Kota dan pulau di Indonesia yang dilewati garis khatulistiwa ternyata tidak sedikit. Bahkan menjadi negara dengan titik (lokasi) yang paling banyak dilewati oleh garis khatulistiwa. Equator (garis lintang 0 derajat) itu tepat berada di beberapa pulau dan kota di Indonesia.
Sumatera, Kalimantan, dan Halmahera sebagai pulau yang tepat berada di zero latitude (khatulistiwa) mungkin sudah banyak yang tahu. Seperti halnya garis khatulistiwa melewati kota Pontianak. Namun ternyata masih terdapat beberapa tempat lain yang dilalui garis maya itu.
Kota di Indonesia yang dilalui garis katulistiwa, antara lain:
-
Kota Bonjol
Bonjol adalah sebuah kota kecamatan yang terletak di kabupaten Pasaman, Sumatera Barat. Bonjol menjadi salah satu kota yang dilewati garis khatulistiwa. Sebagai penanda bahwa kota ini berada di lintang nol derajat, dibangun Taman Wisata Equator, rumah khas minangkabau, lapangan beraspal bertuliskan ‘I crossed the equator‘, bangunan berbentuk bulat berwarna biru, dan gerbang dengan tulisan “Anda melintasi khatulistiwa”.
-
Kota Pontianak.

Tugu Khatulistiwa di Pontianak
Kota Pontianak merupakan ibukota provinsi Kalimantan Barat. Sebagai penanda dilalui garis equator, dibangun tugu khatulistiwa sejak tahun 1928, meskipun menurut pengukuran BPPT, tugu dan monumen tersebut melenceng sejauh 100 meter dari titik 0 derajat.
Garis khatulistiwa melewati beberapa pulau di Indonesia, yaitu:
-
Kepulauan Batu
Kepulauan Batu merupakan kepulauan dengan sekitar 48 pulau kecil yang terletak di sebelah barat pulau Sumatera, di antara pulau Nias dan Siberut. Kepulauan ini termasuk dalam wilayah kabupaten Nias Selatan, Sumatera Utara. Garis katulistiwa melewati sebelah utara pulau Tanahmasa dan terbesar di kepulauan Batu.
-
Pulau Sumatera
Di Sumatera garis khatulistiwa membentang mulai perairan Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, dan kepulauan Riau.
-
Pulau Lingga
Pulau Lingga merupakan pulau terbesar pada gugusan kepulauan Lingga. Pulau seluas 889 km2 ini terdapat di timur pulau Sumatera dan termasuk dalam wilayah provinsi Kepulauan Riau. Equator melewati ujung utara pulau kecil ini.
-
Pulau Kalimantan
Di Kalimantan equator melintasi provinsi kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Timur.
-
Pulau Sulawesi
Di pulau Sulawesi melintasi provinsi Sulawesi Tengah.
-
Kepulauan Kayoa
Kepulauan Kayoa merupakan kepulauan yang terletak di barat pulau Halmahera, Maluku. Kepulauan ini termasuk dalam wilayah kabupaten Halmahera Selatan, Maluku Utara. Garis katulistiwa melewati kepulauan ini.
-
Pulau Halmahera
Pulau Halmahera merupakan pulau terbesar di kepulauan Maluku dan termasuk dalam wilayah provinsi Maluku Utara.
-
Pulau Gebe
Pulau Gebe terletak di timur pulau Halmahera dan termasuk dalam wilayah kabupaten Halmahera Tengah, Maluku Utara. Pulau Gebe dilalui oleh equator (garis khatulistiwa).
-
Pulau Waigeo
Pulau Waigeo atau dikenal juga sebagai pulau Amberi atau Waigiu, merupakan pulau terbesar di Kepulauan Raja Ampat yang terletak di sebelah utara provinsi Papua Barat.
Selain melewati kota dan pulau, di Indonesia garis khatulistiwa juga melewati daerah perairan yang meliputi selat Karimata, selat Makasar, teluk Tambu dan teluk Tomini (Sulawesi), laut Maluku, dan laut Halmahera.
Bangga rasanya negeri ini mendapat anugerah dilalui oleh garis khatulistiwa. Lebih bangga lagi, mengetahui di mana saja, di sudut negeri ini, sang zero latitude membelah bumi menjadi dua bagian, utara dan selatan.
