Ikan Siluk Merah, Satwa Pesona Nusantara

ikan siluk merah

Ikan Siluk Merah atau  Ikan Arwana Merah (Arwana Super Red) atau Ikan Naga (Dragon Fish) yang dalam bahasa latinnya disebut Sclerophages formosus ditetapkan sebagai Satwa Pesona Indonesia. Ikan Siluk Merah yang populer di kalangan penghobi ikan hias ini ditetapkan sebagai Satwa Pesona Nusantara melalui Keputusan Presiden (Kepres) RI Nomor 4 Tahun 1993 tentang Satwa dan Bunga Nasional. Binatang air tawar ini merupakan satu diantara tiga fauna maskot Nasional. Dua satwa yang lain adalah Komodo yang ditetapkan sebagai Satwa Nasional dan Elang Jawa sebagai Satwa Langka Indonesia.

Di alam bebas, Ikan Siluk Merah merupakan penghuni Sungai Kapuas di Kalimantan Barat. Di habitatnya yang asli ini, Ikan yang disebut juga yang merupakan ikan asli Indonesia menunjukkan penurunan populasi yang pesat akibat penangkapan liar serta daya biaknya rendah, ikan ini termasuk yang terancam punah.

Oleh kalangan tertentu, ikan Siluk Merah dipercaya dapat membawa hoki, karenanya arwana jenis ini terus diburu dan memiliki harga jual yang tinggi. Sejak tahun 1975, arwana dilindungi oleh Convention on International Trade in Endangered Species of Wild Fauna and Flora (CITIES). Menurut CITIES, ikan ini termasuk dalam kategori spesies langka. Ikan Siluk Merah juga terdaftar dalam daftar spesies langka yang berstatus “terancam punah” oleh IUCN sejak tahun 2004.

Di Indonesia perlindungan arwana diatur oleh Surat Keputusan (SK) Menteri Pertanian No 716/kpts/ um/10/1980, SK Direktorat Jenderal PHPA Np.07/ kpts/DJ-VI/1988 dan Instruksi Direktorat Jenderal Perikanan No.IK-250/ D.4.2955/83K. Mulai tahun 1995, Arwana (Siluk Merah) yang boleh diperdagangkan hanya yang berasal dari budi daya dan merupakan generasi kedua, yakni yang berasal dari penangkaran.

Dengan izin khusus, Ikan Siluk Merah  (Sclerophages formosus) telah dikembangbiakkan di Pontianak dan bisa diperdagangkan secara legal. Syaratnya si ikan naga harus disertai sertifikat dan microchip yang tertanam dalam tubuhnya, sebagai penanda ikan hasil tangkaran.

Siluk Merah Sebagai Ikan Hias

Ikan Siluk Merah dalam Aquarium

Ikan Siluk Merah dalam Aquarium

Selain yang hidup di alam bebas, Ikan ini banyak dipelihara oleh para penghobi ikan hias. Tak seperti kebanyakan ikan hias populer lain yang merupakan hasil pengembangan di luar negeri, Ikan Siluk Merah merupakan penghuni asli hulu Sungai Kapuas di Kalimantan Barat. Hebatnya lagi Arwana berkelir merah tersebut adalah varian terbaik sekaligus termahal dari semua keluarga arowana yang tersebar di seluruh dunia.

Ikan yang ditetapkan sebagai Satwa Pesona Nusantara ini mempunyai tampangnya yang eksotik, bersisik lebar tersusun rapi menyerupai sisik ular naga dalam dongeng. Lantaran itu ikan ini dijuluki sebagai si ikan naga (Dragon Fish). Ditambah dengan ring sisik berwarna merah – emas menyala membuat Ikan Arwana Merah ini tampak semakin mewah. Kelir merah ini pula yang menambah keperkasaan dan perlambang kuasa bagi pemiliknya.

Ikan Siluk Merah mempunyai gerakan renang yang gagah namun sekaligus juga anggun. Hal ini yang membuat para pecinta ikan menyukai Arwana Merah ini. Menimbulkan ketenangan pikiran saat melihatnya berenang dalam akuarium. Selain itu, raja dari segala ikan hias ini juga bisa sangat dekat dan berinteraksi dengan pemilik. Bahkan banyak yang meyakini ikan ini pembawa hoki tak kan mudah mati karena penyakit.

