7 Juni 2015 7:21 am
Cagar Alam Gunung Butak merupakan salah satu Cagar Alam di Jawa. Lokasinya terdapat yang terdapat di Kabupaten Rembang, Provinsi Jawa Tengah. Cagar Alam Gunung Butak menjadi satu-satunya cagar alam di Kabupaten Rembang.
Secara administrasi, CA Gunung Butak terletak di wilayah Desa Bitingan, Kecamatan Sale, Kabupaten Rembang. Kawasan ini ditetapkan sebagai kawasan cagar alam berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pertanian Nomor 55/Kpts/Um/2/1975 tanggal 17Februari1975.
Luas Cagar Alam Gunung Butak, Sale, Rembang sekitar 45,1 Ha. Cagar alam ini merupakan bagian dari Pegunungan Kendeng Utara. Mempunyai ketinggian sekitar 679 meter di atas permukaan laut dengan tofografi mulai rata, bergelombang, hingga berbukit. Jenis tanahnya kapur (karst) dengan sedikit tanah liat berbatu. Curah hujan rata-rata 2.000 – 3.000 mm/tahun dengan kelembapan udara 60% dan suhu harian antara 18 – 23 derajat celcius. Tipe ekosistemnya adalah hutan monsoon dengan batuan kapur.
Potensi flora yang dimiliki oleh Cagar Alam Gunung Butak, Kab. Rembang, Jawa Tengah ini antara lain Kemiri (Aleurites moluccanus), Pohon Serut (Streblus asper), Panggang (Ficus annulata), Tlutup, Timoho, Ketumpel, Wadang (Pterospermum sp.), Jenar (Murraya paniculata), Weru (Albizia procera), Salam (Eugenia polyantha), Kedoyo (Amoora aphanamixis), Ingas (Gluta renghas), Kelapan (Neolamarckia cadamba), Lengki (Leea angulata), Popohan (Buchanania arborescens), Girang (Leea indica), Trengguli (Cassia fistula), dan lain-lain.
Selain tumbuhan, Cagar Alam Gunung Butak, Kabupaten Rembang, memiliki potensi fauna yang melimpah. Beberapa hewan yang tercatat menghuni kawasan konservasi ini diantaranya seperti Kijang (Muntiacus muntjak), Lutung (Presbytis sp.), Biawak (Varanus sp.), Luwak (Lariscus insignis), dan Babi Hutan (Sus sp.). Juga berbagai jenis burung seperti Elang (Accipitridae), Rangkong (Bucerotidae), burung Prenjak (Prinia subflava), Kutilang (Pycnonotus aurigaster), Pelatuk Bawang (Dinopium javanense), Burung Larwo, dan lainnya.
Di dalam kawasan Cagar Alam Gunung Butak ini terdapat juga telaga seluas 3,5 hektar. Telaga ini kerap dimanfaatkan oleh penduduk sekitar cagar alam untuk berbagai keperluan.
Cagar Alam atau Nature Sanctuary merupakan salah satu kawasan suaka alam. Cagar Alam memiliki kekhasan tumbuhan, satwa, maupun ekosistemnya. Kawasan tersebut perlu dilindungi dan dijaga agar perkembangannya berlangsung secara alami tanpa campur tangan manusia. Cagar Alam Gunung Butak yang terletak di Desa Bitingan, Kecamatan Sale, Kabupaten Rembang adalah salah satunya.
Referensi dan gambar : - BKSDA Jawa Tengah. 2009. Buku Informasi Kawasan Konservasi. Semarang: Balai Konservasi Sumber Daya Jawa Tengah
Baca artikel tentang Cagar Alam dan Kawasan Konservasi lainnya :
Diposkan oleh: alamendah
Kategori: Indonesia
Tag: Cagar Alam, Cagar Alam Gunung Butak, cagar alam jawa, Jawa Tengah, Kabupaten Rembang
Mobile Site | Full Site
Get a free blog at WordPress.com Theme: WordPress Mobile Edition by Alex King.
suka naik gunung juga ? good
By hasan basri on 7 Juni 2015 pada 8:41 pm
gunung butak ini merupakan gunung tertinggi kedua setelah gunung lasem di sekitar rembang
By erik on 12 Juni 2015 pada 4:06 pm
very nice post
By zahangir//Buat Toko Web dalam 5 Menit dengan on 20 Juni 2015 pada 3:57 pm
ah masa sih gunung butak kayak diatas
wong tempatnya aja kering gersang jarang tumbuhan
aku iki wong pamotan lo
dekat sama rumahku
By yunita on 11 Juli 2015 pada 4:26 am
@yunita gunung butak itu dari luar kelihatan tandus
tapi dari dalam menyimpan sumber air yang sangat banyak
karena bertanah kapur, macam di gunung kidul gitu
By edi nax rembang on 17 Juli 2015 pada 4:12 am
itu juga kelihatan yang banyak justru semak-semaknya 🙂
By alamendah on 21 Juli 2015 pada 5:48 am
Bukan msalah gersangnya. Yg jadi cagar alam gunung butak setau saya batuan hitam.bukan batuan kapur.
By Eko indriyanto on 23 Februari 2017 pada 9:50 pm
[…] Cagar Alam Gunung Butak Rembang, Jawa Tengah […]
By Cagar Alam Cabak I dan II Blora, Jawa Tengah | Alamendah's Blog on 13 Juli 2015 pada 9:57 pm
Itu gunung srinx aqhu lewati wktu ke bojonegoro
By Djohan on 19 Juli 2015 pada 4:45 pm
kalau dari desa tegalombo daerah gunem. deket mas
disitu katanya di hutannya ada banyak kijang bahkan ada yg pernah liat macan
By pak hartoyo on 11 Desember 2015 pada 7:04 pm
salam kenal, artikel yang sangat menginspirasi..
admin kalau ke Blora mampir ke Bloranews.com
Jl. RA Kartini lorong 02 no 02 kunden Kecamatan Blora, Kabupaten Blora
ditunggu rawuhnya
By sahal mamur on 27 Maret 2016 pada 10:19 am
Cagar alam gunung butak itu bukane berbatuan hitam tow. Setau saya kok batuan hitam.bukan batu kapur.
By Eko indriyanto on 23 Februari 2017 pada 9:46 pm