Alamendah's Blog


Beranda | Laman | Arsip


Bunga (Puspa) Nasional Indonesia

30 April 2010 6:56 pm

Bunga Nasional Indonesia adalah tiga jenis bunga yang ditetapkan oleh pemerintah dengan harapan mampu mewakili karakteristik bangsa dan negara Indonesia. Ketiga bunga nasional Indonesia tersebut adalah bunga melati (Jasminum sambac) yang ditetapkan sebagai puspa bangsa, bunga anggrek bulan (Phalaenopsis amabilis) sebagai puspa pesona, dan padma raksasa atau bunga bangkai (Rafflesia arnoldi) sebagai puspa langka.

Bunga nasional Indonesia yang terdiri atas tiga jenis bunga tersebut ditetapkan berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor Tahun 1993 tentang yang ditandatangani oleh Presiden Republik Indonesia, Soeharto.

Selain bunga nasional, Indonesia juga memiliki 3 satwa (fauna) nasional yang menjadi maskot bangsa Indonesia. Ketiga satwa nasional tersebut adalah komodo atau ora (Varanus komodoensis) sebagai satwa nasional, ikan siluk merah atau arwana sebagai satwa pesona, dan elang jawa (Spizaetus bartelsi) sebagai satwa langka.

Ketiga bunga (puspa) nasional Indonesia selengkapnya adalah sebagai berikut;

1. Bunga Melati Putih (Jasminum sambac), Puspa Bangsa.

Melati (Jasminum sambac), puspa bangsa

Bunga melati (Jasminum sambac) atau disebut juga melati putih merupakan salah satu spesies melati yang berasal dari Asia Selatan. Tanaman perdu ini tersebar mulai dari daerah Hindustan, Indochina, Malaysia, hingga ke Indonesia. Bunga melati putih ditetapkan sebagai puspa bangsa, satu diantara tiga bunga nasional Indonesia.

Melati (Jasminum sambac) merupakan tanaman perdu, berbatang tegak merayap, hidup menahun. Melati tumbuh baik di iklim panas tropik, kondisi tanah ringan, porus, berpasir sampai agak liat. Bunga melati berukuran kecil, umumnya berwarna putih, petala (mahkota bunga) selapis atau bertumpuk. Daun bentuk membulat.
Ada sekitar 200 jenis melati yang sudah teridentifikasi, tetapi hanya 8-9 jenis yang umum dibudidayakan. Di Indonesia ada banyak nama lokal yang diberikan kepada bunga melati seperti, menuh (bali), Meulu Cina, Meulu Cut (Aceh), Malete (Madura), Menyuru (Banda), Melur (Gayo dan Batak Karo), Manduru (Menado), dan Mundu (Bima, Sumbawa).

Melati mempunyai  bentuk mahkota yang sederhana. Melati memiliki bunga berwarna putih suci. Melati memiliki aroma yang lembut menenangkan. Melati tidak membutuhkan pemeliharaan yang rumit. Harga melati yang merakyat (relatif murah). Dari semua kelebihan melati itu, tidak berlebihan jika kemudian melati ditetapkan sebagai bunga bangsa, salah satu dari 3 bunga nasional Indonesia.

Klasifikasi ilmiah melati adalah sebagai berikut: Kerajaan: Plantae; Divisi: Magnoliophyta; Kelas: Magnoliopsida; Ordo: Lamiales; Famili: Oleaceae; Genus: Jasminum; Spesies: Jasminum sambac. Sinonim: Nyctanthes sambac

2. Anggrek Bulan (Phalaenopsis amabilis), Puspa Pesona.

Anggrek bulan (Phalaenopsis amabilis), puspa pesona

Bunga anggrek bulan (Phalaenopsis amabilis) ditetapkan sebagai puspa pesona, salah satu dari tiga puspa nasional Indonesia. Bunga anggrek bulan (Phalaenopsis amabilis) merupakan salah satu jenis anggrek (Orchidaceae) yang mempunyai ciri khas kelopak bunga yang lebar dan berwarna putih.

Anggrek bulan (Phalaenopsis amabilis) tumbuh liar dan tersebar luas mulai dari Indonesia, Indonesia, Papua, Filipina, Malaysia hingga ke Australia. Anggrek bulan hidup secara epifit yaitu menempel pada batang atau cabang pohon inang. Secara liar anggrek bulan mampu tumbuh hingga pada ketinggian 600 meter dpl.

