang yang panas. Dengan menjadi binatang malam, seekor spesies berusaha mengurangi pengapan cairan tubuh. Ini biasa terjadi di daerah gurun.
Beberapa contoh binatang nokturnal di antaranya bisa dilihat di daftar berikut:
-
Binturong (Arctictis binturong)
-
Kelelawar
-
Kucing (Felis catus)
-
Kucing hutan (Prionailurus bengalensis)
-
Kucing merah (Borneo Bay Cat)
-
Kunang-kunang
-
Macan Dahan (Neofelis diardi)
-
Macan Tutul Jawa (Panthera pardus melas)
-
Orong-orong atau Anjing tanah
-
Trenggiling (Manis sp.)
-
Ular sanca bodo (Python molurus)
Lawan dari hewan nokturnal adalah diurnal. Binatang diurnal melakukan aktifitas pada siang hari dan malam harinya digunakan untuk istirahat. Selain nokturnal dan diurnal juga masih terdapat binatang-binatang yang mempunyai waktu beraktifas tertentu seperti hewan matutinal (fajar menjelang pagi), hewan krepuskular (senja menjelang malam), dan hewan metaturnal (aktif di sebagian malam juga sebagian siang).
Kalau para blogger bagaimana?. Termasuk nokturnal atau diurnal?
Referensi dan gambar:
-
en.wikipedia.org/wiki/Nocturnality
-
en.wikipedia.org/wiki/Diurnality
-
alamendah.wordpress.com/2009/09/03/tarsius-binatang-unik-dan-langka/
Baca artikel tentang alam lainnya:




Ping-balik: Daftar Hewan Endemik Indonesia | Alamendah's Blog
Ping-balik: Hewan Undur-undur Ternyata Bisa Terbang | Alamendah's Blog
Ping-balik: Pulusan, Babi Batang, Hog Badger, atau Arctonyx collaris | Alamendah's Blog
Ping-balik: Musang Luwak (Paradoxurus hermaphroditus) | Alamendah's Blog
Ping-balik: Babi Kutil atau Babi Jawa (Sus verrucosus) | Alamendah's Blog
Ping-balik: Kenapa Wabah Ulat Bulu Menggila? | Alamendah's Blog
Ping-balik: Serangan Ulat Bulu Mulai Mengkhawatirkan « evergreen revolution
maaf mau tanya. tak ada referensi dari buku? karena saya cari di google book, malah b.inggris smw bukunya..
Ping-balik: Kucing Batu (Pardofelis marmorata) Si Kecil Gesit | Alamendah's Blog
Ping-balik: Aneka Jenis Spesies Kucing Indonesia | Alamendah's Blog
Ping-balik: Babi Kutil, Hewan Langka yang Terlupakan | Uni Konservasi Fauna
Ping-balik: Undur-undur Ternyata Bisa Terbang | Formasda
Ping-balik: Macan Kumbang Si Macan Tutul Hitam | Alamendah's Blog
Ping-balik: Hewan Langka « football
Ping-balik: Kuskus Beruang Sulawesi dan Kuskus Beruang Talaud | Alamendah's Blog