Alamendah's Blog


Beranda | Laman | Arsip


Perbedaan Katak dan Kodok

10 Mei 2014 10:59 pm

Perbedaan antara kata dan kodok sering kali membingungkan. Wajar jika kemudian banyak yang sulit membedakan antara keduanya. Bahkan saling tertukar dalam menggunakan kedua kata tersebut. Keduanya merupakan hewan amfibi yang dikelompokkan dalam ordo Anura. Ordo ini memiliki sedikitnya 33 famili dengan lebih dari 5000 spesies.

Perbedaan antara katak dan kodok sebenarnya tidak didiskripsikan dalam dunia taksonomi. Perbedaan ini hanya umum digunakan oleh masyarakat dalam kehidupan sehari-hari. Dari sudut pandang klasifikasi ilmiah, semua anggota ordo Anura disebut sebagai katak, kecuali anggota famili Bufonidae yang dianggap sebagai “true toads” (kodok sejati).

Perbedaan Kodok dan Katak

Perbedaan dan penyebutan katak dan kodok lebih umum digunakan dalam budaya populer. Umumnya masyarakat membedakan keduanya berdasarkan beberapa ciri fisik seperti bentuk tubuh, bentuk kaki belakang, tampilan kulit, kemampuan melompat, dan tempat hidupnya. Dalam bahasa Inggris katak disebut sebagai “frog” sedangkan kodok dinamai “toad“. Di Indonesia kodok kerap juga disebut sebagai “bangkong”.

Katak bertaring asal Sulawesi

Katak bertaring asal Sulawesi

Secara umum, meski tidak selalu benar, perbedaan fisik antara keduanya adalah sebagai berikut :

  1. Kulit; Umumnya katak memiliki kulit halus, lembab, dan berlendir, sedangkan kodok atau bangkong memiliki kulit kasar, berbintil-bintil, dan kering.
  2. Bentuk kaki belakang; Umumnya kaki belakang katak kuat, panjang, dan berseput yang diadaptasikan untuk melompat, memanjat, dan berenang. Sedangkan kaki belakang kodok pendek karena lebih disesuaikan untuk berjalan sehingga kurang pandai melompat.
  3. Bentuk tubuh; Umumnya katak memiliki bentuk tubuh yang ramping. Sedangkan kodok memiliki tubuh yang gemuk dan pendek.
  4. Kemampuan melompat; Umumnya katak mampu melompat hingga jauh bahkan jenis-jenis katak pohon mampu melompat dari satu pohon ke pohon lainnya. Sedangkan kodok umumnya kurang pandai melompat.
  5. Konsumsi manusia; Beberapa jenis katak (seperti sawah, katak hijau, dan katak totol) diperdagangkan dagingnya untuk dikonsumsi. Sedangkan kodok umumnya tidak dikonsumsi manusia.

Perbedaan-perbedaan fisik tersebut tidak selalu benar. Sebagai contoh adalah kodok merah (Leptophryne cruentata). Meskipun sering kali disebut juga sebagai katak merah namun katak langka ini dalam bahasa Inggris disebut sebagai Bleeding Toad atau Fire Toad. Padahal dilihat dari fisiknya ia mempunyai kaki belakang yang ramping. (Selengkapnya baca : Kodok Merah).

Klasifikasi ilmiah: Kerajaan: Animalia. Filum: Chordata. Kelas: Amphibia. Ordo: Anura.

Baca artikel tentang amfibi dan hewan Indonesia lainnya :

Diposkan oleh: alamendah

Kategori: satwa

Tag: , ,

14 Tanggapan to “Perbedaan Katak dan Kodok”

  1. Ternyata kodok sama katak beda ya mas, selama ini saya kira sama saja, makasih 🙂

    By Basri Abdullah on 11 Mei 2014 pada 5:11 am

  2. klo kodok itu jelek, karena sering di sebut kodok buduk
    “kodok atau bangkong memiliki kulit kasar, berbintil-bintil, dan kering.”
    klo katak yang caem, mulus

    By bay on 11 Mei 2014 pada 6:27 am

    1. Tapi sayangnya ada sebutan pangeran kodok mas, gak ada istilah pangeran katak jadi jelekan pangeran kodok apa pangeran katak ya.. haha.. 😀

      By sucinupliana on 11 Mei 2014 pada 2:50 pm

  3. wah ternyata beda toh, hehe

    By kaprilyanto on 11 Mei 2014 pada 2:45 pm

  4. oalah katak sama kodok berbeda toh,
    keduanya tapi bisa manggil hujan seperti di dalam cerita dongengkan 😀

    By ysalma on 11 Mei 2014 pada 9:54 pm

  5. Kalau kita di jawa, manggilnya Kodok aja.

    By Software site on 14 Mei 2014 pada 9:17 am

    1. Bukan d jawa aja keles..

      By jian on 24 November 2015 pada 6:50 am

  6. […] Perbedaan Katak dan Kodok […]

    By Mengenal Reptil, Ciri-Ciri, dan Jenis Reptil Indonesia | Alamendah's Blog on 17 Juni 2014 pada 11:05 pm

  7. […] Perbedaan Katak dan Kodok […]

    By Perbedaan Kura-Kura, Penyu, dan Bulus | Alamendah's Blog on 15 Juli 2014 pada 1:13 am

  8. […] cacing tanah, serangga, lipan, kalajengking, kaki seribu, kepiting, dan moluska. Juga memakan katak dan ikan kecil serta buah. Berkembang biak sepanjang tahun dengan masa kehamilan antara 30-40 […]

    By Tikus Bulan Tikus Raksasa Putih | Alamendah's Blog on 26 Agustus 2014 pada 8:12 pm

  9. Owh.. jadi begitu yaa.. Terima Kasih atas Informasinya

    By Dhani 4 on 25 Oktober 2014 pada 9:37 pm

  10. Setelah baca artikel ini jadi tau deh perbedaannyaa 🙂

    By Ovi Laras Sati on 3 Februari 2015 pada 5:27 pm

  11. pertama aku gk tau kalau kodok ma katak itu berbeda. taunya malah pas ngerjain tugas dari guru. pas denger tuh soal aku kira gurunya lagi coba ngelawak, sok kocak gitu. eh taunya. . setelah bca di blog ini baru deh paham
    kodok ma katak beda
    wkwkwk, ternyata guru saya seriusan

    By biskuitlove on 17 April 2015 pada 2:21 pm

  12. Confirmed. Semula saya menduga2 saja perbedaan katak dengan kodok. Ternyata dugaan saya terkonfirmasi dengan informasi ini. Terima kasih.
    Oya, apakah yang bertelur di air hanya (sebagian) golongan/spesies katak saja? Apakah spesies kodok juga ada yang bertelur di air?

    By M. Aliyus Rahman on 28 Juli 2015 pada 3:43 pm

Tinggalkan Balasan



Mobile Site | Full Site


Get a free blog at WordPress.com Theme: WordPress Mobile Edition by Alex King.