Keelokan anggrek bulan ini yang kemudian mempesona semua pihak. Keelokannya yang mempesona  menjadi dasar pertimbangan sehingga anggrek bulanpun ditetapkan sebagai puspa (bunga) pesona menyandingi puspa bangsa dan puspa langka.

Selengkapnya mengenai bunga pesona ini silahkan membaca artikel berjudul Anggrek Bulan Puspa Pesona Indonesia .

Klasifikasi ilmiah anggrek bulan adalah sebagai berikut: Karajan: Plantae; (tanpatingkat) Monocots; Ordo: Asparagales; Familia: Orchidaceae; Subsuku: Epidendroideae; Genus: Phalaenopsis; Spesies: Phalaenopsis amabilis

3. Padma Raksasa (Rafflesia arnoldi), Puspa Langka.

Padma raksasa (Rafflesia arnoldi), puspa langka

Padma Raksasa (Rafflesia arnoldi) ditetapkan menjadi puspa langka melengkapi Melati Putih (puspa bangsa) dan Anggrek Bulan (puspa pesona). Selain menjadi salah satu dari bunga nasional, Rafflesia arnoldii juga menjadi flora identitas provinsi Bengkulu.

Rafflesia arnoldii atau padma raksasa yang merupakan tanaman endemik Sumatera merupakan satu dari sekitar 30-an jenis Rafflesia yang ditemukan di Asia Tenggara, mulai dari semenanjung Malaya, Kalimantan, Sumatra, dan Filipina. Dinamakan padma raksasa lantaran ukuran bunganya yang mampu mencapai diameter 100 cm dengan berat 10 kg.

Tubuhan yang ditetapkan sebagai puspa langka ini tidak memiliki batang, daun, maupun akar yang sebenarnya. Tumbuhan ini hidup secara endoparasit pada tumbuhan inangnya. Satu-satunya bagian tumbuhan Rafflesia yang dapat dilihat di luar tumbuhan inangnya adalah bunga bermahkota lima.

Sampai saat ini Rafflesia arnoldii tidak pernah berhasil dikembangbiakkan di luar habitat aslinya dan apabila akar atau pohon inangnya mati, Raflesia akan ikut mati. Oleh karena itu Raflesia membutuhkan habitat hutan primer untuk dapat bertahan hidup. Mungkin lantaran hal ini yang kemudian menjadi dasar pertimbangan sehingga padma raksasa ditetapkan sebagai puspa langka Indonesia. Bersama melati putih (puspa bangsa) dan anggrek bulan (puspa pesona), Rafflesia arnoldii menjadi bunga nasional Indonesia.

Patma raksasa sering disamakan dengan bunga bangkai (Amorphpophallus titanium). Padahal keduanya adalah bunga yang berbeda. Silahkan membaca perbedaannya di artikel Perbedaan Rafflesia Arnoldii dan Bunga Bangkai.

Klasifikasi ilmiah padma raksasa adalah sebagai berikut: Kerajaan: Plantae; Divisi: Magnoliophyta; Kelas: Magnoliopsida; Ordo: Malpighiales; Famili: Rafflesiaceae; Genus: Rafflesia; Spesies: Rafflesia arnoldi

Ketiga bunga kebanggan Indonesia ini diharapkan mampu mewakili karakteristik bangsa dan negara Indonesia. Karena itu ketiganya kemudian ditetapkan sebagai bunga (puspa) nasional Indonesia.

Baca Artikel tentang Alam Lainnya:

Diposkan oleh: alamendah

Kategori: flora

Tag: , , , , , , , , , , , , ,

126 Tanggapan to “Bunga (Puspa) Nasional Indonesia”

  1. […] itu, bunga ini ditetapkan sebagai puspa langka, mendampingi puspa bangsa, dan puspa pesona (3 bunga nasional Indonesia) berdasarkan Kepres No 4 Tahun 1993 tentang Satwa dan Bunga […]

    By Mengenal Rafflesia Arnoldi Gambar dan Cirinya | Alamendah's Blog on 16 Maret 2011 pada 6:02 am

  2. terima kasih dengan manbaca ini bertambah ilmu kita dalam bunga2 langka di Indonesia yang perlu di lestarikan jangan sampai punah.

