Tanaman (Tumbuhan) Langka Indonesia yang Terancam Punah

Tanaman (tumbuhan) langka di Indonesia yang terancam punah tidak kalah banyak dibanding hewan langka Indonesia. Bahkan spesies tanaman yang langka dan terancam punah di Indonesia jumlahnya jauh lebih banyak.

Daftar tumbuhan langka ini didasarkan kepada status konservasi yang diberikan oleh IUCN Redlist. Dan dalam daftar tanaman langka kali ini saya sajikan daftar tumbuhan langka yang masuk dalam daftar Extinc in Wild (Punah in situ), Critically Endangered (Kritis) dan Endangered (Terancam Punah). Ketiga status tersebut merupakan status tertinggi berdasarkan tingkat keterancaman sebuah spesies.

Selain ketiga status tersebut, masih banyak tanaman Indonesia yang langka dan terancam kepunahan namun terdaftar dalam status konservasi yang lebih rendah. Karena panjangnya daftar, kali ini cukup dibatasi dalam tiga status yang paling terancam punah itu saja.

Buah mangga kasturi (gambar wikipedia)

 

Extinct in the Wild (Punah in Situ)

  • Mangga Kasturi (Mangifera casturi). Tumbuhan yang menjadi maskot (flora identitas) provinsi Kalimantan Selatan ini dinyatakan telah punah in situ (Extinct in the Wild) oleh IUCN Redlist.

Critically Endangered (Kritis)

Daftar tanaman langka Indonesia yang masuk dalam daftar status konservasi Critically Endangered (Kritis), yaitu:

