Biduri atau Widuri (Calotropis gigantea) yang Terabai

Biduri atau Widuri (Calotropis gigantea) menjadi salah satu tanaman yang terabaikan. Meskipun biduri cukup eksotis dan indah, namun tumbuhan biduri kerap dibiarkan tumbuh liar dan dianggap gulma. Belum banyak yang meliriknya, sekalipun sebagai tanaman hias. Pun, belum banyak pula yang mengungkap manfaat dan khasiat bunga ini. Padahal bunga widuri merupakan salah satu tumbuhan asli Indonesia.

Nama latin bunga biduri adalah Calotropis gigantea (L.) Dryand. Nama sinonimnnya antara lain Asclepias gigantea L., Calotropis gigantea (L.) R. Br. ex Schult., Madorius giganteus (L.) Kuntze, Periploca cochinchinensis Lour., dan Streptocaulon cochinchinense (Lour.) G. Don.

Baca lebih lanjut

Tentang iklan-iklan ini
Dipublikasi di flora | Tag , , , , , | 2 Komentar

101 Nama Latin Bunga dan Tanaman Hias

101 nama latin bunga dan tanaman hias ini melengkapi artikel sebelumnya tentang nama latin tumbuhan. Dalam artikel tersebut telah memuat nama-nama latin tanaman hias dan bunga Indonesia, meskipun hanya beberapa saja. Untuk melengkapi daftar nama ilmiah tersebut artikel ini dibuat dengan menyertakan 101 nama latin tanaman hias dan bunga dilengkapi dengan gambar bunga dan nama umum dalam bahasa Indonesia.

Dalam artikel ini, kumpulan nama latin tanaman hias dan bunga diurutkan berdasarkan nama umum atau penyebutan nama tumbuhan dalam bahasa Indonesia. Dilanjutkan dengan nama latin masing-masing (diletakkan dalam kurung). Untuk beberapa tanaman yang terdiri atas banyak jenis, seperti adenium dan dahlia, hanya disebutkan nama genus-nya dengan penambahan contoh nama latin dari beberapa spesies genus tersebut.

Baca lebih lanjut

Dipublikasi di flora | Tag , , , , | 2 Komentar

Indonesia Penghasil Emisi Karbon Tertinggi Keenam di Dunia

Indonesia menjadi negara penghasil emisi karbon tertinggi keenam di dunia. Ranking keenam yang diterima Indonesia sebagai penghasil emisi karbon di antara negara-negara penghasil emisi karbon (CO2) lainnya di dunia dirilis oleh World Resources Institute (WRI) di Washington DC. Dan bertambahlah ‘prestasi’ Indonesia di bidang kerusakan lingkungan.

Menurut laporan World Resources Institute sebagaimana dilansir Daily Mail (3/10/2014), ranking Indonesia sebagai negara penghasil emisi karbon (CO2) tertinggi dunia ini di bawah China, Amerika Serikat, Uni Eropa, India, dan Rusia. Total emisi karbon yang dihasilkan Indonesia adalah 2,05 miliar ton.

Baca lebih lanjut

Dipublikasi di kerusakan alam | Tag , , | 4 Komentar

54 Jenis Burung Hantu di Indonesia

Indonesia merupakan salah satu wilayah dengan keanekaragaman jumlah jenis burung hantu yang tinggi. Sedikitnya 54 jenis burung hantu hidup di Indonesia dari sekitar 240-an spesies burung hantu dunia. Bahkan dari ke-54 jenis tersebut, beberapa diantaranya merupakan spesies burung hantu endemik Indonesia.

Burung Hantu adalah kumpulan burung yang dikelompokkan dalam ordo Strigiformes. Ordo ini terdiri atas dua suk (famili) yaitu Tytonidae (burung serak) dan Strigidae (burung hantu sejati). Indonesia memiliki jenis-jenis dari kedua famili burung hantu tersebut.

Baca lebih lanjut

Dipublikasi di burung, satwa | Tag , , , | Tinggalkan komentar

Elang-alap Halmahera (Accipiter henicogrammus) Endemik Maluku

Burung Elang-alap Halmahera (Accipiter henicogrammus) adalah burung endemik Maluku Utara, Indonesia. Elang-alap Halmahera pun menjadi salah satu jenis burung pemangsa dari famili Accipitridae dan satu diantara belasan Elang-alap (Accipiter sp.) yang hidup di Indonesia.

Nama latin burung endemik ini adalah Accipiter henicogrammus (G.R. Gray, 1860). Dalam bahasa Inggris, burung pemangsa ini dikenal sebagai Moluccan Goshawk. Selain itu kerap juga dinamai dengan Gray’s Goshawk, Grey’s Goshawk, Moluccan Barred Goshawk, atau White-headed Goshawk. Di Indonesia, selain dikenal sebagai Elang-alap Halmahera terkadang juga disebut Alap-alap kepala putih, walaupun sebenarnya berbeda dengan Alap-alap.

Baca lebih lanjut

Dipublikasi di burung, satwa | Tag , , , , , | 2 Komentar