(Maaf) izin mengamankan PERTAMAX dulu. Boleh, kan?!

(Maaf) izin mengamankan PERTAMAX dulu. Boleh, kan?!. Memang sudah mulai jarang saya menuliskan kalimat itu seiring dengan berkurangnya jam online saya. Namun beberapa kali tetap mendapat kesempatan untuk mengamankan PERTAMAX. Dan kesempatan langka itu tidak pernah saya sia-siakan.

Kalimat “(Maaf) izin mengamankan PERTAMAX dulu. Boleh, kan?!”, biasanya selalu saya rangkai dengan komentar yang berhubungan dengan topik (tema) postingan. Baik dalam satu komentar maupun di komentar sesudahnya.

Sebagai contoh adalah komentar saya di blognya Pak Aldy (1 Desember 2010).

(Maaf) izin mengamankan PERTAMAX dulu. Boleh, kan?!

Kebetulan PC saya masih XP SP 3 jadi bisa langsung praktek. Selama ini pakai defragler”

Beberapa kali saya juga melakukan ‘spam’ dengan menuliskan komentar berturut-turut PERTAMAX, KEDUAX, KETIGAX, dan KEEMPAX hingga KELIMAX. Bahkan lebih. Tetapi komentar spam seperti ini hanya saya berikan kepada sahabat narablog yang pernah melakukan hal yang sama di blog saya atau kepada blogger yang saya yakini tidak akan keberatan dengan keberadaan ‘spam’ itu. Itu saya niatkan sebagai ungkapan keakraban kepada Sang Empu Blog.

Saya menyadari tidak semua sahabat menyukai komentar seperti itu. Mungkin terlalu alergi dengan BBM yang menyebabkan polusi udara sehingga setiap yang mengandung PERTAMAX lantas dicap sampah. Meski telah digabung dengan komentar lain yang sesuai dengan tema tulisan.

Mungkin seperti salah satu komentar yang saya copas dari blognya Pak Marsudiyanto ini. Komentar ini ditulis 30 menit setelah saya ‘memborong’ PERTAMAX hingga KELIMAX.

“capek deh! kasihan pak Guru,curi-curi waktu buat update,cuman di hargai komentar pasaran sejak zaman berhala bernama “pertamax”…8 paragraf cuman di hargai 8huruf sampah berbunyi “pertamax”…oohhhhh..terlalu!”

Padahal saya yakin, Pak Mars tidak pernah terganggu dengan itu. Bahkan beliaupun pernah berkomentar yang serupa (5 komentar berturut-turut) di blog lingkungan hidup ini. Beliaupun telah mengonfirmasi ketidaktergangguan beliau atas komentar spam saya.

Terlepas dari itu, saya selalu menghormati pendapat pemilik blog. Tuan rumah tentu mempunyai otoritas dalam memberlakukan tata krama bertamu di rumahnya. Mana yang boleh dilakukan di blognya dan mana yang terlarang.

Dan lantaran pertimbangan itu pulalah, saya selalu minta izin dengan menuliskan “(Maaf) izin mengamankan” di depan kata “PERTAMAX”. Kalau mereka tidak keberatan saya akan meninggalkan komentar dengan kata PERTAMAX. Itupun saya rangkai dengan komentar yang berhubungan dengan tema postingan, baik dalam satu komentar maupun di komentar sesudahnya.

Namun sekiranya ada di antara sobat yang merasa terganggu melihat kata “PERTAMAX” di blognya, tidak usah pusing. Komentar saya bisa langsung dihapus. Atau mengirimkan komentar balik di blog ini, via email, facebook, atau menggunakan jasa burung Merpati Pos juga bisa, bahwa keberatan dengan komentar tersebut.

Biar sobat tidak kesulitan mencari burung merpati pos, Sobat bisa mengemukan perdapat berkaitan dengan komentar “(Maaf) izin mengamankan PERTAMAX dulu. Boleh, kan?!” di sini. Apapun itu saya akan menghormatinya.

Baca artikel tentang alam lainnya:

Iklan

Tentang alamendah

Panggil saja saya Alamendah, tinggal di Pati, Jawa Tengah, Indonesia. Seorang biasa yang ingin berbagi dengan sobat.
Pos ini dipublikasikan di blog, Sahabat dan tag , , , , . Tandai permalink.