  • Pelalar atau Meranti Jawa (Dipterocarpus littoralis); endemik Nusakambangan, Jawa Tengah.
  • Keruing (Dipterocarpus elongatus); Tumbuhan asli Indonesia (Kalimantan, Sumatera), Malaysia, dan Singapura.
  • Keruing Arong atau Kekalup (Dipterocarpus applanatus); Tanaman endemik Kalimantan.
  • Keruing Bulu atau Mara Keluang atau Lagan Sanduk (Dipterocarpus baudii); Tumbuh di Thailand, Myanmar, Vietnam, Kamboja, Semenanjung Malaya, dan Sumatra.
  • Keruing Jantung (Dipterocarpus concavus); Tumbuhan asli Sumatera dan Semenanjung Malaysia.
  • Kadan (Dipterocarpus coriaceus); Tersebar di Semenanjung Malaya, Riau, Kalimantan Barat, dan Serawak.
  • Keruing Gajah atau Tampudau (Dipterocarpus cornutus); Semenanjung Malaysia, Sumatera bagian utara dan Kalimantan bagian tenggara.
  • Keruing Pekat atau Keruing Kipas (Dipterocarpus costulatus); Tanaman asli Indonesia (Kalimantan, Sumatera) dan Malaysia.
  • Keruing Senium atau Keruing Padi (Dipterocarpus eurynchus); Tersebar di Brunei Darussalam, Indonesia (Kalimantan, Sumatera), Malaysia, dan Filipina.
  • Keruing Pipit (Dipterocarpus fagineus). Tumbuh di Indonesia (Sumatera) dan Malaysia.
  • Meranti (Dipterocarpus fusiformis); Tanaman endemik Kalimantan.
  • Meranti (Dipterocarpus glabrigemmatus); Indonesia (Kalimantan) dan Malaysia (Serawak).
  • Meranti Kuning atau Damar Pakit (Shorea acuminatissima); Indonesia (Kalimantan) dan Malaysia (Sabah).
  • Belangeran atau Balau Merah (Shorea balangeran); endemik Sumatera dan Kalimantan.
  • Meranti Merah (Shorea carapae); Indonesia (Kalimantan) dan Malaysia (Serawak).
  • Meranti (Shorea conica); Tumbuhan endemik Sumatera.
  • Meranti Putih (Shorea dealbata); Indonesia (Sumatera) dan Malaysia.
  • Selagan Batu (Shorea falciferoides); Meranti endemik Kalimantan.
  • Selagan Batu (Shorea foxworthyi); Indonesia (Kalimantan, Sumatera), Malaysia, dan Thailand.
  • Balau atau Beraja atau Red Balan (Shorea guiso); Meranti dari Indonesia (Sumatera), Malaysia, Filipina, Thailand, dan Vietnam.
  • Meranti Kuning (Shorea hopeifolia); Indonesia (Sumatera), Malaysia, dan Filipina.
  • Selagan Batu Kelabu (Shorea hypoleuca); Brunei Darussalam, Indonesia (Kalimantan), dan Malaysia (Sabah, Sarawak).
  • Selagan (Shorea inappendiculata); Indonesia (Kalimantan) dan Malaysia (Sabah, Sarawak).
  • Meranti Kuning (Shorea induplicata); Tanaman endemik Kalimantan.
  • Meranti Merah (Shorea johorensis); Indonesia (Kalimantan, Sumatera) dan Malaysia.
  • Balau Merah atau Dark Red Meranti (Shorea kunstleri); Indonesia (Kalimantan, Sumatera) dan Malaysia.
  • Damar Tunam atau White Meranti (Shorea lamellata); Indonesia (Sumatera) dan Malaysia.
  • Light Red Meranti (Shorea lepidota); Indonesia (Sumatera) dan Malaysia.
  • Meranti Kuning (Shorea longiflora); Brunei Darussalam, Indonesia (Kalimantan), dan Malaysia (Sarawak).
  • Meranti Kuning (Shorea longisperma); Brunei Darussalam, Indonesia (Kalimantan), dan Malaysia (Sarawak).
  • Meranti Merah (Shorea macrantha); Indonesia (Sumatera) dan Malaysia.
  • Meranti (Shorea materialis); Brunei Darussalam, Indonesia (Sumatera), dan Malaysia
  • Meranti Maluku (Shorea montigena); Endemik Maluku
  • Meranti Merah atau Light Red Meranti (Shorea myrionerva); Brunei Darussalam, Indonesia (Kalimantan), dan Malaysia (Sabah, Serawak).
  • Meranti (Shorea ochrophloia); Indonesia (Sumatera) dan Malaysia.
  • Meranti Merah atau Red Balau (Shorea pallidifolia); Indonesia (Sumatera) dan Malaysia
  • Meranti Kuning (Shorea peltata); Indonesia (Kalimantan, Sumatera) dan Malaysia
  • Light Red Meranti (Shorea platycarpa); Indonesia (Sumatera), Malaysia, dan Singapura.
  • Meranti Kuning (Shorea polyandra); Indonesia (Kalimantan) dan Malaysia (Sabah, Serawak).

    Meranti Putih atau Shorea resinosa

    Meranti Putih atau Shorea resinosa (gambar: http://www.arkive.org)

  • Meranti Putih (Shorea resinosa); Indonesia (Sumatera); Malaysia.
  • Engkabang Undapi (Shorea richetia); Indonesia (Kalimantan), Malaysia (Serawak).
  • Dark Red Meranti (Shorea rugosa); Tumbuhan endemik Kalimantan.
  • Meranti Maluku (Shorea selanica); Tanaman endemik Maluku.
  • Tengkawang atau Meranti Merah (Shorea singkawang); Indonesia (Sumatera), Malaysia, dan Thailand.
  • Meranti (Shorea slootenii); Brunei Darussalam, Indonesia (Kalimantan), dan Malaysia (Sabah, Sarawak).
  • Light Red Meranti (Shorea smithiana); Indonesia (Kalimantan) dan Malaysia (Sabah, Sarawak).
  • Meranti Kuning (Shorea xanthophylla); Brunei Darussalam, Indonesia (Kalimantan), dan Malaysia (Sabah, Sarawak).

    Nepenthes_aristolochioides

    Kantong Semar (Nepenthes aristolochioides)

  • Kantong Semar (Nepenthes aristolochioides); endemik Sumatera.
  • Kantong Semar (Nepenthes clipeata); Endemik Kalimantan.
  • Kantong Semar (Nepenthes dubia); Endemik Sumatera.
  • Kantong Semar (Nepenthes lavicola); Endemik Sumatera.

