Monyet Ekor Babi atau Simakobu, Primata Paling Langka

Monyet ekor babi, simakobu, pig tailed langur (Simias concolor) adalah salah satu primata paling langka di Indonesia. Monyet ekor babi yang disebut juga sebagai simakobu ini oleh Primate Specialist Group (IUCN Species Survival Commission bekerja sama dengan International Primatological Society dan Conservation International) termasuk dalam “The World’s 25 Most Endangered Primates” (25 Primata Paling Terancam di Dunia).

Simakobu atau monyet ekor babi (Simias concolor) menjadi salah satu primata paling langka dan terancam punah lantaran populasinya yang semakin menurun. Monyet ekor babi pun merupakan hewan endemik dari kepulauan Mentawai, Sumatera. Dengan daerah sebaran yang terbatas dan populasi yang terus menurun, tak pelak mengukuhkan simakobu sebagai Most Endangered Primates.

Monyet ekor babi dikenal juga sebagai simakobu dan simasepsep. Dalam bahasa Inggris, hewan endemik langka ini disebut dengan pig tailed langur dan Pig-tailed Snub-nosed Monkey. Sedangkan menurut nama latin (nama ilmiah), monyet ekor babi disebut sebagai Simias concolor. Nama ‘ekor babi’ dan ‘pig tailed‘ merujuk pada bentuk ekor simakobu yang pendek menyerupai ekor babi.

Sebelumnya spesies endemik ini dikelompokkan dalam genus Nasalis atau satu genus dengan bekantan. Kini simakubo atau monyet ekor babi ditempatkan dalam genus Simias. Terdapat dua subspesies dari Pig-tailed Langur ini yakni Simias concolor concolor dan Simias concolor siberu.

Monyet ekor babi

Monyet ekor babi atau Simakobu

Ciri Fisik dan Perilaku. Ukuran tubuh monyet ekor babi atau simakobu sekitar 50 cm dengan berat tubuh sekitar 7-9 kg. Tubuh simakubo ditumbuhi bulu berwarna hitam-coklat dan bulu berwarna hitam pada daerah wajah. Ekornya pendek sekitar 15 cm dan memiliki sedikit bulu. Hidungnya pesek dan terkesan menghadap ke atas. Lengannya panjang dan kuat.

Monyet ekor babi tinggal dalam kelompok-kelompok kecil yang terdiri atas satu monyet jantan, satu atau lebih betina dan anak monyet. Binatang diurnal (aktif di siang hari) ini lebih sering melakukan aktifitas di atas pohon dan jarang turun ke tanah. Makanan utama simakobu adalah dedaunan dan terkadang memakan buah-buahan.

Sebaran, Habitat, Populasi, dan Konservasi. Monyet ekor babi (Simias concolor) merupakan hewan endemik yang hanya dapat dijumpai di kepulauan Mentawai. Subspesies Simias concolor concolor mendiami pulau Pagai Selatan, Pagai Utara, dan Sipora. Sedangkan subspesies Simias concolor siberu hanya dapat ditemui di pulau Siberut. Monyet endemikberekor babi ini mendiami habitat hutan di lereng bukit di pedalaman pulau maupun di hutan hujan dataran rendah, hutan daerah rawa air payau dan tawar.

Monyet ekor babi (Simias concolor)

Monyet ekor babi (Simias concolor) di atas dahan

Populasi monyet ekor babi (Pig-tailed Langur) diperkirakan telah mengalami penurunan hingga 80% dalam 10 tahun terakhir. Menurut IUCN Redlist jumlah populasinya diperkirakan sekitar 6.700 – 17.300 ekor (2006) yang terdiri atas sekitar 6.000 – 15.500 Simias concolor siberu dan 700 – 1.800 ekor Simias concolor concolor. Laju penurunan populasi monyet ekor babi ini akibatkan oleh perburuan liar dan rusaknya habitat akibat deforestasi dan perambahan hutan.

Lantaran populasinya yang mengalami penurunan hingga 80% dalam 10 tahun terakhir dan masih maraknya perburuan liar dan deforestasi serta mempertimbangkan daerah sebaran monyet ekor babi yang endemik kepulauan Mentawai saja, IUCN Redlist kemudian memasukkan monyet endemik Mentawai ini dalam status konservasi Critically Endangered (Sangat Terancam / Kritis). CITES pun mendaftar primata langka ini dalam Apendiks I yang berarti tidak boleh diperdagangkan dalam bentuk apapun. Di Indonesia, simakobu pun termasuk binatang yang dilindungi.

