Indonesia Belum Punya Geopark

Indonesia belum mempunyai Geopark sebuahpun. Padahal hingga saat ini diseluruh dunia telah terdapat 66 kawasan yang telah ditetapkan oleh UNESCO (United Nations Educational Scientific and Cultural Organization / Organisasi PBB untuk bidang Pendidikan, Ilmu Pengetahuan dan Kebudayaan) sebagai geopark (taman bumi). Ke-66 geopark dunia tersebut tersebar di 20 negara. Sayangnya tidak satupun yang berada di Indonesia.

Geopark atau taman bumi merupakan sebuah kawasan atau situs warisan geologi (geological heritages) yang mempunyai nilai ekologi dan warisan budaya (cultural heritages) dan berfungsi sebagai daerah konservasi, edukasi dan sustainable development. Geopark ditetapkan dalam sidang Global Geoparks Network (GGN), sebuah badan bentukan UNESCO yang dilaksanakan 2 tahun sekali.

Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Indonesia | Tag , , , , , , | 68 Komentar

Indonesia Jadi Tuan Rumah Konferensi Harimau

Indonesia menjadi tuan rumah Konferensi Harimau (Pre-Tiger Summit Partners Dialogue Meeting) yang dilaksanakan di Nusa Dua, Bali pada tanggal 12-14 Juli 2010. Pertemuan yang digelar bekerja sama dengan Global Tiger Initiative-World Bank ini merupakan pertemuan persiapan sebelum pelaksanaan Konferensi Internasional Konservasi Harimau (World Tiger Summit) tingkat Kepala Negara yang akan berlangsung di Rusia pada 15-18 September 2010.

Dalam Pre-Tiger Summit Partners Dialogue Meeting (Konferensi Harimau) di Bali Indonesia ini akan diikuti oleh 13 negara yang memiliki harimau alam (Tiger Range Countries/ TRCs) dan beberapa lembaga internasional. Ketiga belas negara tersebut adalah Indonesia, Bangladesh, Butan, China, India, Kamboja, Laos, Malaysia, Myanmar, Nepal, Rusia, Thailand, dan Vietnam.

Baca lebih lanjut

Dipublikasi di berita, satwa | Tag , , , , , | 49 Komentar

Kelinci Belang Sumatera (Nesolagus netscheri) Asli Indonesia

Kelinci Belang Sumatera atau Kelinci Sumatera atau Kelinci Sumatera Telinga Pendek yang dalam bahasa latin disebut Nesolagus netscheri adalah salah satu jenis kelinci liar yang merupakan satwa endemik Sumatera. Binatang ini diyakini sebagai satu-satunya ras kelinci yang asli Indonesia.

Kelinci Belang Sumatera (Nesolagus netscheri) yang asli Indonesia ini sangat langka dan hanya ditemukan di beberapa kawasan di pulau Sumatera. Saking langkanya, sejak teramati secara langsung pada tahun 1972, kelinci belang sumatera baru dua kali teramati kembali yakni pada tahun 2000 dan 2007 itupun melalui hasil rekaman camera trap. Sehingga praktis selama 30 tahun terakhir, kelinci asli Indonesia ini belum sekalipun dapat ditemui secara langsung.

Baca lebih lanjut

Dipublikasi di satwa | Tag , , , , , | 68 Komentar

Korma Rawa (Phoenix paludosa) dari Aceh

Korma rawa (Phoenix paludosa) memang masih saudara dekat pohon kurma (Phoenix dactylifera) yang biasa tumbuh di daerah Arab. Korma rawa dapat ditemukan di rawa-rawa daerah Aceh Timur. Pohon yang mulai langka ini termasuk salah satu dari sekitar 14 jenis palem (Arecaceae )yang dilindungi di Indoneia. Sayang sedikit yang mengetahui keberadaan tumbuhan ini termasuk penelitian tentang potensi dan manfaat pohon korma rawa (Phoenix paludosa) masih sangat sedikit.

Dinamakan korma rawa lantaran tanaman menyerupai pohon kurma yang biasa tumbuh di daerah Arab. Namun berlainan dengan kurma aeab yang tumbuh tunggal, korma rawa tumbuh berumpun dengan ketinggian pohonnya hanya mencapai lima meter.

Baca lebih lanjut

Dipublikasi di flora | Tag , , , , , , | 79 Komentar

Sigung Berbulu Indah Berbau Busuk

Sigung atau teledu merupakan mamalia seperti musang yang berbulu indah namun mempunyai kemampuan mengeluarkan bau yang busuk sebagai alat pertahanan dirinya terhadap predator. Bila dalam keadaan terpojok, seekor sigung akan menundukkan kepala, mengangkat ekor, dan akan menjejak-jejakkan cakar depannya di tanah, ini sebagai peringatan buat para musuhnya. Jika musuh (predator) tidak segera pergi, sigung akan melengkungkan tubuh membentuk huruf U. Diarahkannya kepala dan ekornya ke musuh. Lalu disemburnya dengan semprotan yang berbau luar biasa busuknya.

Sigung di Indonesia dikenal sebagai spesies Mydaus javanensis. Namun sebenarnya sigung merupakan kelompok mamalia dari famili Mephitidae yang terdiri atas sekitar 10 spesies dari empat genus yaitu Conepatus, Mydaus, Mephitis, dan Spilogale. Dari genus Mydaus saja terdapat dua spesies yaitu Mydaus javanensis yang terdapat di Jawa, Sumatera, dan Kalimantan (Indonesia dan Malaysia) dan spesies Mydaus marchei yang terdapat di Filipina. Sedangkan 8 spesies lainnya menghuni benua Amerika.

Baca lebih lanjut

Dipublikasi di satwa | Tag , , , , | 74 Komentar