    Pohon Kapur (Dryobalanops aromatica)

    Pohon Kapur (Dryobalanops aromatica)

  • Kapur (Dryobalanops aromatica); Indonesia (Sumatera, Kalimantan) dan Malaysia.

Endangered (Terancam Punah)

Daftar tanaman langka Indonesia yang masuk dalam daftar status konservasi Endangered (Terancam Punah), yaitu:

  • Shorea Sp. Beberapa spesies Shorea berpredikat spesies berstatus konservasi Endangered (Terancam Punah) sehingga keberadaannya semakin langka, seperti; Shorea agami (Meranti Putih), Shorea albida (Meranti Merah Terang), Shorea argentifolia (Meranti Merah Gelap atau Dark Red Meranti), Shorea balanocarpoides (Meranti Putih), Shorea blumutensis (Meranti Kuning), Shorea bracteolata (Meranti Putih), Shorea dasyphylla (Meranti Putih), Shorea domatiosa, Shorea elliptica, Shorea faguetiana (Damar Siput), Shorea falcifera, Shorea glauca (Balau Bunga), Shorea gratissima, Shorea leprosula (Meranti Tembaga atau Tengkawang), Shorea maxwelliana, Shorea obscura, Shorea ovata, Shorea pauciflora (Tengkawang), Shorea platyclados, Shorea teysmanniana.
  • Nepenthes Sp (Kantong Semar). Terdapat 3 spesies kantong semar (Nepenthes) yang tergolong sebagai tanaman langka dengan status Endangered (Terancam), yaitu: Nepenthes boschiana, Nepenthes pilosa, dan Nepenthes talangensis.

    Kawoli atau Alloxylon brachycarpum

    Kawoli atau Alloxylon brachycarpum (Gambat nsw.gov.au)

  • Kawoli (Alloxylon brachycarpum). Sejenis tanaman hias, tumbuh di Indonesia (Papua, Maluku) dan Papua New Guinea.
  • Bintangur (Calophyllum insularum). Sejenis Kosambi atau Nyamplung (Calophyllum inophyllum) Endemik Papua.
  • Canarium kipella. Sejenis Kacang Kenari endemik Jawa Barat.
  • Maple Silkwood (Flindersia pimenteliana). Indonesia (Papua), Australia, dan Papua New Guinea
  • Kokoleceran atau Resak Banten (Vatica bantamensis). Endemik Ujung Kulon, Banten.
  • Nothofagus womersleyi; endemik Papua.
  • Nyatoh (Manilkara kanosiensi); Indonesia (Maluku) dan Papua New Guinea.

Selain yang terdaftar dalam status konservasi Extinct in the Wild, Critically Endangered, dan Endangered di atas, masih banyak tanaman Indonesia lainnya yang juga langka dan terancam punah meskipun dengan status konservasi yang lebih rendah.

Sebagai contoh tanaman langka yang berstatus vulnerable adalah Kalapia (Kalappia celebica), Kayu Susu (Alstonia beatricis), Tualang (Koompasia grandiflora) dan Kayu hitam, eboni (Diospyros celebica). Tumbuhan berstatus Least Concern seperti Palem Raja (Caryota no) dan Palem Nipa (Nypa fruticans). Dan Tumbuhan yang berstatus Near Threatened seperti Korma Rawa (Phoenix paludosa).

Semoga daftar tumbuhan langka dan terancam punah di Indonesia ini tidak akan semakin panjang.

UPDATE 2016

Daftar Tumbuhan Langka tahun 2016 telah diupdate dengan tulisan baru, silakan baca daftar lengkapnya di: DAFTAR TUMBUHAN LANGKA 2016

Referensi dan gambar:

Baca artikel tentang tumbuhan dan alam lainnya:

avatar Tidak diketahui

About alamendah

Panggil saja saya Alamendah, tinggal di Pati, Jawa Tengah, Indonesia. Seorang biasa yang ingin berbagi dengan sobat.
Pos ini dipublikasikan di flora dan tag , , , , , . Tandai permalink.