    By fernando on 3 Mei 2011 pada 12:33 am

  3. […] Bunga Ashar. Tanaman hias ini mempunyai bunga berbentuk menyerupai terompet kecil. Warna bunganya beraneka ragam sesuai dengan jenisnya. Ada yang […]

    By Bunga Ashar Kembang Pukul Empat | Alamendah's Blog on 11 Mei 2011 pada 5:45 am

  4. Anggrek bulan memang sungguh memesona..:)

    By xxwimbo on 11 Juli 2011 pada 7:28 am

  5. melati sungguh harum, anggrek bulan cantik nan indah, rafflesia unik nan elegan..
    mantap emang..

    By goodwlpaper on 11 Juli 2011 pada 7:31 am

  6. […] Bahkan salah satu spesiesnya yakni Melati Putih ditetapkan sebagai puspa bangsa, satu dari tiga bunga nasional […]

    By Bunga Melati | My Lupzz Blog on 28 Juli 2011 pada 3:13 pm

  7. […] Bahkan salah satu spesiesnya yakni Melati Putih ditetapkan sebagai puspa bangsa, satu dari tiga bunga nasional […]

    By Melati si Cantik Berjuta Manfaat … Kesucian nan Sederhana « arienunu on 18 September 2011 pada 1:48 pm

  8. makasih buat infonya
    insyaAllah sangat bermanfaat ^^,

    By imalisma on 26 September 2011 pada 7:22 pm

  9. […] Bunga (Puspa) Nasional Indonesia | Alamendah’s Blog […]

    By Mencari Artikel Alamendah Dengan Google Custom Search | Alamendah's Blog on 10 Oktober 2011 pada 8:01 am

  10. […] bintang dengan lima kelopak bunga berwarna putih dengan bagian berwarna kuning di tengahnya. Bunga dari tumbuhan tetepok mencuat di atas permukaan air dengan tangkai antara 2-4 […]

    By Bunga Tetepok (Nymphoides indica) Sang Water Snowflake | Alamendah's Blog on 16 Oktober 2011 pada 5:20 pm

  11. […] adalah daun dan buah. Selain itu, kanguru khas pulau Papua ini juga memakan biji-bijian, bunga, getah, telur, anak burung, dan bahkan […]

    By Kanguru Pohon Wondiwoi atau Dendrolagus mayri | Alamendah's Blog on 19 Oktober 2011 pada 9:39 pm

  12. […] Bunga garut berbentuk malai yang tumbuh diujung batang berwarna putih. Buah melonjong, merah tua, gundul sampai berambut. Rimpang berdaging, berbentuk silinder, berwarna putih atau kemerahan. […]

    By Tanaman Garut, Lerut, Ararut, atau Maranta arundinacea | Alamendah's Blog on 23 Oktober 2011 pada 5:50 am

  13. […] Pada peringatan Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional (HCPSN) tahun 2011 ditetapkan pula Puspa dan Satwa Nasional 2011. Adalah Bunga Tetepok (Nymphoides indica) yang ditetapkan sebagai Puspa […]

    By Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional (HCPSN) 2011 | Alamendah's Blog on 25 Oktober 2011 pada 5:22 am

  14. […] Bunga baru bisa tumbuh bila umbinya memiliki berat minimal 4 kg. Bila cadangan makanan dalam umbi kurang atau belum mencapai berat 4 kg, maka pohon yang layu akan di gantikan oleh pohon baru. […]

    By Perbedaan Rafflesia Arnoldii dan Bunga Bangkai | Alamendah's Blog on 26 Oktober 2011 pada 7:22 pm

  15. […] Bunga kepayang atau kluwek (Pangium edule) tumbuh di pucuk ranting, berwarna putih kehijauan, mirip dengan bunga pepaya. Buah kepayang berbentuk lonjong dengan bagian ujung dan pangkal meruncing, berukuran  panjang 30 cm dan lebar 20 cm. Bentuk buah kepayang mirip bola rugby atau American Football. Warna kulit buah cokelat, dengan permukaan agak berbulu. […]

    By Pohon Kepayang, Kluwek, atau Picung Bikin Mabuk Kepayang | Alamendah's Blog on 5 November 2011 pada 5:21 am

Tinggalkan Balasan



Mobile Site | Full Site


Get a free blog at WordPress.com Theme: WordPress Mobile Edition by Alex King.