Energi Terbarukan di Indonesia

Energi terbarukan di Indonesia, sebuah ironi. Di satu sisi Indonesia merupakan negara dengan potensi melimpah akan sumber energi terbarukan semisal tenaga matahari (surya), angin, dan panas bumi (geothermal). Sayangnya pemerintah Indonesia belum memanfaatkan secara maksimal sumber energi terbarukan yang melimpah tersebut dan masih bergantung pada energi berbahan fosil.

Padahal pemanfaatan energi terbarukan yang maksimal bisa menjadi solusi krisis energi yang terjadi di Indonesia. Energi terbarukan diyakini juga lebih bersih (ramah lingkungan), aman, dan terjangkau masyarakat.

Energi terbarukan merupakan energi yang dihasilkan dari sumberdaya energi yang secara alamiah tidak akan habis dan dapat berkelanjutan jika dikelola dengan baik. Macam sumber energi terbarukan seperti panas bumi, biofuel, panas surya (matahari), angin, biogas, ombak laut, dan suhu kedalaman laut.

Panel surya

Baru Lima Persen. Saat ini, menurut Greenpeace, Pemerintah Indonesia baru memanfaatkan energi terbarukan sekitar lima persen dari total listrik yang digunakan di Indonesia. Selebihnya, masih bergantung pada energi yang bersumber dari minyak, batu bara, dan gas bumi.

Kebijakan pemerintah Indonesia pun masih kurang mendukung pemanfaatan sumber energi terbarukan. Salah satu indikasinya bisa dilihat dari Peraturan Pemerintah Nomor 5 Tahun 2006 tentang Kebijakan Energi Nasional. Dalam Bab II Pasal 2 Peraturan Pemerintah tersebut, target konsumsi energi yang digunakan di Indonesia pada tahun 2025 meliputi:

  • Minyak bumi kurang dari 20%
  • Gas bumi lebih dari 30%
  • Batubara lebih dari 33%
  • Biofuel lebih dari 5%
  • Panas bumi lebih dari 5%
  • Energi baru dan terbarukan lainnya, khususnya, Biomasa, Nuklir, Tenaga Air Skala Kecil, Tenaga Surya, dan Tenaga Angin lebih dari 5%
  • Bahan bakar lain yang berasal dari pencairan batubara lebih dari 2%

Dari target konsumsi energi yang digunakan di Indonesia pada tahun 2025 berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 5 Tahun 2006 tentang Kebijakan Energi Nasional ini bisa disimak bahwa target pemanfaatan energi terbarukan di Indonesia pada tahun 2025 hanya sekitar 15 % dan selebihnya masih tergantung pada penggunaan energi berbahan fosil.

Dari target pemanfaatan energi terbarukan yang mencapai 15% pada tahun 2025 itupun masih dibayang-bayangi pesimistis. Salah satunya diungkap langsung oleh Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE), Kardaya Warnika dalam acara diskusi METI di Kantor PLN Pusat, Jakarta (25/1/2012).

Padahal Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) pada 16 januari 2012 silam mentargetkat pada 2030, semua orang di dunia sudah menggunakan energi dari sumber-sumber terbarukan. Dan untuk mengkampanyekan hal tersebut PBB menetapkan tahun 2012 sebagai Tahun Internasional Energi Terbarukan.

Mungkin karena itu pula, kampanye PBB tentang Tahun Internasional Energi Terbarukan gaungnya nyaris tak terdengar di Indonesia.

Referensi dan gambar:

  • alamendah.wordpress.com/2012/01/20/2012-adalah-tahun-internasional-energi-terbarukan
  • nationalgeographic.co.id/lihat/berita/1983/pemanfaatan-energi-terbarukan-di-indonesia-baru-lima-persen
  • Peraturan Pemerintah Nomor 5 Tahun 2006 tentang Kebijakan Energi Nasional
  • economy.okezone.com/read/2012/01/25/19/563059/pemerintah-pesimistis-target-energi-terbarukan-tercapai

Baca artikel tentang lingkungan hidup dan Indonesia lainnya:

avatar Tidak diketahui

About alamendah

Panggil saja saya Alamendah, tinggal di Pati, Jawa Tengah, Indonesia. Seorang biasa yang ingin berbagi dengan sobat.
Pos ini dipublikasikan di Indonesia, lingkungan hidup dan tag , , , . Tandai permalink.

39 Responses to Energi Terbarukan di Indonesia

  1. avatar Monda Monda berkata:

    mahal nggak ya buat pembangkit listrik seperti panel surya itu? asyik juga kalau di rumah tangga punya, nggak usah mikirin bayar listrik he..he…

  2. Semoga emang benar tahun 2030 ntar orang-orang udah gunain energi terbarukan semacam listrik tenaga surya ya. Biar gak perlu lagi bayar listrik kalo udah dipasang di rumah-rumah

  3. avatar vie_tree vie_tree berkata:

    laah Dirjen Energi Barunya itu pesimistis gitu yaa…. mungkin emang belum biasa, jadi mungkin pesimis, tapi kalau seandainya bener adanya dan bisa terwujud di tahun 2030, aku bisa ngerasain menggunakan listrik tenaga surya gak yaa….. hahahahaha

  4. Wah, mantap juga ya kalau bisa membuat pembangkit listrik tenaga surya, jadi ngga tergantung sama PLN yang kadang juga tetep sering “byar pet”. Tapi mahal ya mas, kalau untuk perorangan?

  5. avatar masatourstravel masatourstravel berkata:

    Padahal di Indonesia telah banyak yang menemukan alat untuk pembangkit tenaga surya ini ya Mas, semoga masyarakat dan pemerintah dapat mensosialisasikan tenaga baru ini lebih gencar dan semangat lagi kepada masyarkat kita.

    Sukses selalu
    Salam Wisata

  6. avatar neo neo berkata:

    moga indonesia belinya dgn jumlah banyak biar tenaga yg menggunakan listrik gk mati2 lagi

  7. avatar Pencerah Pencerah berkata:

    pdh indonesia memiliki banyak energi

  8. avatar Randeezt Randeezt berkata:

    Coba di Indonesia harga panel sel surya harganya murah pasti banyak yang menggunakan dan tak ada lagi acara listrik mati..

  9. avatar pressanykey pressanykey berkata:

    mungkin msh berprinsip “terus terang, terang ga bisa terus-terusan” 🙂

  10. avatar Orin Orin berkata:

    Duh, saya jg baru tahu mas tentang energi terbarukan ini 😀

  11. avatar mariasunarto mariasunarto berkata:

    apa sudah banyak yang memilikinya ?..
    kalau murah pasti cepat merebut hati kita semua , dari pada byar pet .

  12. avatar the-netwerk the-netwerk berkata:

    nice 🙂
    saya senang mengikuti postingan anda
    postingan yang menarik .

    salam kenal yya dan sempatkan mampir ke
    website kami.

  13. avatar omiyan omiyan berkata:

    Mustinya Indonesia sudah bisa mengembangkan berbagai potensi energi apalagi melihat sumber daya alam yang ada

  14. avatar Mas Jamal Mas Jamal berkata:

    Kalau saya main di game Go Green (kalau tidak salah) banyak sekali energi terbarukan selain yang disebutkan di atas. Mungkin untuk Indonesia SDA-nya cuma segitu 😀

Tinggalkan Balasan ke Orin Batalkan balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.