259 Responses to Tanaman (Tumbuhan) Langka Indonesia yang Terancam Punah

  1. avatar Hafid Junaidi Hafid Junaidi berkata:

    bukan pertamax ^_^

    • avatar Hafid Junaidi Hafid Junaidi berkata:

      Salam silaturahim mas alam ^_^
      Punah in situ maksudnya apa mas alam?
      lalu yang paling parah status yang mana?

      • avatar alamendah alamendah berkata:

        Punah dari habitat aslinya. Namun masih ada yang dipelihara/tanam di luar habitat atau dibudidayakan di luar habitatnya yang asli.

      • avatar Hafid Junaidi Hafid Junaidi berkata:

        oh jadi yg parah yang Endangere yo mas

      • avatar alamendah alamendah berkata:

        Urutan mulai dari yang paling parah adalah: Extinct (EX; Punah); Extinct in the Wild (EW; Punah in Situ / Punah Di Alam Liar); Critically Endangered (CR; Kritis); Endangered (EN; Terancam); Vulnerable (VU; Rentan); Near Threatened (NT; Hampir Terancam); Least Concern (LC; Berisiko Rendah).

        Selengkapnya bisa dibaca pada tautan yang ada di artikel di atas (Paragraf kedua = IUCN Redlist).

  2. avatar kips kips berkata:

    Kalau melihat dari fisiknya, sepertinya buah mangga kasturi rasanya manis bgt.
    Atau rasanya gmn ya? Belum pernah nyobain 😀

  3. avatar Iksa Iksa berkata:

    Wah .. gimana gak punah kalau habitatnya juga sudah dipunahkan ..
    Makin lama akan makin panjang daftarnya ..

    Salam

  4. avatar Asop Asop berkata:

    Waduh, kantong semar jangan sampe punah… 😦

  5. avatar Imelda Imelda berkata:

    Meranti itu kan dipakai kayunya kan? Kalau punah wah…..

  6. avatar Invincible Tetik Invincible Tetik berkata:

    Tetik pengen menyapa Bang Alamendah……
    pagiiii

  7. meranti di Riau pun sudah payah dicari
    akibat penebangan hutan.
    kayunya banyak dicari untuk dibuat pintu

  8. avatar tomi tomi berkata:

    wahh.. meranti, kantong semar, dll smuanya hampir punah.. dimana nih pesona indonesia kalau udah pada punah 😦

  9. avatar ciptagelar ciptagelar berkata:

    Kami tinggal di area pegunungan Halimun..Semoga pohon/tanaman yang ada di lingkungan dapat kami jaga, jangan sampai “hilang”, akibat adanya penebangan kayu di hutan oleh kaum “pengusaha”.

  10. avatar situsonline situsonline berkata:

    Jengkol lama lama bisa punah neh.!

  11. avatar TuSuda TuSuda berkata:

    Dengan sikon spt ini harapannya, bermacam program konservasi alam harus bisa dipertegas dan diperketat lagi.
    Salam hangat dari Kendari. 8)

  12. avatar achoey el haris achoey el haris berkata:

    Kau tebar selalu ilmu pengetahuan pada kami
    Terima kasih sahabatku
    Puisi yg ku tulis telah kau baca 🙂

  13. avatar giewahyudi giewahyudi berkata:

    Sekarang saja saya sudah jarang lihat tanaman-tanaman itu…
    Siapa yang harus bertanggung jawab melindungi kelestarian mereka ya?

  14. Ping-balik: Sawo Kecik, Pohon Sarwo Becik Tapi Langka | Alamendah's Blog

  15. avatar hugo hugo berkata:

    masalah yg sangat kompleks. tidak bisa dibenahi jika hanya melihat dari satu sisi saja. entah apa yg akan diwarisi oleh kita kepada generasi berikutnya jika keadaannya terus begini. semoga ada solusi untuk membenahi ini semua. salam

Tulis Komentar Sobat

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.