Kerusakan Garis Pantai Indonesia Capai 20 Persen

Kerusakan garis pantai di Indonesia mencapai 20 persen dari total 95.000 km garis pantai di sepanjang wilayah Indonesia. Kerusakan ini antara lain diakibatkan oleh perubahan lingkungan dan abrasi pantai.

Kerusakan yang mencapai 20 persen ini amat disayangkan mengingat Indonesia yang mempunyai garis pantai sekitar 95.000 km merupakan negara dengan garis pantai terpanjang kedua di dunia setelah Kanada.

Pantai indah seperti ini menghadapi ancaman kerusakan

Laporan kerusakan garis pantai di Indonesia ini disampaikan oleh Direktur Jenderal Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum (PU), Dr Moch Amron, di Kementerian PU, Jakarta, Kamis, 30 September 2010. “20 persen garis pantai di Indonesia mengalami kerusakan,” katanya sebagaimana dilansir Alamendah’s Blog dari Antara.

Kerusakan garis pantai Indonesia diakibatkan oleh perubahan lingkungan dan abrasi pantai. Akibat dari rusaknya garis pantai ini dapat memberikan pengaruh pada berbagai sektor seperti pariwisata, transportasi laut, keberadaan lahan produktif, keanekaragaman hayati, hingga pergeseran batas negara.

Kondisi garis pantai Indonesia yang mengalami kerusakan parah ini tidak terlepas dari dari kurangnya alokasi anggaran untuk kegiatan pengamanan pantai dan belum ada ketentuan yang mengatur penyelenggaraan pengamanan pantai.

Dalam Undang-undang Nomor 7 Tahun 2004 tentang Sumber Daya Air (SDA) dan UU Nomor 27 Tahun 2007 tentang Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil pengamanan garis pantai ini masih belum terwadahi dengan maksimal.

Sebuah kenyataan yang pahit melihat rekor garis pantai kita yang terpanjang kedua di dunia harus bersanding dengan rekor kerusakan yang mencapai 20 persen.

Tanpa perlu mencari kambing hitam, sepertinya kita bersama harus mulai menanamkan kesadaran akan arti pentingnya garis pantai yang kita punyai sehingga kita tergerak untuk menjaganya.

Baca artikel tentang alam lainnya:

Tentang alamendah

Panggil saja saya Alamendah, tinggal di Pati, Jawa Tengah, Indonesia. Seorang biasa yang ingin berbagi dengan sobat.
Pos ini dipublikasikan di kerusakan alam dan tag , , . Tandai permalink.

53 Balasan ke Kerusakan Garis Pantai Indonesia Capai 20 Persen

  1. Ping balik: Desalinasi Memanfaatkan Air Laut untuk Minum | Alamendah's Blog

  2. Dony berkata:

    sayangnya, kita tak bisa berbuat banyak..
    Mungkin pemerintah punya kebijakan yang lebih baik atau … malah cuek ya ?

  3. Ping balik: Pray for Indonesia, Indonesiaku | Alamendah's Blog

  4. Fitri berkata:

    Adakah organisasi/masyaraket/individu/kelompok/pemerintah/DPR di Indonesia atau di dunia yang pernah melakukan sesuatu yang dapat mencegah kerusakan dengan cost/harga kehilangan manfaat ekonomis? (Sorry ini pasti butuh penjelasan panjang).

    Pandangan saya:
    1. Pihak yang efektif untuk mencegah kerusakan adalah masyarakat yg dekat dengan tempat kerusakan. Tapi kesulitannya memang kesadaran dan penghargaan atas alam. Oleh karena itu, salah satu cara adalah meningkatkan kesadaran (sorry, klasik banget). Jurnalistik mempunyai kans untuk meningkatkan kesadaran: menunjukkan contoh daerah yg baik garis pantainya, contoh pembelaan/penjagaan alam yang baik.
    2. Membantu mencarikan alternatif pendapatan ekonomi.
    Masyarakat membiarkan kerusakan terjadi karena ada suatu nilai ekonomis yang diterima walau dalam jangka pendek (contoh: perusahaan2 membayar untuk hak mengambil kekayaan alam, atau hak untuk mencemari alam).
    3. Membiarkan kerusakan alam yang terjadi sampai terjadi bencana alam. Ini metode yang paling menyedihkan tapi efektif dan kerusakan sulit diperbaiki menjadi seperti semula.
    4. Memilih anggota DPR dan pemerintah daerah yang secara tulus peduli dengan pelestarian lingkungan.

    Sorry beribu sorry kalo pendapat saya sangat klise dan generik, tapi saya berdoa walau banyak hal klise dan generik pada suatu saat bisa meningkatkan semangat menjaga alam bagi orang lain.

    Terima kasih untuk wadah keluarin uneg2

  5. Ping balik: Tingkat Degradasi Lingkungan Hidup di Jakarta | Alamendah's Blog

  6. Ping balik: Tingkat Pencemaran Laut Indonesia | Alamendah's Blog

  7. Ping balik: Taman Laut Terindah di Indonesia | Alamendah's Blog

  8. Ping balik: Mengenal Nipah atau Nypa fruticans | Alamendah's Blog

  9. Ping balik: Pohon Ketapang atau Terminalia catappa | Alamendah's Blog

  10. Ping balik: Pulau Kelor Akan Tenggelam | Alamendah's Blog

  11. Ping balik: Kucing Bakau (Prionailurus viverrinus) Bisa Menyelam | Alamendah's Blog

  12. Ping balik: Indonesia Negara Paling Rawan Bencana Alam | Alamendah's Blog

  13. khuntoria berkata:

    maka,kelestarian lingkungan hidup harus di jaga dengan baik

    Thanks 😀

  14. Ping balik: Danau Prioritas Danau Indonesia Paling Rusak Parah | Alamendah's Blog

  15. Ping balik: Kawasan Karst Indonesia Potensi dan Ancaman | Alamendah's Blog

Tulis Komentar Sobat

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.