18 Oktober 2009 6:39 pm
Pohon Tengkawang, ayo siapa yang pernah mendengarnya?. Tengkawang (Shorea spp.) adalah nama buah dan pohon dari genus Shorea yang buahnya menghasilkan minyak nabati. Pohon Tengkawang hanya terdapat di pulau Kalimantan dan sebagian kecil Sumatera. Dalam bahasa Inggris, flora (tanaman) langka ini dikenal sebagai Illepe Nut atau Borneo Tallow Nut. Pohon yang terdiri atas belasan spesies (13 diantaranya dilindungi dari kepunahan) ini menjadi maskot (flora identitas) provinsi Kalimantan Barat.
Pohon Tengkawang yang termasuk dalam golongan kayu kelas tiga (umumnya digolongkan sebagai Meranti Merah) mempunyai ciri-ciri khas dengan pohon yang tinggi besar, mempunyai banyak cabang dan berdaun rimbun. Uniknya tanaman ini tidak tiap tahun berbuah. Tumbuhan ini hanya berbuah sekali dalam periode antara 3-7 tahun yang terjadi sekitar bulan Juni – Agustus.
Mungkin lantaran masa berbuahnya yang tidak setiap tahun inilah yang menyebabkan orang jarang yang membudidayakan tumbuhan ini. Pohon Tengkawang yang menjadi maskot Kalimantan Barat ini hampir seluruhnya hidup liar di hutan-hutan. Bahkan di hutanpun mulai terancam kepunahan.
Buah Tengkawang menghasilkan minyak lemak yang berharga tinggi. Minyak Tengkawang dihasilkan dari biji Tengkawang yang telah dijemur hingga kering kemudian ditumbuk dan diperas hingga keluar minyaknya.
Secara tradisional, minyak Tengkawang digunakan untuk memasak, penyedap masakan dan untuk ramuan obat-obatan. Dalam dunia industri, minyak tengkawang digunakan sebagai bahan pengganti lemak coklat, bahan farmasi dan kosmetika. Pada masa lalu tengkawang juga dipakai dalam pembuatan lilin, sabun, margarin, pelumas dan sebagainya. Minyak tengkawang juga dikenal sebagai green butter.
Ada belasan jenis pohon Tengkawang, di antaranya:
13 (tiga belas) spesies Tengkawang tersebut dilindungi dari kepunahan berdasarkan PP Nomor 7 Tahun 1999. Selain ketiga belas jenis tersebut masih terdapat beberapa spesies lain, diantaranya:
Akhir-akhir ini pohon Tengkawan semakin langka karena banyak yang ditebang untuk dipergunakan sebagai bahan bangunan. Selain itu kayu pohon ini banyak yang dijual dengan harga antara Rp. 300.000 hingga Rp. 600.000 per meter kubik. Mungkin lantaran periode berbuahnya yang lama, antara 3-7 tahun sekali, meskipun minyak Tengkawang yang dihasilkan dati flora maskot Kalimantan Barat ini mempunyai nilai jual yang tinggi.
Klasifikasi ilmiah: Kerajaan: Plantae (tidak termasuk Eudicots dan Rosids) Ordo: Malvales. Famili: Dipterocarpaceae. Genus: Shorea.
Referensi: wikipedia.org; kidnesia.com; pontianakpost.com (13/02/2004); http://www.dephut.go.id; Gambar: commons.wikimedia.org
Baca Juga:
Anda dapat melihat daftar seluruh tulisan di: Daftar Catatan
Diposkan oleh: alamendah
Tag: flora indentitas, kalimantan barat, maskot, minyak tengkawang, pohon tengkawang, tanaman langka, tanaman unik, tengkawang, tumbuhan dilindungi
Mobile Site | Full Site
Get a free blog at WordPress.com Theme: WordPress Mobile Edition by Alex King.
[…] Pohon Tengkawang Berbuah 7 Tahun Sekali […]
By Pohon Kapur (Dryobalanops aromatica) Penghasil Kapur Barus | Alamendah's Blog on 25 Februari 2011 pada 9:34 pm
[…] pohon meranti alamendah (5 kali) […]
By Pencarian Kata Alamendah dan Alamendah’s Blog di Google | Alamendah's Blog on 1 Maret 2011 pada 7:53 pm
[…] Tengkawang atau Meranti Merah (Shorea singkawang); Indonesia (Sumatera), Malaysia, dan Thailand. […]
By Tanaman (Tumbuhan) Langka Indonesia yang Terancam Punah | Alamendah's Blog on 3 April 2011 pada 7:31 am
[…] Pohon Tengkawang Berbuah 7 Tahun Sekali […]
By Pohon Winong atau Binong (Tetrameles nudiflora) | Alamendah's Blog on 22 April 2011 pada 5:48 am
[…] Pohon Tengkawang Berbuah 7 Tahun Sekali […]
By Pohon Gofasa, Gupasa, atau Kayu Biti (Vitex cofassus) | Alamendah's Blog on 15 Mei 2011 pada 5:45 am
[…] Tengkawang atau Meranti Merah (Shorea singkawang); Indonesia (Sumatera), Malaysia, dan Thailand. […]
By Tanaman (Tumbuhan) Langka Indonesia yang Terancam Punah « Bengkel Teknologi Industri Pertanian on 21 Desember 2011 pada 11:21 pm
[…] Tengkawang atau Meranti Merah (Shorea singkawang); Indonesia (Sumatera), Malaysia, dan Thailand. […]
By Tanaman (Tumbuhan) Langka Indonesia yang Terancam Punah « muhammad hakim al hikmah on 3 Februari 2012 pada 8:56 pm
[…] stenopten; Tengkawang. (Spesies tersebut sebenarnya tidak pernah tertera dalam literatur […]
By Daftar Tumbuhan Dilindungi di Indonesia | Catatan Singkat | Alamendah's Blog on 7 Mei 2012 pada 11:57 am
[…] Tengkawang atau Meranti Merah (Shorea singkawang); Indonesia (Sumatera), Malaysia, dan Thailand. […]
By Tanaman (Tumbuhan) Langka Indonesia yang Terancam Punah | BIOLOGI on 19 Oktober 2012 pada 10:10 pm
[…] Barat; Flora Identitas provinsi Kalimantan Barat adalah TengkawangTungkul (Shorea […]
By Flora Identitas Provinsi-Provinsi Di Indonesia, Kenalan Yuk…!? « karis mauyy on 9 November 2012 pada 6:10 am
[…] Critically Endangered (Kritis), seperti: Meranti Putih (S. resinosa, Sumatera dan Malaysia); Tengkawang (S. singkawang); Balau Merah (S. kunstleri); Meranti Maluku (S. selanica, endemik Maluku), […]
By Tumbuhan dan Hewan Langka Indonesia | Alamendah's Blog on 28 Agustus 2013 pada 10:22 pm
[…] Critically Endangered (Kritis), seperti: Meranti Putih ( resinosa, Sumatera dan Malaysia); Tengkawang (S. singkawang); Balau Merah (S. kunstleri); Meranti Maluku (S. selanica, endemik Maluku), […]
By Tumbuhan dan Hewan Langka di Indonesia | elysanur on 5 September 2014 pada 6:56 pm
dengan penggolahan yang modern dan perhatian pada kualitas lemak tengkawang, harga produk hasil hutan bukan kayu ini bisa sangat tinggi, tinggal bagaimana komitmen para pihak untuk mengembangkannya…
By BorneoScape on 16 Agustus 2016 pada 4:32 pm