Dengan realita yang demikian, maka tidak mengherankan jika kemudian sebuah badan konservasi primata tingkat dunia, The Primates Specialist Group, kemudian memasukkan monyet ekor babi, simakobu, simasepsep, Pig-tailed Langur, Pig-tailed Snub-nosed Monkey, atau Simias concolor dalam daftar “The World’s 25 Most Endangered Primates” (25 Primata Paling Terancam di Dunia).

Sayangnya masih banyak di antara kita yang tidak peduli dengan terus memburu dan merusak habitatnya dengan alasan sesuap nasi. Dan sebagian lainnya bahkan tidak mengenal monyet endemik nan langka, Si Ekor Babi dari Mentawai.

Klasifikasi ilmiah: Kerajaan: Animalia; Filum: Chordata; Kelas: Mamalia; Famili: Cercopithecidae; Subfamili: Colobinae; Genus: Simias (Miller, 1903); Spesies: Simias concolor (Miller, 1903)

Referensi dan gambar:

Baca artikel tentang satwa Indonesia dan lingkungan hidup lainnya:

avatar Tidak diketahui

About alamendah

Panggil saja saya Alamendah, tinggal di Pati, Jawa Tengah, Indonesia. Seorang biasa yang ingin berbagi dengan sobat.
Pos ini dipublikasikan di primata, satwa dan tag , , , , , , , . Tandai permalink.

33 Responses to Monyet Ekor Babi atau Simakobu, Primata Paling Langka

  1. avatar Lidya Lidya berkata:

    monyet ekor babi ini ada ga pak di kebun binatang ragunan?

  2. avatar dey dey berkata:

    pertanyaan hampir sama dgn Mbak Lidya, ada gak ya di kebun binatang bandung .. anak saya nanyain nih ..

  3. avatar wawank wawank berkata:

    Belum pernh liat yg seperti ini,

  4. menebak ( menjawab ibu Lidya dan dey): kemungkinan belum ada sodara-sodara ! ^__^…
    berhubungan dengan “kelangkaannya” dan habitat yang mesti sesuai…begitoo…hehehehe.

  5. avatar Chici Chici berkata:

    Hmmm.. belum pernah lihat secara langsung nih mas, mana langka lagi ya
    *masa harus ke mentawai dulu, kan jauuuuh….

    Moga masyarakat sekitar cepat sadar ya mas, biar nggak diburu lagi (J^.^)J

  6. avatar Ahmad Alkadri Ahmad Alkadri berkata:

    Di mentawai sana, apakah habitatnya telah di-Suaka-kan? Untuk melindunginya?

  7. avatar Arif Riyanto Arif Riyanto berkata:

    Saya belum pernah lihat langsung monyet itu

  8. avatar agussupria agussupria berkata:

    Mudah-mudahan dapat terselamatkan, semangat dan berjuang terus melindungi monyet ekor babinya.

  9. avatar @zizydmk @zizydmk berkata:

    Melihat bentuknya kok kayaknya serem ya Pak.
    Ini termasuk monyet ramah or monyet jahat nih… karena yg kecil2 itu saja kadang jahatnya minta ampun….

  10. avatar Ismail Agung Ismail Agung berkata:

    Monyet Ekor Babi, agak rancu juga namanya, soalnya Beruk (Macaca nemestrina) juga memiliki nama Pig-tailed dalam bahasa Inggris. Bedanya hanya Pig-tailed Langur dan Pig-tailed Macaque. Dua-duanya sama-sama monyet pula. Lebih enak jika menyebutnya Langur Ekor Babi atau Surili Ekor Babi.

    Klo ada rejeki main ah ke Mentawai, hehehehe..

  11. avatar baju wanita baju wanita berkata:

    keren, nice artikel 🙂

  12. avatar Agung Rangga Agung Rangga berkata:

    wah, sayang sekali kalau monyet itu punah! 😦

  13. avatar ysalma ysalma berkata:

    Saya aja yang asalnya dekat dengan Mentawai,
    baru tau dengan monyet ekor babi ini,
    sudah termasuk primata yang terancam kepunahan lagi 😦

  14. avatar Moch Adnan Moch Adnan berkata:

    benar,dengan adanya artikel seperti ini kita jadi tahu…
    dan ternyata keberadaan monyet ekor babi, kini terancam.

  15. avatar susisetya susisetya berkata:

    ternyata monyet itu ada banyak sekali jenisnya yach…

Tinggalkan Balasan ke ysalma Batalkan balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.