107 Balasan ke (Maaf) izin mengamankan PERTAMAX dulu. Boleh, kan?!

  1. freebies mania berkata:

    blog saya belum pernah dikunjungi jadi belum pernah merasakan di pertamax mas hehehehe
    mgkn yang komentar belum tau kalau pak mars dan mas kenal baik.,, hehehe

  2. AGOEST berkata:

    hal yang sering saya jumpai dengan kalimat pertamax adalah habis buang..dalam arti setelah menuliskan kata pertamax langsung minggat tanpa ada isi setelahnya…
    dan itu banyak sekali,kelihatan sekali kalau hanya setor muka tanpa memahami esensi isi dari artikel yang sebenarnya…

    dan kalau boleh bilang,kalau hanya untuk menuliskan ” pertamax” tidak perlu memakai otak,karena memang tidak perlu memahami isi artikel,jadi otak tidak perlu di pakai kalau hanya untk menulis pertamax..apapun isi artikel,tidak perlu di pahami,langsung tulis saja “pertamax”….trus minggat sambil berharap kunjungan balik…syukur-syukur kalau dapat baclink…

    sangat sulit berharap menemukan blogger berkualitas jika masih banyak penebar sampah ” pertamax” bergentanyangan..bagaimana bisa menemukan blogger berkualitas jika otak tidak pernah di pakai berlatih,karena setiap hari hanya berlatih menulis “pertamax”?

    yang justru banyak adalah blogger penebar kentut….

    • alamendah berkata:

      Kalau konteksnya Pertamax lantas pergi, saya setuju. Tapi kalau tidak, apakah juga termasuk penebar kentut?.
      Komentar-komentar saya lainnya mungkin bisa dicek di google dengan mengetikkan “(Maaf) izin mengamankan PERTAMAX dulu. Boleh, kan?!”. dari sana akan terlihat usaha saya untuk memakai otak saya.

  3. zee berkata:

    Hehehee…
    Dulu dirimu pernah bikin itu juga deh di tehsusu.com. Berturut-turut pula sampai kelimax. Saya pribadi sih kurang suka mas, habis kan banyak bener, kesannya memang nyepam. Tapi tidak ada keinginan marah besar sih ke pak guru, karena setelah saya pikir-2 ya memang begitulah ciri khas pak guru alam yang satu ini.

    Tapi ntar di blog saya jangan berturut2 ya Pak 🙂

    • alamendah berkata:

      Wah, maaf jika demikian. hehehehe
      Tapi setelahnya enggak lagi, kan?. Dulu emang pernah rada bersemangat saat beberapa sahabat juga rajin berburu pertamax. Kek ada persaingan.
      Tapi setelah itu saya berusaha untuk selektif. Komentar yang berturut-turut hanya saya tuliskan di beberapa blog tertentu saja.

  4. bintangtimur berkata:

    Saya sama sekali tidak keberatan dengan komentar mas Alam selama ini, mau pertamax, keduax atau ketigax…semua ok aja 😀
    Malah saya merasa tersanjung, kalo mas Alam bisa nulis komen pertama di posting-posting saya…

  5. Asop berkata:

    ….di blog ini saya gak bisa pertamax… 😛

    Ah, menurut saya sih gak masalah mau siapapun pertamax sampe kelimax di blog saya.
    Saya malah seneng, itu artinya ada yang melihat perkembangan posting-an blog saya, atau bahkan ada yang langganan terbitan baru blog saya. 🙂
    Tapi, alangkah indahnya kalo PERTAMAX diikuti juga dengan komentar terhadap isi posting-an, jangan hanya PERTAMAX aja. 😆

  6. andi sakab berkata:

    ooo gitu too sempet heran juga pas kemaren baca koment kok ada beginian segala 😀

  7. achoey el haris berkata:

    Ini dia khasnya alamendah
    Tapi sekarang di blog saya jarang 😀

  8. lowongan kerja berkata:

    Wah sering tuh nemuin kata seperti itu di forum…

  9. sedanonline berkata:

    sering tuh saya lihat komen dengan kata pertamax. kalao ga salah itu bawaan tradidi online ala kaskuser

  10. Republican Wasp berkata:

    Dah mulai jarang online ya, om? Saya juga mulai sibuk, jadinya susah klo mau blogwalking. Update artikel juga ga sesering dulu

  11. kolojengking berkata:

    Kalo mau pertamax di tempat saya silakan bang alamamendah, saya yakin pertamax bang alamendah nggak sampah, cuma emang sudah ciri khas… 🙂

  12. Kampung Perawan berkata:

    Wkwkwk.. Ada sejarahnya toh, Kalau saya pribadi di blogku komentar apapun bebas banget,, Mau bilang nice info kek, mantap kek, good kek,, mau empat kali koment juga gak apa2.. Heran si ada blogger yang pake banyak aturan malah dijauhi blogger lainnya. Yakin deh!

  13. Ping balik: Ini Adalah Posting ke-400 Alamendah’s Blog | Alamendah's Blog

Tulis Komentar Sobat

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s