Dengan izin khusus, Ikan Siluk Merah  memang dapat diperdagangkan secara legal dengan syaratnya si ikan naga harus disertai sertifikat dan microchip yang tertanam dalam tubuhnya, sebagai penanda ikan hasil tangkaran.

Jadi, jika sobat Alamendah mempunyai kenalan yang mempunyai Ikan Siluk Merah atau Arwana ini, coba saja ditanyakan sertifikat kepemilikannya. Kalau gak punya laporkan saja ke BKSDA!

Klasifikasi ilmiah: Kerajaan: Animalia. Filum: Chordata. Kelas: Actinopterygii. Ordo: Osteoglossiformes. Familia: Osteoglossidae. Subfamilia: Osteoglossinae. Genus: Scleropages. Spesies: Scleropages. formosus. Nama binomial: Scleropages formosus (Schlegel & Müller, 1844)

Referensi: http://www.profauna.org; wisata.freehosting.net;

Baca Juga:

Anda dapat melihat daftar seluruh tulisan di: Daftar catatan

avatar Tidak diketahui

About alamendah

Panggil saja saya Alamendah, tinggal di Pati, Jawa Tengah, Indonesia. Seorang biasa yang ingin berbagi dengan sobat.
Pos ini dipublikasikan di hobi, lingkungan hidup, satwa dan tag , , , , , , , , , , , . Tandai permalink.

179 Responses to Ikan Siluk Merah, Satwa Pesona Nusantara

  1. avatar haris ahmad haris ahmad berkata:

    mirip arwana gak?

  2. avatar hasruL hasruL berkata:

    Waw…. Sepertinya aku pernah ngelihatnya… 🙂
    waktu di Aquariumnya temenku.. 🙂

    Tukeran link yuk mas.. 🙂

  3. avatar Artha Artha berkata:

    wah cantiknya … tuh ikan

  4. avatar bintangtimur bintangtimur berkata:

    Saya baru tahu kalau ikan arwana ada berjenis-jenis…
    Jenis yg di foto ini keren banget, dan terus terang saya jadi bangga ada 3 fauna Indonesia yg menjadi maskot nasional…lagi-lagi baru tahu!
    Makasih informasinya lewat posting ini ya 🙂

  5. avatar Puspita W Puspita W berkata:

    Subhanallah. Terima kasih ilmunya.

  6. avatar dhodie dhodie berkata:

    Ikan yang indah… mencatat pesan alamendah tentang sertifikat kepemilikan 😀

  7. avatar kaneadventure kaneadventure berkata:

    Nice info bro. She looks red indeed 😀
    bertukar link bro? saya link url anda ya.
    ditunggu kunjungan baliknya ke rumah baru saya.
    thx

  8. avatar yangputri yangputri berkata:

    jadi ikan arwana super red itu sama dengan ikan siluk merah..???? dapet dari mana inponya mas alam..???

    nice inpo neh… aku jadi taukk

  9. avatar Andy Andy berkata:

    Tambah lengkap pokoe satwa indonesia… 😉
    Saya bangga jadi orang Indonesia… MERDEKA…!!!
    SELAMAT HARI ULTAH TNI…

  10. avatar guskar guskar berkata:

    microchipnya itu ada expired-nya nggak ya mas… terus klo saya mau mengkoleksi, ada sistem garansinya gitu?

  11. avatar cyzko cyzko berkata:

    Arwana yang paling mahal ya..tukul arwana hehehe

  12. avatar dendin dendin berkata:

    wah hanya untuk sebuah ikan perlu sertifikatm/ weleh-weleh

  13. avatar Larejawi Larejawi berkata:

    Tukul arwana termasuk yang ada chipnya nggak ya? 😀

  14. avatar mbah gendeng mbah gendeng berkata:

    hmmmm harganya pasti mahal……………….

    kira2 enak g ya nek di makan………. grumbyang……………..

  15. avatar Iklan Gratis Iklan Gratis berkata:

    baru denger bisa bikin hoki .. mungkin karena itu kali ya, harganya mahal ..
    dan karena harganya yang lumayan mahal makanya banyak penangkapan ikan arwana merah yang membuat populasinya menurun drastis ..
    apakah budidayanya sulit ya ? kalau mudah harusnya kita dapat mengatasi penurunan jumlah ikan ini ..

    Iklan Gratis

Tinggalkan Balasan ke KangBoed Batalkan balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.