-
Referensi: en.wikipedia.org/wiki/Equator
-
Gambar: wikipedia dan robbymilo.multiply.com
Baca artikel tentang alam lainnya:




kota utama yg istimewa…
Di negara yang istimewa pula
senang rasanya bisa tinggal di kota seperti itu.
salam hangat dari Kendari.
Saat kulminasi matahari, yakni fenomena alam ketika Matahari tepat berada di garis khatulistiwa (21-23 Maret dan 21-23 September) tentu akan memberikan sensasi yang luar biasa ketika kita dan semua benda kehilangan bayangannya dalam beberapa saat.
waaah taunya cuma Pontianak saja. Ternyata cukup banyak ya…
EM
Bisa jadi masih ada kota-kota kecil sekelas kota kecamatan lainnya…
Sebetulnya, keuntungannya apa dilewati lintasan katulistiwa itu kang? Hanya unik saja kah?
Salam,
Keuntungannya bukan sekedar buat kota tersebut tetapi hingga beberapa derajat di sebelah utara dan selatannya yakni iklim tropis yang kita punyai.
Untuk daerah yang tepat dilintasi, tentunya mempunyai daya tarik pariwisata yang dapat dimanfaatkan lebih jauh.
Terutama saat terjadinya titik kulminasi matahari, yakni fenomena alam ketika Matahari tepat berada di garis khatulistiwa. Pada saat itu posisi matahari akan tepat berada diatas kepala sehingga menghilangkan semua bayangan benda-benda dipermukaan bumi. Pada peristiwa kulminasi tersebut, bayangan tugu akan “menghilang” beberapa detik saat diterpa sinar Matahari. Demikian juga dengan bayangan benda-benda lain disekitar tugu.
Peristiwa titik kulminasi Matahari itu terjadi setahun dua kali, yakni antara tanggal 21-23 Maret dan 21-23 September. Peristiwa alam ini dapat menjadi event yang menarik kedatangan wisatawan
Ada kabar (masih angin) tugu tersebut akan dibangun ulang ditempat yang semestinya. Entahlah, apakah pergeseran tersebut sama dengan pergeseran arah kiblat? oleh sebab-sebab alam? nggak ngerti juga kang.
Mungkin lantaran dulu saat menetapkannya (tahun 1928) teknologi yang digunakan Belanda masih sangat sederhana sehingga tingkat kesalahannya lebih besar.
Wah, ternyata saya salah selama ini, tahuku hanya Pontianak sesuai yang pernah diajarkan di sekolah dulu.
Pak Gurunya perlu ditanyai ulang, kali…
hehehehe 😆
Sepertinya artikelnya di terusin di lain waktu tentang perbedaan kehidupan dsb di garis katulistiwa & bukan katulistiwa…
Selama ini kita belum tahu….
Yang saya ketahui perbedaan di sekitar garis katulistiwa dan yang semakin jauh ya perbedaan iklim
menarik…
selama ini kita hanya tahu Pontianak saja
padahal sudah jelas, katulistiwa membelah kepulauan Indonesia..
hehehe… thanks infonya Mas Alam..
salam sukses..
sedj
Dari barat sampai ke timur
lum pernah kesana semua euy,jadi pengen main2 he3
Ntar barengan, ya?
Tetik berkunjung.. >__<
Terima kasih tambahan ilmunya Mas Alam
Terima kasih pula atas kunjungannya
wahhh…. keren.. apalagi ada tulisan anda melewati khatulistiwa itu..
makasih mas alam atas pengetahuan nya
Tapi bahwa kota Bonjol juga dilalui garis khatulistiwa keknya perlu dipromosikan lebih gencar, ya?
panas”… kulitku terbakar, namun beberapa bulan lalu aku ke kalimantan untuk liburan eh malah sebaliknya. kotanya hujan terus.. gr2 global W kali yah
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
——
Saya baru tahu kalau tenyata pulau kayoa dan waigeo juga dilewati garis katulistiwa.
**Aduh betapa kupernya diriku pada wacana dunia
——
صَلَّى اللّهُ عَلَى مُحَمَّد – صَلَّى الله عَلَيْهِ وَسَلَّم
Yang penting sekarang sudah tahu
Mas, itu yg pic di bagian kota Imam Bonjol, yg ngshoot photo sapa ya?
Kok ada artis lewatnya..
Hehehehe
Bukan Jayus, kan??
kunjungan pertama saya di blog hijau ini,. adem sekali rasanya mas melihat hehijauan dimana-mana….. salam kenal.. 🙂
Salam kenal kembali, Kang